Langkah kaki menggema di sekitar ruangan. Melewati koridor panjang tanpa penerangan. Hanya terlihat sosok samar seseorang di sana. Berjalan santai sambil menggenggam sesuatu di tangannya.
Malam kian pekat. Suara hewan malam terdengar jelas. Sosok itu tiba-tiba berhenti. Mendekat ke sebuah ruang.
Krrriiieettt
Decit pintu terdengar jelas. Di dalamnya tampak berbagai perkakas yang terlihat usang. Sosok itu mendekat, "Key Unlocked" ucapnya pelan.
Perlahan, selaput tipis terbelah. Sinar infra merah turut menyusut hingga menghilang. Seketika, ruangan itu telah berganti.
Perkakas telah menghilang. Berubah menjadi meja-meja putih berkeramik di sepanjang sudut dinding. Lengkap dengan berbagai macam tabung reaksi beserta cairannya. Almari kaca ada di sisi satunya. Serta rak buku besar yang hampir memenuhi ruangan.
Sosok itu mendekat ke salah satu meja. Meletakkan sebuah catatan dan beralih pada tabung reaksi berwarna ungu pekat.
"Kali ini pasti berhasil," gumam sosok itu. Setelahnya, Nala-sosok itu-menenggaknya dalam sekali tegukan. Lidahnya bergelenyar aneh. Menyesapi rasa yang berbeda dari uji cobanya terakhir kali.
Beberapa menit terlewati, tapi tak ada yang berubah. Nala menatap tabung reaksi itu lagi, beserta meneliti komposisi yang telah ia tulis dalam cacatan yang tadi ia bawa.
"Tidak ada yang salah. Apa kali ini gagal lagi?" Nala menghela napas kasar. Sudah ke-270 kali ia membuat ramuan itu. Tapi hingga kini belum ada yang berhasil.
Nala beranjak dari duduknya. Berjalan mengitari rak buku dan mengambil salah satunya yang telah usang. Lelaki itu mendorong kursi kerjanya. Menelusuri satu per satu kalimat yang akan membantu penelitiannya.
Nalandra Aditya-lelaki muda yang sangat menyukai zat-zat kimia. Dengan kegeniusannya, lelaki itu telah berhasil membuat obat penetral berbagai jenis racun di percobaan ke-26 kali. Sedangkan saat ini, Nala tengah membuat ramuan baru. Ramuan yang dapat menghambat penuaan dan meregerasi sel dengan cepat. Tapi, memang tingkat kesulitannya yang berbeda jauh hingga percobaan yang ke-271 ini belum juga berhasil.
Pip pip pip... Pip pip pip...
Bunyi alarm mengusik konsentrasi Nala. Jam khusus yang telah ia desain untuk mengingatkannya akan batas waktu penggunaan laboratorium ini.
Nala segera bergegas, mengambil beberapa berkas catatan di atas meja dan melangkah melewati batas sinar infra merah.
Lelaki itu meneliti sekitar. Setelah dirasanya aman, Nala berkata, "Key locked". Seketika, ruangan itu kembali seperti semula. Perkakas tua yang usang kini tampak di depannya. Nala bergegas pergi sebelum seseorang tahu apa yang ia lakukan.
Langkah kaki tergesa kembali menggema. Kali ini berkas-berkas cahaya menerangi koridor. Menyorot sosok Nala hingga punggungnya tak tampak lagi.
Nala tak menyadari sesuatu. Ada perbedaan mencolok di sana. Perlahan, bayangan Nala berubah. Punggungnya tak lagi tegap, tapi sedikit membungkuk dengan keriput yang tampak samar. Langkah Nala tak setegas sebelumnya, terkesan pelan dan hati-hati. Hingga lelaki itu menghilang dan sosok itu telah berubah sepenuhnya.
Tbc...
Hai! Gimana cerita kali ini? Semoga feel-nya dapat ya... Entah kenapa lagi suka sama cerita yang tokohnya genius gitu, jadi inilah hasilnya. Semoga kalian suka...
Vote dan comment kalian sangat berarti, jangan lupa ya...
See you next chap... Bye-bye
Siskanaek
02 Juli '18
YOU ARE READING
Older
Teen FictionSesuatu telah terjadi. Kesalahan fatal yang mengubah segalanya. Nalandra Aditya-lelaki jenius-membuat semua menjadi rumit. Dikala sebuah rasa telah menyatu, tipu daya masih membayangi. Apa yang akan dilakukan Nala untuk meyakinkan gadisnya? Sang men...
