Pemilihan putri mahkota

160 5 0
                                        

Berita televisi nasional tengah dihobohkan dengan pengumuman akan pencarian calon putri mahkota untuk pendamping dari putra mahkota pewaris kerajaan yang sudah tidak diragukan lagi ketampanannya dan kecerdasannya.

Ya secara tiba-tiba keluarga kerajaan mengumumkan akan memilih putri mahkota dari kalangan rakyat biasa dan menjadi trending topik bahkan di negara lain. Bagaimana tidak kerajaan yang sangat ketat dan tertutup akhirnya mulai membuka diri belum lama ini dan sekarang sebuah pernikahan pangeran dengan rakyat biasa akan mencetak sejarah baru.

Setiap sudut negeri begitu heboh, semua gadis bersolek mempercantik diri mereka dan hampir seluruh keluarga yang memiliki anak gadis mengirimkan profile pribadi mereka kekerajaan, berharap keajaiban datang menjadikan putrinya seorang cinderella.

"Apa kamu sudah mengirimkam datamu kepada kerajaan?" Tanya Tifany antusias saat baru saja duduk dikursi salon kecantikan mewah yang hanya melayani kaum elite itu.

"Untuk apa? Kamu tahu hidupku sudah cukup terkekang saat ini, menjadi anggota kerajaan akan membunuhku pelan-pelan dengan aturan konyol mereka." Jawab Jane tanpa menoleh rasanya sungguh menggelikan mendengar perkataan sahabatnya itu, mengirim data pribadi untuk mencalonkan diri sebagai seorang istri yang tidak lain adalah melamar seorang pria hell ya itu sama sekali bukan dirinya.

Tentu bukan tanpa alasan mengapa Jane memiliki kepercayaan diri yang tinggi dia adalah seorang superstar yang sejak kecil seluruh perhatian berpusat padanya, ia cantik dan berbakat dan tentunya image 'malaikat' yang melekat pada dirinya membuatnya seperti tidak nyata. Karena semua yang melihatnya selalu akan berkata bagaimana dia begitu sempurna? Semua yang ada dirinya adalah anugrah, mungkinkah dia nyata. Itulah hal yang selama ini didengarnya, seorang Ruby Jane the angel of axian.

"Bagaimana pemotretanmu hari ini?" Tanya Jane yang mulai muak dengan cekikikan sahabatnya itu saat tengah melihat potret sang pangeran diponselnya.

"Tentu saja berjalan lancar, kamu tahu aku akan mengirimkan hasil foto terbaikku kepada kerajaan." Jawabnya antusias

"Ya... ya... terserah kamu saja!"

"Kamu mau kemana?" Tifany menoleh saat Jane tanpa mengucapkan kalimat perpisahan beranjak bangun meninggalkannya. Gadis itu sungguh seenaknya.

"Aku ada jadwal acara talkshow hari ini babe." Jawab Jane sesaat sebelum melewati pintu keluar diikuti oleh asisten dan manejernya.

Ya Jane adalah gadis super sibuk dia hanya memiliki waktu istirahat ketika disalon bahkan tak jarang dilupa untuk makan karena jadwal yang begitu padat.

...
Sementara itu di istana ,di ruang khusus penerimaan surat lamaran untuk menjadi calon istri putra mahkota dari gadis di seluruh negeri begitu gaduh, ada ribuan bahkan jutaan surat yang hampir menutupi seluruh ruangan yang besar itu tidak hanya itu jutaan email masuk secara bersamaan menambah kekacauan tempat itu.

"Apa kalian menemukan datanya?" Tanya kepala pengawas seorang wanita yang berusia 40th namun masih begitu mempesona dengan tubuh indahnya menatap setiap pelayan yang sedang mengolah setiap data yang masuk, ada sekitar 50 pelayan yang mencari satu persatu data baik yang melalui surat ataupun email.

"Masih belum ada, bu." Jawab salah seorang pelayan wanita sudah mulai jengah dengan tumpukan surat yang mereka geluti sejak beberapa hari yang lalu.

"Coba kamu periksa lagi dengan teliti, sore ini aku menguggu laporan dari kalian semua!" Perintah Gwen tegas membuat wajah pusing para pelayan menjadi tegang.

Kini Gwen berjalan keluar dari ruangan gaduh itu menuju tempat permaisuri yang sedang menunggu kabar darinya.

"Yang mulia..." Hormat Gwen saat telah berada dihadapan ratu Anne yang sedang tertawa seraya memperhatikan ponselnya.

Queen BeeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang