💔

936 99 17
                                        

"Yang ini gimana?"
Seorang pemuda berbadan kecil berputar pelan di tempatnya, menunjukkan outfit yang ia kenakan pada dua orang pemuda lain yang sudah terlihat jenuh.

"Tadi lo udah nyoba yang itu, dan lo bilang jelek." Hyojong menjawab dengan wajah kesal yang sengaja ditunjukkannya.

Pemuda satunya lagi, Changgu, ikut bersuara. "Hyunggu, lo make kaos sama celana jeans doang juga udah bagus kok. Gak perlu sampe bongkar lemari gini."

Laki-laki yang dipanggil Hyunggu mengerucutkan bibirnya. "Tapi ini kan hari spesial. Anniversary pertama gue dan Yuto!"

Hyojong mati-matian menahan sabar. "Iya gue tau. Lo gak berhenti ngomongin ini sejak sebulan yang lalu."

"Lo bilang Yuto pernah ngasih hadiah baju kan? Pake aja itu, dia pasti seneng." Changgu sedari tadi memutar otak memikirkan cara agar mereka terbebas dari Hyunggu. Laki-laki itu berdoa semoga usulnya barusan bisa menyelamatkannya dan Hyojong.

"Ah iya! Bener juga. Makasih Changgu!" Hyunggu berujar kegirangan dan mencari kotak khusus yang ia simpan di lemari.

Diam-diam Hyojong dan Changgu menghembuskan nafas lega.

"Nah udah kan? Gue sama Changgu pulang dulu ya?" Kedua sohib Hyunggu itu sudah bersiap untuk kabur ketika Hyunggu berteriak protes.

"EH TUNGGU DULU! BANTU GUE MILIH SEPATU!"
Kang Hyunggu dan segala kerempongannya benar-benar membuat sakit kepala.

Tangan kanan Hyunggu meraba dadanya, merasakan detak jantung yang seperti mau menjebol keluar. Aneh, ini perayaan hari jadi pertamanya dengan Yuto, bukan kencan pertama.

Kenapa dia segugup dan semalu ini?

Klakson mobil Yuto yang nyatanya sama dengan klakson mobil-mobil lain namun terdengar khas di telinga Hyunggu menyadarkan laki-laki itu dari lamunannya.

Sambil berlari kecil, Hyunggu beranjak dari kursi teras yang tadi ia duduki dan bergegas masuk ke mobil sang kekasih.

"Hi!" Kecupan ringan Hyunggu berikan ke Yuto sebagai sapaan.

Laki-laki itu hanya tersenyum tipis sembari menggumamkan 'hai'.

Yuto memang tipe pria yang pendiam dan jarang menunjukkan rasa sayangnya. Ditambah lagi, lelaki itu baru saja pulang kerja tadi sore, makanya Hyunggu maklum jika Yuto terlihat agak tidak bersemangat.

Mereka berkendara dalam diam. Hyunggu yang bawel anehnya malam itu berubah seperti anak gadis pemalu yang dijodohkan.

Hyunggu dan Yuto merencanakan acara anniversary mereka sejak dua minggu lalu, membuat list kegiatan menyenangkan apa saja yang akan dua sejoli itu lakukan malam ini.

Agenda pertama yaitu makan malam.

"Yuto capek kan? Harus makan yang banyak ya biar tenaganya pulih." Setelah bicara demikian, Hyunggu memesan banyak menu makanan yang berbeda-beda.

"Kino gak usah pesen banyak-banyak, gue gak yakin bisa ngabisin."

Kino, itu panggilan sayang yang diciptakan Yuto untuknya.

Hyunggu merengut mendengar penolakan sang kekasih. "Supaya kamu semangat Yutooo."

"Abis ini kan kita masih mau ke tempat lain, jangan makan kenyang-kenyang."

Ah iya, ada benarnya juga ucapan Yuto. Hyunggu pun menuruti pacarnya dan memesan jumlah porsi yang normal.

Mereka menghabiskan makan malam dengan suara ocehan Hyunggu. Sementara Yuto hanya sesekali menanggapi dan mengangguk.

끝났어 [Broken!Yuki]Stories to obsess over. Discover now