PROLOG

89 5 1
                                        

Trauma
- Jenis kerusakan jiwa yang terjadi akibat dari peristiwa traumatik. Ketika trauma yang mengarah pada gangguan stres pasca trauma, kerusakan mungkin melibatkan perubahan fisik di dalam otak dan kimia otak, yang mengubah respon seseorang terhadap stres masa depan -
Aku di sini.

Ini malam tahun baru. Malam terakhir kita setelah melewati segalanya di tahun ini.

Malam untuk menyambut esok, tahun baru. Lembar baru. Tantangan baru. Hidup baru. Semuanya membuat harapan malam ini, berharap agar tahun selanjutnya akan berjalan seperti yang diinginkan. Ada tiga macam orang ketika tahun baru.

Pertama, mereka yang sangat bahagia menyambut tahun baru. Beberapa dari mereka mungkin sudah tahu nasib mereka di tahun selanjutnya.

Sederhana saja contohnya. Mereka yang baru menikah atau punya anak, baru naik jabatan atau baru diterima bekerja, baru menyelesaikan proyeknya, atau baru memulainya, menyelesaikan UN dengan danem memuaskan, semuanya sama.

Mereka mengharapkan tahun yang penuh kejayaan dan kemakmuran. Tidak peduli nasib berkata apa, mereka berharap sambil memeluk erat orang yang mereka sayangi.

Kedua, mereka yang putus asa di tahun baru. Mereka tau apa yang menanti mereka di tahun selanjutnya. Kegagalan. Kecewa. Keputusasaan. Depresi.

Mereka sudah meramalkan apa yang terjadi bahkan sebelum skenario Tuhan berjalan. Tidak ada harapan apapun di mata mereka. Tidak ada sesuatu pun yang bisa mereka percaya, bahkan untuk orang yang mereka sayangi.

Disamping orang-orang yang berkumpul menyambut tahun baru, mereka memilih mengurung diri, melihat keramaian yang jauh disana. Sendirian.

Ketiga, entah apa yang dipikirkan orang tipe tiga ini. Aku pun tidak paham. Mereka tidak sedih atau pun tidak senang. Mereka tidak berharap, tapi juga tidak putus asa. Biasa saja.

Dan tidak ada definisi khusus untuk ‘Biasa saja’. Hanya mengalir seperti air. Hanya berkata “Iya” pada nasib mereka. Hanya berusaha untuk tidak mengambil resiko, agar tidak merugi.

Tanpa tahu resiko itu akan membawa mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Baik, lupakan saja tipe tiga ini. Tahun baru hanya seperti tahun-tahun sebelumnya bagi mereka.

Itulah sebagian kecil dari pengamatanku selama ini. Setiap tahun. Meskipun aku paham betul, aku justru tidak paham orang tipe manakah aku ini? Mungkin aku pernah mengalami ketiganya.

Yang jelas, aku sekarang berdiri di atap gedung. Menatap keramaian di tengah kota. Menatap kebawah justru membuatku ingin kesana. Lompat? Itu cara tercepat. Tapi bukan yang terbaik.

Ini malam tahun baru. Aku di sini. Sendirian.

TRAUMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang