Hai kalian...
Sekedar menyapa, tak apa kan?
Oh ya lupa, kalian belum mengenal banyak tentangku. Tentang kisah seorang gadis malang sepertiku. Haha.. Hidup ini lucu sekali. Aku dibuat bertanya setiap waktu karenanya.
Jangan sekilas memandangku. Kalian hanya akan mengetahui sisi kuat ku. Kalian hanya akan bisa melihat senyum dan tawa ku. Ya, aku baik-baik saja. Tapi dari luar. Tak ada yang mengenal dan memahamiku sejauh itu. Karna aku berusaha menutup diri. Untuk apa?. Aku hanya berpikir aku bisa menyelesaikan semua sendiri. Nyatanya aku jatuh semakin dalam. Bisakah seseorang yang tulus mau mengulurkan tangannya untukku?.
Jangan membenciku karna tulisan ini. Jangan menjauhiku karna aku banyak bicara. Salah. Kalian salah. Yang berbicara bukan aku, tapi hatiku. Aku membutuhkan kalian. Orang-orang yang mau memelukku saat aku benar-benar kehilangan diriku, arahku, dan peganganku.
Wait. Aku ingin bertanya. Bunuh diri. Apa yang akan kalian pikirkan jika mendengar kata itu?. Mengerikan. Benar kan?. Itulah yang ku pikirkan tiap jam, menit, dan detik yang ku lalui. Kalian tidak perlu repot-repot bertanya kenapa. Karena semua itu pasti ada alasannya.
18 tahun yang ku lewati. Apa kalian tahu selama itu pula air mata ini pula yang menjadi saksi bisu kehidupanku?. Ah aku agak canggung mengungkapkan kata "hidup". Bahkan aku tak merasa hidup sama sekali. Meskipun aku masih bernyawa.
Gila. Kalian boleh menganggap ku seperti itu. Aku hanya ingin mengungkapkan semua jeritan hatiku yang tertahan selama ini.
Hidup dalam tekanan itu tak pernah dan tak ingin ku temui. Bukan hanya aku. Ku pikir di luar sana juga banyak. Mungkin aku terlalu lemah?.
Sedikit cerita. Kemarin aku menemukan seorang gadis kecil yang hampir sama denganku. Aku bahkan berdoa semoga tidak ada lagi yang sama sepertiku. Tapi ternyata tuhan mempertemukanku dengan gadis kecil itu. Apa yang bisa ku beri untuknya? Bagaimana aku bisa membantunya?. Bahkan diriku sendiri belum bisa bangkit.
Melukai tubuh? Sudah sering ku lakukan. Yahh... Hanya untuk sekedar mengalihkan rasa sakit. Jangan khawatir, sayatan ini tidak seberapa. Bahkan aku juga sering melakukan hal yang lebih parah.
Tidak lagi untuk sekarang. Kakak perempuanku. Satu-satunya yang ku punya. Dia memang hanya sekedar maya ku. Tapi dia juga yang sering menguatkanku. Aku jadi lebih sering mengadu padanya. Mungkin jika membaca ini dia akan marah padaku.
Ah aku melupakan kalian. Jam berapa ini? Apa kalian sudah makan? Kalian istirahat dengan baik kan?. Aku mengingatkan kalian. Tapi aku bahkan lupa mengingatkan diriku. Haha tak apa, aku sudah biasa. Jangan banyak pikiran. Aku tak ingin kalian berakhir sama sepertiku. It's not fine.
Eonnie ku selalu bilang.
"Kebahagiaan itu akan datang disaat yang tepat. Jika hidup itu 100%, 50% adalah kesedihan dan yang separuhnya lagi kebahagiaan. Percayalah, kebahagiaan itu akan datang padamu bahkan berlipat."
Sampai sekarang aku masih mencoba meyakinkan diri akan hal itu. Semoga saja. Aku hanya bisa berharap. Dan semoga harapan tidak hanya menjadi sebuah harapan semu.
Aku hanya menulis sampai sini dulu. Aku akan melanjutkannya lagi nanti. Jika aku masih kuat untuk bertahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
It's Not Fine
Cerita PendekHidup dalam kubangan neraka? Apa yang akan kalian lakukan? Menyerah? Atau tetap bertahan? Hey... Ketahuilah... Aku juga tak ingin seperti ini. Ingin melepas semua beban di pundakku. Tapi aku bisa apa? . . . . Welcome to my first work guys, :)
