Aqilla khaleesia🌼.
Kalian bisa memanggil nya dengan sebutan Aqilla.
Gadis asli indonesia ini mempunyai bola mata berwarna coklat pekat, hidung mancung, rambut lurus berwarna coklat, berkulit putih, dan tubuhnya yang cukup mungil memberi kesan imut kepada gadis ini.
Sekarang hari pertama Aqilla menginjakan kaki di GS atau bisa disebut Green School. sekolah favorit di Bandung ini memang sangat di impi-impikan nya sejak smp dan sekarang mimpi nya terkabul bisa bersekolah di disini.
***
Hari pertama mos.
"Aqilla" panggil Chelsea dari kejauhan, ia sedang melambaikan tangannya sekarang.
"Hai Cel" sapa Aqilla sambil mendekat.
Aqilla dan Chelsea adalah teman dekat. Mereka selalu sekelas sejak Smp. Orang tua mereka pun sangat dekat. Bahkan mereka sudah mengganggap sodara satu sama lain.
"Berangkat sama siapa lo?" tanya Chelsea sambil menepuk pundak Aqilla
"Sama Ayah Cel, kamu sama siapa?" Tanya Aqilla juga.
"Sama abang Kil, Dia kan juga sekolah disini" ucap Chelsea sambil tersenyum.
Aqilla baru tau kalau Chelsea mempunyai kakak. setau Aqilla, Chelsea anak tunggal seperti nya. Kalaupun iya, mengapa jika Aqilla ke rumah Chelsea tidak pernah melihat kakak nya?
"Emang kamu punya kakak ya Cel?" Tanya Aqilla penasaran.
"Punya Kil, Tapi dia jarang keluar kamar"
"Kok kamu gak pernah cerita sih?" Tanya Aqilla lagi.
"Gak penting lagian" jawab nya santai.
"Kok gak penting sih Cel. Dia kan kakak kamu, ya penting lah" ucap Aqilla sambil membenarkan rambutnya.
"Iyaiya dia penting" ucap Chelsea malas.
"Kata kamu, kakak kamu jarang keluar kamar. Berarti dia gak pernah main dong?"
"Main mulu kalo malem. udah ah kil, males gue ngomongin dia" ucap Chelsea, ia malas jika membicarakan kakak nya yang super duper dingin, jutek plus cuek.
"Kok aku jadi kepo ya Cel" ucap Aqilla seraya datang nya kakak kelas menghampiri mereka.
"Hai, gue boleh minta tolong kalian gak?" Ucap Kakak kelas itu, seperti nya dia anak Osis.
"Boleh kak, mau minta bantuan apa?" Tanya Chelsea sambil menatap Kakak kelas itu.
"Tolong panggilin Aksa di Ruang Osis ya" ucap Kakak kelas yang Name tag nya bernama Gino Davian.
"Aksa?" Ulang Chelsea.
"Iya Aksa Elvano Adhitama" Ucap Gino lagi.
"lo aja sono kil" ucap Chelsea bergidik ngeri.
"Kenapa emang? kan kita berdua yang disuruh" ucap Aqilla tak mengerti.
"Yaudah pokoknya antara lo berdua. gue minta tolong banget ya, gue gasempet manggil Aksa ke sana. Ruangan nya ada disamping Aula sekolah. Makasih ya" Ucap Gino lalu pergi.
"Sono kil panggilin" ucap Chelsea menyuruh Aqilla.
"Ih gamau kalo sendiri" ucap Aqilla sambil memanyukan bibir nya.
"Yaudah gue ikut. Tapi lo yang manggil" ucap Chelsea mengalah.
"Iya Chelsea. Yaudah ayuk" ajak Aqilla.
Aqilla dan Chelsea pun mencari ruangan osis yang dibilang Gino terletak disamping Aula Sekolah.
"Itu kali ya ruangan nya?" tanya Aqilla saat mereka sudah sampai disamping Aula.
"yaudah sono masuk" ucap Chelsea sambil melirik Aqilla
"Iya bener, yaudah aku masuk. Tungguin" Ucap Aqilla lalu masuk ke Ruang Osis.
Setelah berada di dalam Ruang Osis. Aqilla disuguhkan oleh dua orang lelaki dan satu orang perempuan. Ia bingung ingin menanyakan pada siapa, tetapi ia terfokus oleh lelaki yang tidak memakai almameter yang sedang asik dengan Handphone nya.
"Misi kak, aku mau tanya yang nama nya Kak Aksa yang mana ya?" Tanya Aqilla pada lelaki itu.
Tidak ada jawaban dari lelaki itu, teryata ia tidak melihat kedatangan Aqilla sejak tadi dan ia tidak mendengar pertanyaan Aqilla sebab ia memakai earphone.
Perempuan yang tadi sedang asik dengan handphone nya, kini menoleh. Ia mendengar Aqilla bertanya kepada lelaki itu. Lalu perempuan itu menjawab pertanyaan Aqilla.
"Dia Aksa namanya" Teriak kakak kelas bername tag Kesyha olivia.
yang dipanggil namanya pun menengok dan mendongak mendapati wajah Aqilla, ia menatap Aqilla sebentar lalu mengalihkan tatapan nya ke handphone nya lagi.
"Hm.. Kak Aksa ya? Tadi Dipanggil sama Kak Gino" ucap Aqilla menahan gugup.
"Aksa lo dicariin Gino tuh, apa kata gue juga. Lo sih kemaren batu malah gak ikut rapat" cerocos kesyha seraya menghampiri Aksa.
"oke" jawab nya datar tanpa menoleh, lalu ia berdiri dan beranjak pergi dari ruangan osis.
"Makasih ya info nya. Aksa emang gitu orang nya, so cuek" ucap kakak kelas bernama kesyha itu.
"Sama sama kak. gapapa kok kak. aku duluan ya kak, Permisi" pamit Aqilla sambil melengkungkan senyum manis nya.
"Eh sebentar" ucap Kesyha sambil menarik pelan tangan Aqilla.
"Kenapa kak?" tanya Aqilla bingung.
"Punya line kan?" Tanya kesyha sambil menampilkan sederatan giginya.
"Punya kak" ucap Aqilla masih terlihat bingung.
"Peka kan? Gue cuma mau nambah temen doang kok" ucap Kesyha sambil menyodorkan handphone nya.
"Oh iya kak. Nih" balas Aqilla, ia mengerti sekarang. Lalu ia mengembalikan handphone milik Kesyha.
"Makasih ya, jangan lupa di add" ucap Kesyha sambil tersenyum lagi.
"Oke, aku duluan ya kak" Ucap Aqilla sambil membalas semyum Kesya.
"Iya hati hati" ucap Kesyha sambil tersenyum gembira.
"Lumayan kan, dia imut. cantik. itung - itung buat gue jodohin ke Aksa" Gumam nya pelan.
***
Hai gimana? Aku udah lama banget mau nulis cerita ini, eh lebih tepatnya ngetik cerita ini hehe. maaf kalo ada kesalahan dalam penulisan kata nya, aku juga masih belajar :)
Jangan lupa tinggalkan vote dan komen.
Janlup share ke teman teman kalian ya !
ditunggu ya next part nyaa😙💕
Follow : @aprilianiolv 🌻
YOU ARE READING
Dreams
RomanceAqilla khaleesia Cewe berparas cantik yang banyak disukai oleh kaum adam, tetapi tidak dengan kaum adam yang satu ini. Aksa Elvano Adhitama. Cowo berparas tampan, Namun tidak ada senyuman di wajahnya. yang ada hanyalah wajah datar, dingin seperti e...
