Malam itu sunyi.
Terasa damai.
Tenang.
Tetapi tiba-tiba sebuah ledakan yang sangat kuat terdengar tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Ledakan itu hampir membuat rumah sederhana mereka terasa diguncang seperti ada gempa bumi yang datang.
"Malaakk!!! Malakk"
Teriakan nyaring menusuk masuk ke gendang telinganya. Menusuk dalam-dalam sehingga ia harus menutup telinganya keras-keras. Matanya terbelalak mendengar pintu utama tertendang sangat kencang.
Wanita disebelahnya dengan sekejap bangun berdiri dan memegang kedua bahunya erat-erat. "Mereka datang," katanya terengah ketakutan. "kau harus pergi dari sini, Archell," tangannya memegang kedua pipi anak sematawayangnya itu. "lari sejauh mungkin."
Suara bantingan pintu lain pun terdengar. Bunyinya terdengar semakin dekat ke ruangan tempat mereka berada. Tepat di sebuah kamar.
Tanpa memberikan balasan apapun, wanita itu telah menggenggam tangannya keras. Archell sampai dapat melihat tangannya memutih lebih pucat seperti aliran darahnya diberhentikan. Wanita itu pun langsung menariknya keluar dari kamar itu.
Sesampainya di luar ruangan, ia melihat sesosok siluet hitam berada di sudut lorong. Siluet seorang pria tinggi berbadan ramping. Sosoknya mulai terlihat jelas ketika pria itu berjalan mendekati cahaya lampu. Ia bersandar disebelah jam tua besar bergayakan victoria. Pria itu menghela nafas panjang. Ia memejamkan matanya, seperti menunjukkan dirinya merasa lelah atau lega?
Archell menatap tajam pria itu. Ia sama sekali tak pernah melihat pria berpostur sangat ramping dan tinggi seperti itu selama ia hidup. Mungkin pernah, tetapi di film-film jaman dulu yang masih bergayakan era victoria. Bajunya pun hanya terlihat seperti kain putih, meskipun ia memakai kemeja yang juga bukan terlihat seperti model jaman sekarang. Archell mengerutkan dahinya setelah menyadari betapa putihnya kulit pria itu. Pucat sekali layaknya seorang mayat hidup. Rambut pirang nya pun juga menambah kesan dingin. Pria itu terlihat sangat kuno... dan tertinggal jaman.
Mata pria itu terbuka perlahan-lahan. Archell terkejut melihat bola matanya. Coklat hazel yang sangat indah dan persis menyerupai matanya. Atau memang mereka mempunyai bola mata yang sama? Pupil pria itu membesar, menatap kosong ke arah dinding krem yang berada didepannya. Ia menoleh ke arah mereka berdua. Melangkahkan kakinya maju beberapa langkah ke depan.
Wanita itu dengan sigap langsung memposisikan dirinya didepan Archell. Melindungi Archell seolah-olah pria itu adalah ancaman yang sangat berbahaya. "Jangan coba untuk mendekat." ancamnya kepada pria itu, meskipun suaranya tak bisa membohongi bahwa ia gemetar.
Pria itu melipat tangan dibelakang tubuhnya lalu tertawa puas. Menertawakan sesuatu yang sama sekali tidak lucu sedikitpun. Archell berfikir betapa anehnya dia, datang malam-malam hari seperti ini dengan sebuah ledakan dan menhancurkan pintu rumahnya, dan sekarang berdiri didepannya berlagak mereka sedang menonton sitcom. Sangat tidak lucu. Seketika, ia terdiam lalu senyum menyeringai lebar, menunjukkan gigi-gigi putihnya yang berbentuk seperti taring yang baru diasah.
Tangan pria itu menerjang rambut lurusnya. "Lama tidak bertemu, Miranda." katanya masih menyeringai. "dan hello.. senang bertemu dengan mu kembali, Archell?" ia sekarang tersenyum tulus. Tadi, ia seperti pria yang sangat sarkastik dan aneh, tetapi sekarang ia berubah seolah-olah ia baru saja bertemu dengan orang yang ia kasihi setelah tak bertemu sekian lama. Pria ini memang aneh sekaligus menjengkelkan.
Archell mengernyitkan dahinya, setelah mendengar namanya disebut oleh pria aneh itu. Ia yakin ia belum pernah bertemu dengan pria ini sebelumnya apalagi mengenalnya. Tetapi bagaimana ia mengetahui namanya? apa memang mereka dulu pernah bertemu? Tapi kapan dan dimana?
ESTÁS LEYENDO
The Half Blood Knight (Demisanguine)
RomanceArchell, seorang gadis biasa yang hidup dengan kasih sayang meski tumbuh tanpa mengenal jati diri dan masa lalunya. Kehidupannya berubah ketika ia mengetahui kebenaran bahwa manusia bukanlah satu-satunya makhluk yang berkuasa di bumi. Beberapa keja...
