[1.]

25.6K 1.5K 185
                                        


🏠 : Dorm NCT 127

Terdapat seorang namja yang sedang mondar-mandir di dalam kamar. Dia sedang bingung. Tidak tau apa yang harus dia lakukan. Jalan ke kanan dan ke kiri serta dengusan nafas keras. Matanya melirik jam yang ada di dinding kamarnya untuk memastikan sesuatu.

"Apa yang harus aku lakukan? Aduhh"

Tok tok tok!

"Haechan?? Waktunya makan siang! Semua sudah kumpul di meja makan!" Teriak seorang namja juga dari luar.

"Iya Taeyong hyung! Aku segera keluar!!" Jawab namja yang di teriaki.

"Cepat yaa"

Tidak terdengar lagi suara dari luar. Namja yang di teriaki-diketahui bernama Haechan-itu bingung. Ingin keluar tapi takut. Tapi dia juga lapar.

"Ah masa bodo. Kalo mereka 'berbuat' lagi aku tinggal teriak" Ucapnya sambil membuka pintu.

Sesampainya di ruang makan, sudah kumpul delapan orang di masing-masing kursi; yang kini menatap kedatangan Haechan.

Tapi ada yang ganjil disini. Dan inilah yang Haechan takuti. Bukan. Bukan karena Haechan melihat hantu. Justru Haechan takut pada manusia yang ada dihadapan dia. Manusia-manusia ini menatapnya dengan pandangan seperti hewan ganas yang melihat mangsanya.

Bak serigala dan domba.

Kalau cerita aslinya seekor serigala dan sekumpulan domba, maka ini sebaliknya. Ini sekumpulan serigala dan seekor domba. Haechan ingin mati saja rasanya. Dia terasa terkepung dan badannya menciut.

"Haechannie ayo sini duduk. Kenapa bengong?" Tanya Doyoung.

"Ah? Iya baiklah."

Haechan pun duduk diantara Doyoung dan Winwin. Karena memang suruhan Doyoung lah agar Haechan selalu dan terus duduk di sampingnya. Menurutnya itu akan 'aman'. Haechan sih merasa bersyukur setidaknya dia punya penyelamat.

"Channie, ini makan yang banyak~ agar kau makin gemuk dan 'enak' oke?" Kata Jaehyun sambil memberikan sepotong ayam pada Haechan. Jangan lupakan senyum maut yang seperti permanen itu.

Haechan udah merinding aja dari tadi.

"Jae! Jangan ganggu maknae kita. Biarkan dia makan dengan tenang. Kau tidak liat itu? Badannya geter-geter karena kamu." Perintah sang Kepala Desa- salah, maksudnya Kepala Dorm di sini. Siapa lagi kalau bukan Taeil.

"Hehe mianhae baby"

Sial, pertahanannya hampir runtuh. Tapi Haechan harus menahannya. Menahan untuk tidak berteriak. Tunggu sampai mereka baru 'menyentuh'.

"Haechan, kau makan sangat belepotan. Sini aku bersihkan mulutmu"

Yuta, yang tidak terlalu jauh meraih bibir Haechan menggunakan tangannya. Beralasan mulutnya kotor. Padahal hanya bumbu tak kasat mata yang berupa garam di bibir Haechan. Ibu jarinya menyentuh bibir Haechan dan mengelapnya sangat pelan dan lembut. Haechan hanya memasang muka blank ketika Yuta menyentuh bibirnya. Setelah selesai, Yuta pun mengemut ibu jarinya. Terlihat, sangat menikmati?

"Hyung!!!"

Oke, sekarang saatnya Haechan berteriak. Dia tidak kuat lagi.

"Yuta kau curang!" Kata Johnny tiba-tiba tak terima dengan apa yang Yuta lakukan.

"Yak! Yuta hyung mencuri start padahal aku sedang menahannya dan memilih cara lain!" Teriak Jaehyun pun tak kalah kesal.

Setelah teriak, pikir Haechan semua akan berakhir. Tapi tidak juga. Sekarang Haechan cuman bisa menunduk dengan muka yang memerah menahan malu. Tidak kuat dengan apa yang hyungnya lakukan padanya.

Haechan ▪ ft. nctStories to obsess over. Discover now