Satu

0 0 0
                                        

Aku mengibaskan ujung rokku yang basah terkena hujan yang cukup lebat tadi.

Payung yang kupakai tadi cuma bisa menutupi tubuhku bagian atas. Ini juga pengaruh hujan beserta angin yang cukup kencang. Untung saja jarak antara halte angkot dan kostan ku tak begitu jauh, kalau tidak bukan hanya rokku yang basah tapi juga seluruh badanku.

Hari ini aku cukup lelah, kegiatanku dimulai dari pagi hari upacara penerimaan mahasiswa baru sampai proses perkuliahan perdanaku.

Dari pagi hingga sore aku berada di kampus. Capeknya luar biasa.

Jadi maba ternyata repot juga.

Karena aku belum tau sebelumnya tentang perkuliahan dan tetebengeknya. Urus ini, urus itu, tanda tangan sana tanda tangan sini dan sebagainya.

Oke sudah cukup basa-basinya

Ku lihat jam di dinding kamar kostku sudah menujukan pukul 5 sore, itu berarti aku 11 jam berada di kampus.

Pandanganku menerawang ke langit langit kamarku memikirkan kejadian tadi di kampus.

Betapa cupunya aku yang tak punya teman sama sekali, sedangkan yang lain telah memiliki geng geng.

Untungnya tadi ada dua orang yang menyapaku dan mengajakku untuk bergabung dengan mereka. Nama mereka Fira dan Vika. Kemiripan ini bukan hanya nama tapi kelakuan mereka juga mirip. Tidak bisa diam dan selalu membahas senior cogan.

"Vik, mana senior yang lu bilang ganteng? "

"itu yang pake kemeja garis-garis, dekat tiang" kata Vika

"mana? " tanya Fira

"itu tuuh" Vika menunjuk kepada seseorang

Pandanganku juga mengikuti Vika dan Fira.
Hmm lumayanlah, ga ganteng amat

"Gantengan anak maba Vik" kata Fira

"Yang mana? "

"itu yang selalu duduk sendiri, terus datang tiap hari ke kampus buat nyari-nyari info" jelas Fira

"oh iyaaa. Aku pernah lihat deh kayaknya"

"gantengan dia kan?"  Vika berpikir sebentar

"hmm iya juga....bla bla bla"

Aku yang sedari tadi hanya mendengar , menilih beranjak dari mereka berdua. Tak paham dengan pembahasan mereka.

Aku menuju kantin fakultasku, untuk mengisi perutku yang kelaparan. Alu berjalan melewati koridor yang cukup ramai oleh maba dan senior.

Aku berjalan ditengah-tengah kerumunan, tak sadar aku menjadi bahan perhatian orang-orang sekitar.

Karena fakultasku hampir semua perempuan nya memakai hijab. Dan aku sendiri tidak memakainya, karena aku non muslim. Aku tak peduli dengan orang-orang yang menatapku intens.

Aku berjalan cepat dengan tidak melihat kesekeliling.

Bhuuk

Aku menabrak seseorang. Sepertinya dia maba juga. Terlihat dari pakaiannya yang sama denganku. Aku mundur perlahan. Sosok yang aku tabrak itu jangkung. Aku tak berani melihat wajahnya.

"eh maaf" setelah mengucapkannya aku berlalu dari situ.

Sementara aku di kantin, Fira dan Vika mendatangiku dan berkata bahwa jam mata kuliah sudah akan mulai. Lantas kami segera menuju ke kelas .

Seperti biasa pertemuan pertama kelas untuk memilih ketua kelas. Pemilihan telah selesai, ketua kelas terpilih memberikan sedikit pidatonya. Aku mengedarkan pandanganku dengan malas ke sekeliling kelas.

Aku mendapati sepasang mata yang sedang melihat ke arahku. Mata kami bertemu sedetik dan aku memutuskan untuk kembali berbalik kedepan.

"Na, itu maba cogan yang kita bicarakan tadi" Vika menunjuk seseorang didepan kami

"Namanya Andy" Sahut Fira

"Hmmm" aku menanggapi, eh laki-laki yang dimaksud Vika dan Fira ini lumanyan ganteng menurutku.

"ternyata kita sekelas, oh my god" Pekik Vika

"Shuut" Fira menaruh telunjuknya di depan bibirnya menyuruh Vika diam

"menurut aku manisan yang dibelakang sana" tunjuku pada laki-laki yang tadi melihatku

"Bagas?" Sebut Fira

"iya sih Bagas manis, tapi aku tetap milih Andy" Kata Vika kekeh

Oh jadi namanya Bagas

Vika dan Fira mulai lagi nyerocos tanpa henti.

Aku berbalik lagi ke belakang dan kembali lagi menemukan Bagas tengah melihatku.

Kali ini aku membalas tatapannya dan memamerkan senyumku.

Iya juga balik tersenyum

Dan aku merasa seperti ada sengatan listrik yang mengenaiku.

"Na, ga mau mandi dulu"

Lamunanku terhenti seketika.

Ku melihat Dira teman sekamarku mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk.

"Oh iya ini baru mau mandi"

Aku segera bangkit dari dudukku dan menuju kamar mandi. Mungkin dengan mandi bisa menyegarkan kepala dan badanku yang terasa berat.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Jun 11, 2018 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

AnnaDonde viven las historias. Descúbrelo ahora