1. First Meeting

1.8K 200 47
                                        

Cewek cantik pemilik kaki jenjang itu melangkahkan kaki keluar dari mobil Porsche miliknya.

Tak berselang lama ketukan heels berwarna merah maroon melenggang anggun di dekat pintu masuk yang diketahui sebagai kantor NIS, National Intelligence Service.

Tak berselang lama ketukan heels berwarna merah maroon melenggang anggun di dekat pintu masuk yang diketahui sebagai kantor NIS, National Intelligence Service

Oops! Această imagine nu respectă Ghidul de Conținut. Pentru a continua publicarea, te rugăm să înlături imaginea sau să încarci o altă imagine.

Beberapa orang yang melewatinya menyapanya dengan ramah dan dibalas dengan senyuman yang tak kalah ramah pula oleh cewek itu.

Gadis itu berhenti tepat di depan pintu ruangan dimana terdapat papan yang bertuliskan direktur. Tanpa mengetuk terlebih dahulu ia segera masuk kedalam ruangan.

"Appa" rengeknya begitu ia berhadapan dengan seorang lelaki paruh baya.

"Eoh kau sudah datang. Astaga apa yang kau kenakan Bae Sooji" ayahnya memekik garang begitu mendongak dan mendapati setelan yang dikenakan putri tercantiknya itu.

 Astaga apa yang kau kenakan Bae Sooji" ayahnya memekik garang begitu mendongak dan mendapati setelan yang dikenakan putri tercantiknya itu

Oops! Această imagine nu respectă Ghidul de Conținut. Pentru a continua publicarea, te rugăm să înlături imaginea sau să încarci o altă imagine.

"Wae? Aku sangat cantik dengan setelan ini appa" Sooji bertanya dengan wajah polosnya.

"Terserah kau saja lah. Tapi-" sang ayah menggantungkan kalimatnya dan menatap putrinya tajam.

"Jangan memakai pakaian seperti itu lagi di kantor ini" ucapnya penuh penekanan.

Sooji hanya mengerucutkan bibirnya mendengar penuturan ayahnya yang merangkap sebagai direktur tersebut.

"Ya sudah kau pergi sana. Kau sudah tau ruangannya kan?" lanjutnya lagi.

"Ne. Aku pergi dulu appa. Anyeong" Sooji segera melangkah meninggalkan ruangan itu setelah melambaikan tangan kepada ayahnya dibarengi senyum menawan miliknya.

Sepeninggal putrinya, pria paruh baya yang memiliki dua anak tersebut mendesah frustasi, "Aishh dosa apa aku sampai memiliki anak sepertinya. Semoga saja ini bukan keputusan yang buruk dengan aku membawanya kesini"

"Aku percayakan semuanya padamu Sehun-ah" ucapnya lirih.

****

Tok tok

Suara ketukan pintu menggema, namun sang pemilik ruangan masih saja sibuk dengan kertas-kertas dihadapannya.

"Masuk" suara lantang dari dalam membuat Sooji segera beranjak.

Annoying PartnerUnde poveștirile trăiesc. Descoperă acum