Part ini aku rombak total dari yang sebelumnya aku buat.
🍂🍂🍂🍂🍂
Seulgi buru-buru keluar kelas setelah mendapat ijin ke toilet dari Bu Yuri. Sebenarnya gadis itu tidak benar-benar kebelet, hanya saja ponselnya terus bergetar memecah konsentrasinya pada mata kuliah favoritnya ini.
Ponsel Seulgi kembali bergetar, menampilkan satu nama di layar ponselnya.
Park Chanyeol
Gadis itu segera mengangkatnya sebelum dirinya diamuk oleh kekasihnya itu.
"Hallo"
"Ngangkat telpon doang lama banget sih!!"
"Aku lagi di kelas tadi Yeol, ada apa?"
"Kunci mobil cadangan ada dimana? Yang ini baterainya abis ga bisa dipake."
"Di meja tv, laci nomor 2 di dalem kotak biru."
Dari seberang terdengar suara laci dibuka beserta suara berisik lainnya. Lelaki itu pasti sedang sibuk mencari disana, hingga tak lama kemudian sambungan telepon dimatikan, tanpa ucapan terima kasih maupun ucapan penutup lainnya. Sedikitpun Seulgi tidak mempermasalahkannya toh memang kekasihnya hanya menelepon untuk butuhnya saja.
Seulgi menghela nafasnya, mencoba untuk merilekskan pikirannya lalu segera kembali masuk kedalam ruang kuliah.
Baru saja Ia duduk lengan kirinya sudah dicolek-colek oleh gadis yang duduk disebelahnya membuat Seulgi menoleh.
"Pasti Chanyeol?" tebak gadis itu.
Seulgi hanya mengangguk dan kembali mengerjakan soal yang tadi Ia tinggalkan.
"Apalagi sekarang? Kacamata item? Flashdisk? Headphone?"
"Kunci mobil." jawab Seulgi tanpa menoleh kearah sahabatnya itu. Seulgi tahu kalau sebentar lagi gadis itu akan menceramahinya panjang lebar.
"Terus mau sampek kapan lo mau ngurusin hidupnya si Chanyeol? Lo kan pacarnya bukan pembantunya."
"Ya karena gue pacarnya, Krystal."
Krystal mendengus, tak habis pikir dengan sahabatnya ini. "Tapi apa lo diperlakukan sebagai pacar? Okelah kalo lo tiap hari bersihin rumahnya, rapiin barang-barangnya, ngurusin kebutuhannya, tapi dia masih ada pedulinya sama lo. Lah si Chanyeol apa coba? Sekali seminggu aja deh pernah ga dia nanyain lo udah makan apa belom? Gue yakin ga pernah."
Seulgi tak menjawab karena dia tahu semua yang dikatakan sahabatnya itu benar. Hanya saja Seulgi tahu Chanyeol kurang bisa mengurus dirinya sendiri dengan baik. Dan dengan seperti ini setidaknya Seulgi merasa Chanyeol membutuhkan dirinya.
🌿
Seperti hari-hari sebelumnya. Pulang dari kampus Seulgi sempatkan untuk membeli buah dan susu di supermarket dekat apartemen Chanyeol. Setelahnya Ia mampir ke Laundry yang ada di kawasan apartemen untuk mengambil pakaian bersih milik Chanyeol.
Sesampainya di dalam hunian Chanyeol, Seulgi meletakkan belanjaannya lalu mulai memotong buah-buahan yang tadi Ia beli agar nanti Chanyeol tinggal memakannya tanpa perlu mengupas. Rutinitas setelah itu ialah memasukkan pakaian bersih kedalam lemari dan menata tempat tidur.
Persis seperti asisten rumah tangga, Seulgi bahkan mempunyai jadwal tersendiri untuk mengganti seprei dan mengganti perlengkapan mandi seperti sabun dan shampo.
Gadis itu tersenyum kecil saat melihat foto mereka berdua yang diletakkan di meja kamar Chanyeol. Foto itu diambil sekitar 4 tahun yang lalu, saat mereka masih di bangku sekolah menengah.
YOU ARE READING
Letting Go
General FictionKamu, selalu menjadi wanita yang paling cantik untukku, menjadi yang paling mengerti aku melebihi diriku sendiri, menjadi seseorang yang paling bisa aku andalkan dihidupku. Suatu hari aku membiarkanmu pergi, duniaku gelap, aku tersesat.
