PROLOG.

5 0 1
                                        

Dia, Azka Aldric. Seorang laki laki tampan dengan tinggi semampai. Anak dari keluarga kaya raya, yang menjadikan dia sebagai salah satu pewaris perusahaan milik keluarganya. Azka, nama yang begitu indah menurutku. Dia, idola para wanita. Azka, dia juga orang yang tak pernah kuharapkan untuk hadir di hidupku. Dia, pernah menjadi orang yang paling kubenci di dunia ini. Orang yang selalu membuatku muak akan kelakuannya. Namun, di balik itu semua, ia masih memiliki sisi manusiawi yang tidak di duga duga. Dan aku? Adalah orang pertama yang mengetahuinya. Sungguh luar biasa. Sejak saat itu, pandanganku tentang Azka mulai berubah. Ia memang laki laki yang berbeda dan juga istimewa. Tapi, ingat! Jangan lupakan fakta bahwa Azka, adalah seorang pembully paling kejam di zamannya!

.
.
.

Ini aku, Beca Davine. Anak kedua dari keluarga yang tergolong kaya. Aku memiliki kakak laki laki yang berusia 5 tahun di atasku. Tapi, ini tidak menjadi penghalang bagiku untuk menjadi salah satu pewaris perusahaan. Jika dilihat dari fisikku, aku tergolong anak perempuan yang biasa saja. Dengan rambut panjang dan tinggi badan menjulur seperti tiang listrik. Orang bilang, aku cantik. Tapi, aku tidak menganggap itu benar. Dan jika dilihat dari kemampuanku, aku tergolong anak yang cerdas. Anak yang selalu mendapatkan peringkat pertama dan nilai sempurna di setiap ujian. Aku juga tergolong anak yang membanggakan. Namun, jika dilihat dari sikapku, aku agak menecewakan. Aku adalah anak yang tertutup, aku juga jarang terlihat bergaul dengan anak seusiaku. Tapi, siapa peduli toh, aku yang menjalaninya. Kata seorang pria "Selalu ada alasan di setiap sikap manusia dan selalu ada hal yang tidak terduga di belakangnya". Aku selalu mengingat kata kata itu sejak aku duduk di bangku SMA hingga saat ini. Laki laki itu yang mampu mengubah jalan pikirku dengan kata kata bijaknya. Padahal, dia hanyalah seorang pembully yang kebetulan menjadi bijak, karena telah menerima pencerahan yang entah dari mana datangnya. Karena dia, semua prinsipku jadi berubah. Aku menjadi manusia yang lebih baik saat ini, karenanya. Aku ingin berterima kasih padanya. Meskipun, awal pertemuan kami bisa dikatakan, tidak baik. Satu hal lagi yang aku hampir lupa. Aku adalah seorang gadis dengan kepribadian yang bisa dikategorikan...... 'misterius'.

.
.
.

Sejujurnya, ada satu orang lagi yang ingin kuceritakan. Tapi, aku tak ingin menceritakannya secara detail. Karena aku tak tahu apa yang terjadi padanya kini. Yang pasti, ia telah banyak membantuku. Ia yang selalu menyelamatkanku dari tindakan keji Azka. Dia bagai penyelamat bagiku. Selalu menjagaku, meskipun terkadang aku merasa risih. Ia selalu datang disaat aku butuh. Dia, sahabatku, Alvaro Gavriel.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 10, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Timeless.Stories to obsess over. Discover now