Gadis itu berulang kali menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa hari ini akan berjalan menyenangkan.
Tapi sepertinya itu tidak berguna. Tidak ada keyakinan dan kepercayaan diri bagi gadis bertubuh gempal itu. Tidak akan ada hari yang menyenangkan baginya disekolah.
Bagi Anya Meriska, sekolah adalah tempat orang-orang sombong yang terus menerus mengolok-ngoloknya. Tempat yang sangat ingin dihindarinya. Tapi nyatanya tidak bisa ia lakukan karena dia harus tetap bersekolah, ada cita-cita yang ingin digapainya. Dan bersekolah adalah jalan untuk merengkuh cita-cita itu.
"Non, yakin berhenti disini?" Pak Santoso, supir keluarganya bertanya pada sang nona besar.
Anya mengangguk sambil tersenyum, "Anya mau jalan kaki saja pak, sekalian olahraga." Gadis yang memasuki masa puber itu berusaha untuk tersenyum lebar.
Pak Santoso menatap sang Nona besar dengan tatapan bertanya-tanya. Sudah sering kali Anya menyuruhnya menghentikan mobil jauh dari gerbang sekolah dan memilih berjalan kaki. Ia khawatir, juga kasihan jika terus membiarkan anak semata wayang bosnya melalukan hal seperti ini terus menerus.
"Bapak antar saja sampai kedepan gerbang ya Non? Nanti Non capek malah ndak fokus belajar." Tawar Pak Santoso lagi.
Dengan senyuman yang diusahakan selebar mungkin, Anya kembali menolak.
Setelah berpamitan, Anya segera menarik ransel besarnya dan keluar dari mobil. Perlahan, ia berjalan menuju arah gerbang sekolah. Dia memang sengaja turun jauh dari gerbang sekolah, tidak ingin menarik perhatian teman-teman sekolahnya dengan turun dari sebuah sedan mewah keluaran Eropa seri terbaru milik sang ayah yang jelas akan menarik perhatian tiap orang.
Anya Meriska memang bukan anak perempuan biasa. Dia adalah anak dari pemilik perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Tapi gadis itu memilih untuk tidak memamerkan kekayaan orang tuanya. Teman-temannya juga tidak akan percaya jika Anya mengatakan bahwa dia adalah anak dari seorang konglomerat. Penampilan Anya jelas tidak mendukung hal tersebut.
Anya, semenjak kecil memang memiliki tubuh yang sehat, dalam artian gadis ini memiliki selera makan yang luar biasa dan tidak bisa dibendung. Karena kedua orang tuanya sibuk bekerja, maka tidak ada yang bisa mengontrol makanan yang Anya santap. Hingga memasuki Sekolah Menengah Atas, berat badan Anya melebihi batas normal untuk anak seusianya.
Awalnya Anya merasa tidak masalah dengan bentuk tubuhnya yang berlebih. Tapi ketika memasuki SMA ternyata berat badan menjadi masalah untuknya. Karena disini Anya mulai menjadi bahan olok-olok teman-temannya.
'Anya gendut!', 'Anya lo obesitas!', "Lo makan berapa bakul, Nya?!'
Itu adalah kalimat yang sering dia dengar. Tapi Anya selalu mencoba untuk tidak memasukkan semua kata-kata jahat itu kedalam hatinya. Dia tidak ingin menyimpan dendam dengan setiap cemoohan yang diterimanya. Tapi lagi-lagi Anya hanya gadis kecil yang terkadang bisa sakit hati jika mendengar cemoohan berlebihan yang ditujukan kepadanya.
Semakin hari, Anya semakin kehilangan kepercayaan diri karena semakin banyak yang mulai mengata-ngatai nya. Bukan hanya bentuk tubuhnya, tapi juga wajahnya yang kini dipenuhi oleh jerawat dengan ukuran cukup besar juga menjadi bahan olokan. Ibunya pernah berkata bahwa jerawat di wajah Anya bisa saja karena faktor hormonal. Dia sudah mengunjungi beberapa dokter kulit untuk memecahkan masalah jerawat yang makin lama semakin parah di wajahnya, tapi sayangnya berbagai obat dan cream tidak mempan untuk Anya saat ini.
Sekarang dia bukan hanya diejek 'gendut' saja, olokan baru untuknya bertambah. Kini dia susah dijuluki 'si toko jerawat berjalan'.
Memang tidak semua teman-temannya mengolok-ngolok Anya, ada juga satu dua teman yang memang tulus mau berteman dengannya. Tapi mereka tidak terlalu dekat, hanya sekedar berteman saja. Tak jarang juga yang mau berteman dengannya adalah orang-orang yang memanfaatkan kebaikan dan kepintaran Anya saja.
Dia bukan gadis bodoh, Anya memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Itu yang kadang dimanfaatkan oleh beberapa orang yang mengaku sebagai temannya.
Dan sebagian lagi memang ditakdirkan untuk terus mengolok dan merendahkannya dengan semua sebutan dan hinaan mereka. Kesal? Jelas. Sedih? Jangan lagi ditanya.
"Woy gembrot! Minggir! Ngalangin jalan aja badan lo!" Teriak seorang remaja laki-laki pada Anya.
Anya yang sedang berdiri didekat pintu masuk kelasnya, langsung menyingkir setelah lelaki itu menubruk bahunya dengan kasar.
Kembali Anya menarik nafas pelan, sudah biasa dia mendengar perkataan seperti barusan. Apalagi dari remaja lelaki itu, dia memang menyebalkan dan yang paling sering mengolok-olok Anya. Padahal Anya tidak pernah merasa berbuat salah padanya.
Ketika sampai di meja yang berada di belakang kelas, Anya langsung duduk. Meletakkan tasnya di kursi kosong yang berada disebelahnya. Dia memang duduk sendiri, tidak ada yang mau duduk semeja dengannya pada semester ini.
Anya sudah terbiasa. Tidak masalah baginya. Manusia memang terkadang sering membuat kecewa dan mengecewakan.
****
Hay hay pembacaku tersayang,
Untuk hari ini author kasih harga promo untuk PDF lama yang ready...
Untuk harga promonya :
Beli 1 pdf 25k
Beli 10 pdf harga 50k
Beli 36 pdf harga 150k
Ini untuk PDf yang ready dan berlaku promonya yaa :
True love
The beauty one
The beauty one 2
Natasha
The star
Ex wife
Eternal love
Hira atmojo
Jennifer's wedding
Back to evil
My possessive girlfriend
Great life
Mr. Duda
Aruna
Truely madly in love
The scandal
Fake love
Istri Kedua Ben
Forever Yours
My Hani Honey
Liliana
My lovely livi
Hope
Nyonya besar
My Honey Hani 2
Dalang dibalik duka
Hope 2
Viviane
Your Favorite Mistress
Wanita Kedua
Dunia Dita
Terjebak di Rumah Mertua
Life After rujuk
Lika Liku Luka
Step Mother
Complicated
Jika berminat bisa langsung chat author ke 082286282870.. XOXO
YOU ARE READING
True Love
RomanceTentang Yuza yang bertemu dengan teman semasa SMAnya, Anya. Anya yang membawa banyak perubahan besar dihidupnya yang monoton dan disiplin. Tentang Anya yang ternyata perlahan tapi pasti mengisi kekosongan hatinya. Tentang Anya yang bertemu kembali...
