Dahulu kala, berteman bayangan
Aku beranjak dari kampung halaman
Berbekal doa dan harapan
Pergi menyelusuri lorong-lorong perkotaan
Mencari makna kehidupan
Berjalan menapaki bukit yang tinggi
Menginjak duri bagaikan menari
Berlari, berlari dan terus berlari
Ntah dimana arti hidup yang ku cari
Telah bermil-mil jarak yang ku jalani
Telah luas lautan yang ku sebrangi
Dan telah lahap api membakar padi
Tapi tidak ku temukan jawaban hidup yang ku cari
Sore ini, sebelum matahari bersembunyi
Tiba-tiba teringat kembali
Nikmat telor dadar dicampur nasi
Dan suasana kampung di malam hari
Ah Ibu. . .
Sepertinya aku akan segera menemuimu
Untuk perihal rindu
Setelah selesai menuntut ilmu
