Saat Pertama

15 3 2
                                        

[Aku lupa kapan aku menulis ini, yang jelas ini adalah tentang hati, ya hatiku yang berbicara, tentangmu, tentang dirimu seorang] :
Sejak pertama jumpa, mataku tak dapat berpaling, hatiku tak dapat berhenti merasa, jantungku berdegup kencang, jemariku serasa dingin, saat itu, saat pertama bertemu dengan mu.

Aku tak pernah berhenti mengingatmu walau satu hari saja, karena bagiku kamu adalah hari-hariku, dalam doa-doaku selalu terucap namamu, dalam tiap hembusan nafasku aku teringat akan dirimu, matamu yang bening seperti embun pagi, senyummu yang manis seperti gula pasir, tawamu yang begitu ceria, nada bicaramu yang indah, aku menyukai semuanya tentang dirimu.

Tidak pernah kusangka bisa bertemu denganmu, namun jika dalam setiap pertemuan ada perpisahan, maka, aku tidak akan pernah mau berpisah denganmu, mungkin kita hanya sebatas saling memgetahui nama, tanpa saling mengetahui rasa, mungkin hatimu sudah ada yang punya, namun ya, cinta itu adalah prinsip, jika kamu mencintai orang lain cintailah dia, namun, aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu.

Aku hanya akan luluh lantak dalam dunia yang fana ini jadi biarlah aku hancur, sehancur-hancurnya,lupakanlah aku jangan mengingatku, tapi aku tidak mau kamu membenciku, aku tidak mau kmu melupakanku, maka cukup ingat aku yang dulu, setelah itu anggap aku telah tiada dalam dunia.

Bandung [sejak bertemu higga sekarang]

Vous avez atteint le dernier des chapitres publiés.

⏰ Dernière mise à jour : Jun 10, 2018 ⏰

Ajoutez cette histoire à votre Bibliothèque pour être informé des nouveaux chapitres !

PertemuanDes histoires addictives. Découvrez maintenant