Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Sebuah Diary

123 6 0
                                        

Menurutku Sahabat adalah separuh bagian yang terdapat dalam hati ku.
Ya itu sih menurutku.
Entah mengapa, waktu bagaikan mesin pemotong yang mencoba untuk memisahkan antara aku dengannya.

Karena memang keputusan keluarga dia sangat berbeda dengan apa yang aku harapkan.

Seperti firasat ini, sesuatu yang menurutku mengerikan akan menimpa kepada Putri Kecil mereka atau yang sering kusebut dia sebagai TBFF (The Best Friend Forever).

Pada hari itu Dia memberitahuku jika, ia bersama keluarganya akan pergi besok.
Lalu aku pun bertanya.
"Mengapa? Apakah kisah selama ini yang kita buat bersama akan berakhir karena sebuah profesi?".

Dia pun menjawabnya sambil tersenyum.
"Apa yang dapat aku perbuat?, aku hanya seorang putri kecil yang harus menuruti perintah raja serta ibu ratu, dan sebenarnya kisah kita ini tidak akan berakhir sampai disini, karena firasatku mengatakan jika sesuatu yang mengerikan menjadi penyambung, serta hal itu merupakan jembatan cerita kisah kita selanjutnya".

Hujan tak turun, namun air keluar dari mata tetes demi tetes.
Sebenarnya keluarga ku dengannya sangat dekat, sehingga ketika ia dengan keluarganya memutuskan untuk pindah rumah, kita pun mencoba untuk mencegahnya dengan memberikan sebuah bantuan, tetapi hasilnya nihil.
Karena pada masa itu dan memang sampai sekarang uang merupakan sebuah benda yang sangat diagungkan oleh beberapa orang.

Mengenai alasan mereka berpindah, tak lain tak bukan adalah sebuah perusahaan luar kota yang merekrut ayah si TBFF (The Best Friend Forever) untuk bekerja disana.

Oh ya, sebenarnya aku dengannya memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang seperti biasanya, yaitu firasat yang sangat kuat.

Pagi pun tiba, waktu itu tepat pukul 8 aku melihat mobil pengangkut barang membawa beberapa benda di rumah mereka.
Aku dan keluarga pun menghampiri keluarga sahabatku itu.

Pada saat itu air terus mengalir perlahan dari mata.
Akhirnya tak beberapa lama waktu perpisahan pun tiba.
"Apa kita akan bertemu lagi?" Kataku padanya.
"Ya, sudah kubilang firasatku tak akan membohongi".

Kata - kata manis tersebut membuat hatiku sangat luluh, sehingga semua kecemasanku semakin mereda.
Ia pun lalu berkata.
" Jika kita bertemu di lain waktu, kita tidak akan hanya menjadi sahabat namun pasangan yang banyak memiliki kisah menarik dalam hidupnya".

Pipiku tiba-tiba memerah bagaikan dua buah tomat.

Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan aku bersama keluargaku.

Namun benar apa katanya, karena diwaktu ini aku dapat merasakan keberadaannya.

Inilah awal kisahku dimana sahabat menjadi cinta.

Tulisku dalam sebuah buku yang kusebut dengan diary.


Tulisku dalam sebuah buku yang kusebut dengan diary

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


*M Z R*
#Weird School

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 04, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Weird SchoolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang