Awal Kehancuran

286 17 5
                                        

Sinar mentari yang masuk kedalam rumah melalui jendela yang di biarkan terbuka begitu saja,membawa udara sejuk dipagi hari.

Pagi ini Alya sudah siap memakai pakaian terbaiknya karena ingin bertemu andrea kekasihnya untuk merayakan hari jadian mereka yang ke 4 tahun,dengan senyuman Alya menuruni anak tangga karena sosok yang di tunggunya telah datang menjemputnya.

"Hai sayang. Lama yah nunggunya?maaf yah,aku tadi dandannya kelamaan kan tau sendiri cewe itu ribet kalau soal dandan"ucap Alya di iringi dengan senyuman.

"Iya sayang. Belum lama kok aku juga baru nyampe yah udah ayo kita berangkat sekarang"Ucap andre membalas senyum Alya tak kalah manis diiringi Mengecup kening Alya.

Kecupan Andreas hangat,dan menenangkan sama seperti biasa. Tetapi saat Andre mengecupnya ada perasaan aneh yang dirasakan Alya seperti Ia takut akan kehilangan sosok Andre.

Alya dan andre memasuki mobil dan sepanjang perjalanan tidak ada obrolan diantara mereka berdua hanya keheningan,kebisuan dan rasa canggung. Hingga akhirnya Alya membuka suara memecahkan keheningan di antara mereka.

"sayang kita mau kemana sih?kok dari tadi gak nyampe-nyampe emang jauh ya?bete deh dari tadi diam-diaman mulu"Keluh Alya.

"Kita akan ke suatu tempat yang indah sayang,kalau aku kasih tau kan jadinya gak suprise"ucap andre dibalas senyuman lalu mengelus puncak kepala gadisnya.

"Iyah deh supaya suprise,tapi aku penasaran Ndre kita kan kemana sih dari tadi gak nyampe-nyampe"keluh Alya.

"Pacar aku kok bawel banget sih,aku akan bahagiain kamu hari ini"ucap Andre menelus puncak kepala alya.

"Aku itu tiap hari bahagia sama kamu Ndre,Kebahagian aku itu ada di kamu"

"aku gak mau kehilangan kamu,pokoknya kamu gak boleh ninggalin aku,aku maunya bareng kamu terus"balas Alya manja.

"maaf liya,tapi aku gak bisa janji akan hal itu lagi"batin Andre.

"Hm,aku sayang kamu liya"ucap andre bergetar.

Perasaan aneh Alya kembali muncul setelah kalimat yang diucapkan Andre terakhir. Tiba-tiba Alya merasa hatinya nyeri,dan sakit.

Untuk melupakan perasaan aneh tadi alya mencoba tidur sejenak berfikiran mungkin sajah dia lagi kurang enak badan.

Empat jam perjalanan yang begitu melelahkan Andre dan Alya telah sampai. Sebelum membangunkan Alya Andre mencoba memperhatikan setiap lekuk-lekuk wajah kekasihnya itu yang tidur begitu tenang hingga tiba-tiba air mata Andre jatuh.

"gak gue gak boleh nangis"batinnya.

Andre pun membangunkan Alya dengan hati-hati.

"yang"

"ayo bangun"

"yang ayo bangun kita udah nyampe loh"ucap andre,dan alya pun perlahan-lahan membuka matanya.

"udah nyampe yah yang?"ucap Alya dengan wajah ngantuk.

"iya yang,ayo keluar aku tungguin diluar yah"ucap Andre.

"ih kamu jahat deh,masa ninggalin aku sih"rengek Alya,lalu kemudian turun dari mobil bersamaan dengan Andre.

Setelah berjalan kaki beberapa menit tempat yang mereka tuju sudah didepan mata. Alya tak habis-habis memuji tempatnya berdiri sekarang mulai dari pemandangan alam,sungai,bunga-bunga,dan gunung-gunung yang menjulang tinggi.

TAKDIRWhere stories live. Discover now