''Ahh! "

Jeno melesakkan kepalanya di bantal sesaat setelah Jaemin membalik posisi mereka, secara perlahan kesadarannya mulai terkikis dan segalanya berubah menjadi biru, sekarang ini Jeno sudah sibuk mendesah dan pasrah menerima segala bentuk serangan gairah yang dominan ini berikan.
.
.
.
.
Waktu berjalan terasa sangat lambat,
Jeno menggigit bahu Jaemin dengan keras mungkin sampai mengeluarkan darah karena rasanya pedih sekali, tapi rasa pedih itu jelas tidak sebanding dengan apa yang saat ini tengah Jeno rasakan, sudah lebih dari satu setengah jam dan Jeno masih menunggu sang dominan bekerja untuk mencapai pelepasannya.

"Ngehhhh..."

Jeno mengerang sembari menahan seluruh rasa sakitnya, rasanya kedua kakinya sudah kebas dan mati rasa karena terlalu lama terbuka sementara Jaemin masih belum mengeluarkan tanda-tanda bahwa ia akan sampai, Jeno tidak mengerti kenapa kali ini dominan itu butuh waktu sangat lama hanya untuk keluar, padahal sebelumnya Jaemin sudah keluar empat kali dalam waktu satu malam saja.

"Ah!"

Jeno memekik saat Jaemin kembali mengganti posisinya. Oh God, Jeno tidak tahan! Ia ingin berhenti karena punggungnya sudah sangat panas akibat terus bergesekan dengan ranjang, ia ingin menyudahi pergumulan panas yang telah membuatnya 'lepas' dua kali tapi ia tidak berani mengatakannya langsung kepada Jaemin karena dominan itu bahkan belum mencapai kepuasannya. Jeno gamang dan tidak tau harus bagaimana sampai akhirnya desahannya berhenti dan itu berhasil mengalihkan perhatian Jaemin.

"Ada apa?"

Jaemin bertanya sembari menatap Jeno dengan pandangan tidak mengerti sementara Jeno tidak langsung menjawabnya karena ia merasa tidak enak hati, ia hanya berulang kali melirik mata Jaemin berharap alpha itu mengerti tanpa ia harus mengatakannya, gelagatnya cukup jelas dan Jaemin seharusnya bisa merasakannya tapi alpha itu hanya tersenyum teduh dan mengulang kembali pertanyaannya.

"Tidak apa-apa katakan saja omega, ada apa?" Jaemin bertanya sekali lagi dan meyakinkan Jeno untuk mengatakan apa yang terjadi, Jaemin membelai pipinya agar omega itu merasa nyaman

"K-kenapa lama sekali..." demi apa, sekarang wajah Jeno benar-benar sewarna tomat

"Huh...?" Jaemin mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti, Jeno yang menyadari betapa lamban otak sang alpha bekerja hanya bisa mendengus kesal

"Alpha, punggungku sakit, kenapa kau 'keluar' lama sekali?!" Jeno berujar keras sembari menggoyang pinggulnya membuat sesuatu yang masih terhubung dibawah sana semakin melesak masuk, aah!~ keduanya mendesah bersamaan, sial sudah bersikap lacur begini jika sampai Jaemin tidak peka juga Jeno bersumpah ia akan menendang alpha itu keluar!

"... N-nde..." Sementara itu Jaemin menggeram dan mencoba menahan seluruh gejolak yang menyengat libidonya, sebenarnya sejak awal Jaemin bukanya tidak mau keluar, ia mau jelas mau sekali hanya saja ia tidak bisa atau lebih tepatnya tidak boleh.

Jaemin sadar kondisi tubuhnya saat ini berbeda dari kemarin karena kemarin ia sudah menghabiskan sebagian besar soul loop-nya untuk aktifitas di sekolah dan meski kemarin ia masih mampu 'mengisi' Jeno hingga empat kali tapi aktifitas itu tidak akan menghasilkan apa-apa,  dan itu jelas berbeda dengan sekarang, sekarang ini ia sedang dalam keadaan prima setelah ia beristirahat semalam jadi Jaemin paham benar jika sekarang ia keluar maka itu artinya ia akan benar-benar 'keluar' dan mengikat Jeno selamanya.

Jaemin merasa ia tidak boleh mengikat Jeno sembarangan tanpa persetujuan darinya, ia sudah menahanya setengah mati tapi apa yang baru saja Jeno lakukan seolah menghancurkan seluruh pertahanannya. Bolehkah Jaemin menganggap jika Jeno benar-benar siap dan mau menerima 'ikatan' darinya?

You've Fallen For Me (Jae💚No)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang