Stay with me

2K 183 63
                                                  

.
.
.

HAPPY READING !

.
.
.

Someone POV. 

          Beruntung. Adakah kata itu didalam kamus hidup kalian? Jika memang ada, tolong beritahu aku bagaimana rasanya bisa memiliki sebuah keberuntungan. Karena, aku membutuhkan sebuah keajaiban dan sedikit keberuntungan saat ini. Saat dimana aku ingin menyatakan perasaanku yang terpendam pada seorang yang aku sukai.

Mungkin tidak akan jadi masalah seandainya aku ini seorang gadis yang berpenampilan cantik dan menarik, yang setidaknya memiliki sedikit modal percaya diri berharap cintaku akan diterima oleh pujaan hati.

Tapi sayangnya aku tidak seperti itu.

Tidak percaya...? Coba kalian tengok lah penampilanku saat ini, bisa dikatakan penampilanku jauh dari kata modis. Kacamata super tebal, rambut yang kusisir rapih dengan tambahan pomade yang membuat rambutku tampak licin, belum lagi ditambah dengan setumbuk buku pelajaran yang harus selalu aku bawa kemana-mana. Selain itu, gaya berpakaian ku juga sering dikatakan kuno oleh semua orang.

Hmm, tapi sayangnya dengan penampilan yang seperti ini bukan berarti aku adalah anak yang pandai dan selalu mendapat rangking satu di kelas. Justru sebaliknya, Intelligence Quotient-ku rendah aku harus belajar 10 kali lipat lebih keras dari pada orang lain hanya untuk menyerap satu materi mata pelajaran saja.

Menyedihkan bukan?

Oleh sebab itu wajar 'kan jika aku bukan termasuk golongan orang yang memiliki tingkat percaya diri yang tinggi untuk menyatakan persaanku kepada pemuda itu yang notabene memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan jauh diatasku.

Ya, orang-orang bilang dia adalah calon Alpha superior, sedangkan aku? Aku hanyalah seorang bocah dungu yang bagai pungguk merindukan bulan. Dan point yang paling penting dari itu semua yaitu karena aku adalah seorang anak laki-laki.

Ya. Laki-laki, dan tidak, kalian tidak salah dengar dan jangan repot-repot untuk konsultasi ke dokter THT, karena semua yang kalian dengar itu benar.

Satu lagi kenyataan yang menohok-ku dan membuat ku semakin mengalami krisis percaya diri hingga titik terendah adalah karena aku seorang anak laki-laki.

Tapi aku juga tidak bisa dikatakan gay sepenuhnya.

Mencoba mengelak'kah? Tidak! aku sedang tidak mencoba untuk melakukan itu sekarang, aku bisa mengatakan diriku tidaklah gay sepenuhnya karena hanya padanyalah aku bisa merasakan persaan yang seperti ini, hanya pada dirinya tidak dengan pemuda lain, aku juga tidak mengerti kenapa tapi paman Yuta bilang jika aku jatuh cinta kepada sesama jenis-ku maka ada kemungkinan aku adalah seorang omega.

Aku benci ini tapi pamanku bahkan meragukan jika aku ini kelak akan tumbuh menjadi seorang Alpha yang kuat. Hah, aku berharap hari esok segera datang dan usiaku segera genap 16 tahun agar aku tau setatus alami ku yang sebenarnya

Aku berani bertaruh aku ini bukan omega! Tapi jika aku bukan omega kenapa aku bisa jatuh hati padanya? Oh ya ampun entahlah... Yang jelas perasaan ini sudah tumbuh sejak lama, sejak kami berdua masih sama-sama berada di bangku sekolah dasar.

Oh, Lee Jeno seandainya kau tau itu.

.
.
.

Saat ini aku sedang manatap pemuda itu, dan dari kejauhan tentu saja. Sekarang ia sedang duduk sendirian sembari membaca 'em, mungkin sebuah novel?' Entahlah, yang jelas jika dilihat dari raut wajahnya sekarang ia tampak sangat santai.

You've Fallen For Me (Jae💚No)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang