Jannice merapatkan selimut putri kecilnya
"Tidur lah B mom akan membacakanmu sebuah dongeng"
Jannice duduk di sebelah Bryony dengan sebuah buku dongeng bergambar klasik di tangannya. Bryony menatap wajah jannice dengan mata coklat hanzelnya.
"Tapi aku tak suka dongeng momy,aku bosan"
Bryonny sibuk memilin telinga kelinci putih miliknya dan menarik nariknya sedikit.
"kalau begitu mommy nyanyikan lullaby?"
Bryony menggeleng pelan.
"No momy, aku terlalu besar untuk sebuah lullaby "
Janice mengangguk, kemudian mengelus rambut B pelan kenudian mengecup kening gadis cilik itu. Janice khawatir karena gadis kecil itu sering terbangun saat malam tapi tidak pernah menangis memanggilnya. ia ingat saat itu ia terbangun saat subuh karena suara dari arah dapur ternyata B menjatuhkan gelas plastiknya, B bilang ia tidak bisa tidur dan haus. Janice pun menolong putrinya tapi wanita itu khawatir karena bukan sekali itu saja ia mermergoki B yang berkeliaran saat malam, tapi B sering terbangun karena mimpi buruk dan Bruce sering berkata B akan mengetuk kamarnya dan tidur di sana.
"momy akan pergi, tapi panggil momy jika butuh sesuatu"
akhirnya B mengangguk kemudian memejamkan matanya.
Janice meninggalkan kamar putrinya kemudian masuk ke kamarnya di sana suaminya William Chase sedang melihat laptopnya.
"Dia sudah tidur"
suaminya berbalik dan mengangguk.
"ya, kita tunggu saja mungkin sesuatu terjadi"
Di sana, di layar itu menampakkan Bryony yang sedang tidur.
"mungkin ini akan bekerja, kita tidur saja dan lihat jika sesuatu terjadi"
Will menaruh laptopnya di atas dashbor, kemudian ia menyusul ke kasur bersama Janice.
...
sesuatu yang dingin menyentuh kulit Bryony, elusan demi elusan menerpa wajahnya dari leher rambut hingga bibir. Bryony yang terjaga takut membuka matanya, gadis kecil itu masih menutup rapat matanya erat erat takut
sesuatu yang menyentuhnya tahu ia hanya pura pura tertidur.
"Aku menemukan mu..."
Bryony mengatur napasnya, jantungnya mulai berdebar keras saat suara itu menerpa telinganya.
Bruce..momy..dady...Greg
Bryony terus menyebut nama nama yang ia harap ada disini sekarang, mengucapnya seerti mantra.
Greg! bangun! kumohon kali ini Greg!
B memanggil kakaknya dalam hati yang masih tertidur nyenyak di ranjang sebelahnya.mereka hanya di pisahkan oleh satu meja kecil dengan lampu tidur yang mungkin mati sekarang karena dri kelopak mata Bdapat merasakannya.
Angin berhembus menerpa wajah B sehingga membuat ujung jarinya nenjadi dingin namun sesatu yang menimpanya bahkan hawa dingin di depan wajahnya tak mau hilang. tiba-tiba sesuatu yang dingin menyentuh bibirnya,kali ini itu begitu dingin dan lama menulusup dalam mulutnya, mengecapnya. B menahan tangis dan suaranya untuk berteriak. badannya mulai begetar. Namun sebuah isakan kecil keluar dari mulutnya yg terkunci karena kehabisan napas Bmulai begetar sesuatu itu menekan lehernya membuatnya agak sesak namun perlahan itu mengendur dan menghilang membuat B cepat cepat membuka matanya. mata gadis kecil itu merah dan berair B mulai menangis pelan, di lihatnya jendela kamarnya dan Greg terbuka, namun Greg tidak bangun, bocah laki laki itu malah makin merapatkan selimutnya masih di selimuti mimpinya.
YOU ARE READING
LULLABY
RandomBryony tahu ada sesuatu yang salah tentangnya sejak kecil,mengalami insomnia tak biasa dan mimpi-mimpi yang aneh terus menghantuinya. mimpi itu selalu sama tentang seorang pria berambut hanzel yang di hukum mati dan seringai jahat dan bengis d...
