•1• PROLOG

371 51 110
                                        

"Sagara, ... Aku benci nama itu, jadi kupastikan semua orang memanggilku dengan panggilan saga tanpa ra. Tidak ada alasan apapun, aku hanya tidak menyukainya. Tidak boleh?" Katanya dengan lancar. Dia duduk di bangku dengan kamera di hadapannya serta beberapa orang di belakang alat itu, terlihat sedang proses wawancara di sebuah ruang kelas. "CUT!" teriak pak sutradara dengan wajah frustasi, dia bahkan mengacak-ngacak rambutnya. Sementara itu, saga tidak menunjukkan ekspresi apapun, hanya saja wajah dinginnya itu beberapa kali terkena cahaya matahari pagi dari jendela ketika tirainya tersingkap oleh angin, itu mungkin akan membuat wajahnya lebih hangat untuk dilihat. Dia bahkan terlihat seperti pangeran dengan seragam sekolahnya, menakjubkan bukan. "Oke saga, kita sudah melakukan ini satu jam. mohon jawab pertanyaannya dengan sederhana," kata salah satu juru kamera sambil memberi sebotol air mineral kepada laki-laki itu. Saga merimanya, dia mulai meminum air itu dan memberikkan sisanya kepada juru kamera tanpa menutup botolnya, "Tayangkan saja di channel sepi mu itu jawaban terus terangku, bukankah mereka hanya ingin melihat wajahku dibanding apa yang aku bicarakan?" kata saga dengan cukup lantang sambil membenarkan rambutnya. Para kru tidak ada yang menimpalinya, mereka hanya mengangguk pasrah karena sudah malas meladeni saga.

Di sisi lain, seorang siswa perempuan mengintip di luar kelas lewat jendela yang tirainya tersingkap, dia memerhatikan saga sejak satu jam lalu sambil berdiri, "ini wawancara atau sedang syuting film?" tanya nya kepada diri sendiri dengan suara pelan, "Duh, pegel. kapan giliran aku" lirihnya dengan bibir yang semakin mengerucut. "PERMISI!" teriak seorang siswa laki-laki dari arah pintu masuk ke kelas, dimana saga tengah dalam sesi wawancara. Siswa laki-laki itu tersenyum sambil terus melangkah, menghampiri saga. "CUT!" teriak pak sutradara, "Hey! kau tidak boleh mengganggunya" teriaknya lagi kepada siswa laki-laki yang kini telah berdiri tepat di hadapan saga. Di luar, siswa perempuan itu hanya menganga tidak bisa berkata-kata, dia menggeleng-gelengkan kepala. Saga ikut bangkit, kini mereka berdua saling berhadapan, mata bertemu mata. "Aku tidak bicara dengan sembarang orang," jelas saga sambil menaikkan dagunya yang tajam. Siswa laki-laki itu menaikkan salah satu alisnya, "Aku hanya ingin memberi tahumu sesuatu" timpalnya. Saga tidak merespon, dia berjalan melewatinya, "aku rasa sudah cukup, aku akan pergi" katanya kepada para kru disana. "SESEORANG MENGINTIP MU, DI SANA... KAU MELIHATNYA?" teriak siswa laki-laki itu sambil menunjuk dengan tangannya keberadaan siswa perempuan itu. Semua orang diruang itu, termasuk saga langsung menoleh kearah yang ditunjukkan. Siswa perempuan itu gelagapan, dia tidak tahu harus bagaimana, "Hai!," kini dia melakukan hal yang bodoh, melambaikan tangannya sambil tersenyum kikuk, rasanya mau pingsan. Siswa laki-laki itu terkekeh, dia puas dengan apa yang dilakukannya. Sementara itu, saga hanya menatap siswa perempuan itu cukup intens sampai akhirnya siswa perempuan itu pingsan dan tubuhnya cukup keras terjatuh ke lantai, itu akan sakit.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

VIDEO SINGKAT WAWANCARA SELURUH SISWA/i BARU ANGKATAN 2023/2024

NOTED

1. SAGARA (WAJAH DINGIN)

2.JUNE ( LAKI-LAKI RESEH TADI ) &

3. SARRA ( KAMU SUDAH BANGUN? RUPANYA KAMU CUKUP KUAT )

Pewawancara : Coba perkenalkan diri kamu? [1.Sagara ] [2. June, hari ini saya berumur 17 tahun, lebih 6 hari kayaknya, hobi saya... ga punya hobi jadi hobi saya, ya ga punya hobi] [3. Ee..ee, ini udah mulai?]

Pewawancara : Oke. apa harapan kalian selama sekolah di sini? [1. oke pertanyaan selanjutnya] [2. Harapan saya sih pengen lulus aja, hehe] [3. mulai aja ni ngomong?]

Pewawancara : pertanyaan selanjutnya, apa cita-cita kalian setelah lulus dari sini? [1. kamu enggak liat ayah saya?] [2. jadi suami yang baik] [3. Saya sarra, r nya dua kali ya. harapan saya adalah menjadi murid teladan dan cita-cita saya adalah menjadi orang yang bermanfaat bagi kehidupan berbangsa bernegara seperti]

Pewawancara : Oke, selanjutnya. Ada yang ingin disampaikan untuk diri kalian tiga tahun kedepan? kita akan memutar rekaman ini saat acara kelulusan nanti, silahkan. [1. Tidak ada yang ingin aku sampaikan] [2. yeay, akhirnya kamu lulus juga!] [3. emmm, semoga kamu sudah menjadi siswa teladan dan bermanfaat bagi warga sekolah]

Pewawancara : ini pertanyaan selanjutnya, apakah kalian akan jatuh cinta di masa sma ini? [1. mungkin, aku masih manusia tapi tidak ada yang layak dengan ku] [2. aku sudah jatuh cinta] [3. tidak, aku akan focus pada sekolah dan sukses dimasa depan, hehe kayaknya]

Pewawancara : Oke terimakasih kepada kalian semua. Terakhir, jika inni sebuah film, genre apa yang ingin kalian dapat selama sekolah di sini? [1. documenter] [2. Aksi?] [3. k-pop?]

Pewawancara hanya tersenyum:)

CUT!





(Hai readers bad or ice, sorry.. aku rewrite ceritanya. Tapi masih dengan jiwa mereka.. hanya saja ditambah bumbu fiksi! See you!)

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 17, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

SWITCHEDStories to obsess over. Discover now