Fallen

162 15 0
                                        

Suara hentakan kaki yang ditimbulkan dari sepatu cats yang Minkyung kenakan memenuhi lorong tersebut, lorong penghubung antara instalasi farmasi dengan pintu keluar menuju tempat mobilnya terparkir, apoteker muda ini baru saja menyelesaikan pekerjaanya, pekerjaan yang tidak banyak menguras tenaga namun ketelitian dan ketangkasan sangat diperlukan. 

Di pintu ujung lorong, ia berpapasan dengan dokter Jeon Wonwoo, tampaknya dokter dengan mimik datar namun menawan ini baru juga selesai dengan pekerjaanya dan bergegas pulang kerumah. 

Minkyung membungkuk sopan dan dokter Jeon membalas kemudian.

"Selamat malam dok." Ucap Minkyung dan tak lupa senyum terbaiknya.

"Malam Minkyung-ssi, kau baru saja selesai?" Jeon Wonwoo mencoba memulai percakapan ringan.

Minkyung mengangguk. "Ya begitulah, saya harus mengurus surat pembelian obat psikotropika dan narkotika." 

"Oh begitu, apakah semuanya berjalan dengan baik?" Jeon Wonwoo kembali bertanya dan saat itu juga keduanya mengambil langkah bersamaan. 

Mereka melanjutkan percakapan hangat tersebut, dokter dan apoteker akan selalu memiliki ribuan topik walaupun obrolan tersebut tak berada jauh di dalam lingkup kesehatan.

Minkyung melihat pantulan bayangan dirinya di pintu kaca besar rumah sakit, walaupun pintu kaca tersebut memantulkan bayangan buram, beruntung dirinya masih berpenampilan layak setelah 8 jam bekerja, berkutat dengan data-data, pasien, dan ribuan obat, karena dia tak ingin Jeon Wonwoo melihatnya berpenampilan buruk. 

Minkyung menyimpan perasaanya kepada dokter spesialis mata tersebut semenjak dia bekerja di rumah sakit umum itu, Minkyung menyembunyikan perasaanya kepada Wonwoo, ia hanya bercerita kepada teman satu kerjanya tentang rasa cinta terhadap Wonwoo.

Wonwoo dan Minkyung berpisah di areal parkir. Minkyung tak melepas pandangannya kepada Wonwoo, sampai Wonwoo benar-benar hilang dari penglihatan Minkyung. 

Saat dalam perjalanan pulang Minkyung membayangkan betapa manisnya momen singkat bersama Wonwoo tadi, ia senang bisa jadi lawan bicara Wonwoo tadi, mengetahui apa yang Wonwoo lakukan, dan dia pun cerita kepada Wonwoo apa yang dia lakukan.

Konsentrasinya terfokus kepada lelaki itu, padahal Minkyung sedang mengendarai mobil sekarang, semoga saja tidak terjadi sesuatu akibat dari kelalaian Minkyung, tidak konsentrasi saat mengemudi. 

Jarak rumah sakit tempat ia bekerja menuju rumahnya butuh waktu 30 menit untuk ditempuh, ia sedikit heran karena jalan raya yang ia lalui tampak sepi, maka dari itu Minkyung memacu laju mobilnya dengan cepat.

Namun tiba-tiba Minkyung terkejut karena tepat di depan arah lajunya terdapat mahkluk yang bisa disebut dengan manusia, mahkluk itu muncul seperti dilempar dari langit dan jatuh tepat di hadapan jalan yang Minkyung lalui, dengan spontan Minkyung menginjak tuas rem agar kecelakaan tidak terjadi, suara karet ban mobil dengan aspal jalanan berdecit keras.

Jantungnya berdegup kencang, ia membelalakan kedua matanya.

"Aishh, apa itu tadi? Kemana mahkluk itu sekarang?" Minkyung masih shock sekaligus kebingungan.

"Nona, apa kau baik-baik saja?" Ucap seorang pemuda sambil mengetuk kaca pintu mobil Minkyung, pemuda itu datang bersama beberapa orang, pakaianya seperti polisi lalu lintas, ditambah orang-orang sekitar situ yang melihat kejadian dan ingin memastikan bahwa Minkyung baik-baik saja.

Kemudian Minkyung keluar dari mobil, setelah mobilnya ia tepikan ke sisi jalan. Minkyung masih heran dengan kejadian tadi, karena ia dengan jelas melihat bahwa ada sosok yang menghalagi jalanya, sosok itu muncul tiba-tiba, lebih tepatnya muncul dari arah atas, dari langit, dan sekarang sosok itu hilang.

"Saya melihat ada sosok yang tiba-tiba turun dari atas dan jatuh di depanku." Minkyung mencoba menjelaskan kepada polisi yang ia ketahui bernama Choi Seungcheol, karena nama lelaki itu tertera di seragamnya.

"Tapi, saksi tidak melihat apapun Nona, kau habis darimana memang?" Seungcheol bertanya dengan nada kalem.

"Tidak melihat apapun bagaimana? Saya dengan jelas melihatnya, maka dari itu saya mengerem mendadak, dan saya baru saja pulang bekerja dari rumah sakit Happy Healthy." Jawab Minkyung dengan tegas.

"Ayo ikut dengan saya ke kantor polisi, serahkan kunci mobilmu." Seungcheol langsung mengambil keputusan.

Minkyung mengerutkan dahinya. "Untuk apa? Jangan mengira saya mabuk atau mengonsumsi obat-obatan karena saya tidak." 

"Jika itu memang benar, ikutlah dengan saya ke kantor polisi, ayo." 


.

.


"Saya apoteker, mana mungkin saya menyalahgunakan obat-obatan seperti itu, apalagi meminum minuman keras." jelas Minkyung.

Minkyung berada di kantor polisi untuk dimintai keterangan dan beberapa test, untuk memastikan dia mengonsumsi alkohol dan narkoba dan sejenisnya atau tidak. Karena menurut Seungcheol, Minkyung ini mabuk.

Tetapi hasil tes mengatakan Minkyung negatif narkoba, dan polisi disana pun terheran setelah melihat rekaman CCTV di areal jalanan tempat kejadian itu, di rekaman itu hanya ada sekelebat cahaya yang menghalangi jalan Minkyung, tidak ada manusia yang terlempar seperti yang Minkyung lihat.


.

.


Minkyung mengembuskan napas lega, dibawah kucuran air hangat shower ia bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan hari ini, ia menikmati air hangat yang mengaliri rambut hingga ujung kakinya, Minkyung benar-benar ingin melupakan hal-hal aneh yang terjadi hari ini. 

another placeWhere stories live. Discover now