part 1

4 0 0
                                        

Disinilah aku bersekolah di sekolah SMA 4 KOTA BIMA, sekolah yang sangat aku impikan sejak smp.

sekarang aku sedang menjalankan kegiatan MOS ku, dan hari ini adalah hari terakhir ku menjalankan MOS..

Dan besok adalah hari pembagian kelas dan aku berharap semoga saja aku mendapatkan kelas ipa. Orang tua ku sangat berharap agar aku di masukkan di kelas ipa, karena itu akan memudahkan ku saat kuliah nanti..

Hari ini aku bangun lebih awal, karena aku harus mencari dimana kelas ku berada..

Tepat pukul 05:00 aku selesai mandi dan bersiap dengan seragam baruku, mungkin perempuan dikenal lebih lama jika berdandan, karena memakan banyak waktu..

Sama seperti ku sekarang, padahal jam sudah menunjukan pukul 06:30, dan aku masih saja kesusahan memakai kerudung, pasalnya tuh kerudung kagak mau tegak karena  saat menyetrika aku terlalu menindisnya, dan sekarang tuh kerudung rusak.

Terpaksa aku menggantinya dengan kerudung lain, jam menunjukan pukul 06:33 dan disitulah aku mulai panik sendiri..

" mah, aku berangkat" ucap ku sambil bersalam dan buru- buru menyalakan motor..

Saat sampai di sekolah, sudah banyak para siswa dan siswi berdatangan..

Dengan cepat aku memakirkan motor ku dan bergegas mencari kelas, bahkan jam menunjukan pukul 06:50.aku berlari tak menentu, tapi saat itu aku melihat teman-teman smp ku yang sedang berkumpul, dengan cepat aku menghampiri mereka dan bertanya..

" Ra, lo udah nemu kelas belum?" tanyaku dengan nafas ngos-ngosan..

" belum"

" yaudah kita cari barengan aja" ucap ku menawarkannya..

" iya, tapi gue pamit dulu sama mereka" ucapnya dan pergi berpamitan..

Kini kami masih menelusuri setiap kelas dan mencari nama kami yang tertempel di jendela kelas..

Rara sangat beruntung, karena dia sudah mendapatkan kelasnya, beruntung sekali dia masuk kelas 10 ipa2, sedangkan aku masih bingung kenapa nama ku belum juga ketemu..

" lah gue masuk ipa, alhamdulillah rezeki anak sholeh" ucapnya girang..

" Ra, bantuin gue dong. Masa iya lo udah nemu kelas lah gue masih aja belum nemu, kan bikin panik" ucapku sedih, sudah beberapa kelas yang aku datangi tapi nama ku belum juga ketemu..

" jangan sedih gitu dong, gue pasti bantuin lo. Tenang aja" ucapnya mencoba menghibur..

" janji ya" ucapku memastikan..

" iya janji" jawab rara mantap

Kami pun melanjutkan dan berhenti tepat depan kelas 10 ipa1, aku pun menghampiri kertas yang terpampang jelas yang sudah tertempel di jendela, senyumku mengembang karena nama ku ada di urutan ke 18, dan artinya aku masuk ipa..

Yee, gue masuk ipa. dan kelas kita bersebelahan Ra!!" ucap ku girang.

" iya-iya gue tau" ucap rara.

" yaudah gue masuk kelas dulu, bye" ucapku melambaikan tangan.

Kini tangan ku menjadi dingin dan keringat dingin juga bercucuran, dengan setengah keberanian aku memasuki kelas ku, hal yang pertama aku pikirkan adalah dimanakah aku harus duduk, semua bangku sudah terisi..

Dengan langkah gugup aku menghampiri bangku bagian belakang, dan disitu aku melihat ada seorang cewek dengan muka datarnya  melihatku..

" boleh"

Berbicara saja belum tapi dia sudah menjawab dengan muka datarnya.

Tanpa babibu aku langsung duduk dengan hati yang lega, ya walaupun teman sebangku ku orangnya cuek dan dingin di tambah lagi muka datarnya, tapi aku bersyukur karena dia aku bisa duduk di bangku ini..

kakak kelasWhere stories live. Discover now