Prolog.

6.4K 880 89
                                        

"Dek, masak apa hm?"

Guanlin meluk Jihoon dari belakang. Padahal Jihoon lagi masak.

Biasa. Nikah sebelum bulan ramadhan. Pengantin baru masih manis-manisan.

"Ih! Aa bikin kaget aja! Ini adek masak rendang. Aa suka kan?"

"Semua masakan kamu Aa suka dek."

"Puasa masih sempet-sempetnya gombal. Udah ah lepasin! Nanti puasa adek batal lagi."

Guanlin ketawa. Nurut sama istri, lepasin pelukannya.

"Aa baru bangun kan? Sholat ashar dulu sana!"

"Eh iya dek Aa lupa. Keasikan nontonin kamu masak."

Jihoon udah ngangkat tinggi-tinggi spatula buat nabok Guanlin. Terus gelengin kepala setelah Guanlin lari ninggalin dia.

"Heran. Katanya alim, tapi gombal sama mesumnya naudzubillah."

"Dek, Aa denger loh!"

Jihoon kaget denger Guanlin teriak dari luar dapur.

"Apasih a?!"

. . .

Haiii! Bagaimana bagaimana dengan cerita ini? Wkwk.

Inilah akibat terlalu gemash dengan mereka. Berhubung lagi puasa, jadinya bikin yang kayak gini.

Aku ga ngelarang siapapun yang mau baca silahkan.

Kalo pada gasuka aku bisa unpub kok:3

Aa Adek - PanwinkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang