Bagian Satu

166K 9.6K 853
                                        

Sebelum membaca, follow dulu akun wp @edelwiss123 dan akun ig @edelwiss123, ya.

Happy Reading All

Dia adalah bentuk ketulusan yang tak dapat kudustakan...

Bentuk kebahagian yang tak dapat kujabarkan dengan kata...

Bentuk kecantikan yang tak dapat dinodai...

Sabarnya tak berbatas...

Lukanya tak pernah dia nampakan...

Tawanya selalu dia tabur...

Kebahagian selalu menyertai mereka yang berada di dekatnya...

Dia adalah bentuk ke Agungan Sang Pencipta yang tiada batas...

Bidadari tak berselendang...

Malaikat perasa...

Entah hatinya terbuat dari apa...

Kemarahan, kesedihan, dan kekecewaan seakan tak pernah dia tunjukan...

Malam adalah sahabatnya...

Keheningan adalah keluarga...

Diam adalah caranya berbicara...

Tersenyum adalah caranya bersedih...

Dia adalah wanita munafik!

Menampik luka dengan kata baik-baik saja...

Menampik kesedihan dengan sebait senyum penuh dusta...

Aku tak memahami dirinya,

atau tak pernah mencobanya...

Aku terus bergulat dengan egoku...

Aku berlaga seakan aku adalah si pejuang, meski faktanya dia lah si pejuang sesungguhnya...

Aku berlakon bagai si penanti rasa, meski faktanya dia lah yang bersahabat dengan penantian...

Tatapannya, seolah berkata kalau dia lelah...

Senyumnya, seolah berbisik kalau dia tak sanggup lagi...

Diamnya, seolah berbatin kalau dia...

Menyerah...

Menyerah dalam artian sesungguhnya...

Perlahan dia melangkah mundur bersamaan dengan lukanya yang semakin besar...

Meninggalkanku dengan secerca kenangan indah ditemani sang dewa penyesalan...

Inilah, penyesalanku...

Davren Alzelvin

♡˙︶˙♡♡˙︶˙♡♡˙︶˙♡

SIMPLEWhere stories live. Discover now