Balikan,yuk!

51 1 1
                                        

"AKU INI SEORANG PUTRI BERWAJAH-----"
"JELEK!" Sanggah Cowok berkulit putih.

Yoojung mendelik ke arah Cowok yang sudah memotong lagu yang sedang ia nyanyikan.

"Maaf, anda siapa?" Yoojung pura-pura bertanya dengan angkuh sembari berjalan kecil meninggalkan cowok bermata sipit.

Cowok itu mengikuti langkah Yoojung dan mengulurkan tangannya ke arah Yoojung dan tidak Yoojung balas. Cowok itu tersenyum kecil, "Kenalin, gue Park Jimin. Mantannya Choi Yoojung."

Yoojung menggeram kesal. Dia sudah susah payah melupakan Jimin. Dan tentu saja dia masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya itu.

Padahal kalau di pikir-pikir, mereka putus cuma karna masalah sepeleh. Yoojung yang ngga suka Jimin tebar pesona ke teman-temannya.

Gimana Yoojung ngga kesal? Setiap jalan berdua bareng Jimin,  Jimin selalu mengibas-ngibas rambutnya.

Pernah Yoojung hitung, hampir lebih dari 30 kali Jimin mengibas rambutnya dalam waktu satu jam.

Yoojung kesal dong? Mereka jalan kan niatnya pacaran. Bukannya jadi ajang jalan di karpet merah layak seperti model.

Setelah itu, Yoojung memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Park Jimin.

Tapi kalau masih cinta susah juga sih ya. Apa lagi Park Jimin. Dia ngga ada henti-hentinya ngeganggu Yoojung. Niat menarik perhatian Yoojung, malah membuat Yoojung jengkel. Salah satunya seperti ini.

Park jimin benar-benar menyayangi Yoojung.

"Jung, ngga ada niat balikan sama gue?" tanya Jimin langsung ngegas.

Kedua mata Yoojung membulat. Jimin memang sering menjahilinya. Tapi, Jimin ngga pernah sekali pun menyatakan kembali perasaannya kepada Yoojung.

"Ngomong apaan dah Lu, tet? Ngga denger gue." kata Yoojung sambil mengontrol detak jantungnya yang sudah tidak karuan itu.

Tet? Bantet? Kali ini Jimin yang dibuat kaget oleh Yoojung. Dia tersenyum karna Yoojung kelepasan memanggil Jimin dengam sebutan bantet. Itu adalah panggilan Yoojung untuk Jimin sewaktu mereka masih berpacaran.

"Kalau masih ada perasaan sama gue ya bilang dong Jung. Jangan pura-pura dingin kaya gini." ledek Jimin sembari memamerkan senyum jahilnya.

Pipi Yoojung terlihat memerah. Itu tandanya dia sedang malu. Tapi dengan cepat Yoojung menepis rasa malunya itu dan kembali melihat tajam ke arah Jimin, "Sayang-sayang pala lu peyang! Kata siapa huh?!" Tanya Yoojung berusaha mengelak.

"Buktinya masih manggil gue dengan sebutan Bantet. Haha, kenapa sih ngga kita lanjutin aja hubungan kita yang sempet kandas? Gue yakin juga lu masih ada rasa sama gue. Dan gue pun sama. Sama-sama masih sayang sama lu." Jimin menjelaskan perasaannya. Dia menatap Yoojung dengan seksama. Yoojung yang ditatap pun menjadi salah tingkah.

Jimin tertawa melihat tingkah Yoojung. Benar-benar masih sama seperti dulu. Pacarnya, eh ralat, mantan pacarnya itu, masih menggemaskan.

"Jung, ngga mau coba lagi?"

"Buat anak kok coba-coba." Lhooo----emang kebiasaan Yoojung kalau gugup pasti omongannya jadi ngga jelas.

"Haha anak?" Jimin tertawa kencang sejadi-jadinya. Lalu dia kembali menatap Yoojung,  "Jadi mau langsung nikah aja ama gue Jung? Ya ayo kalau gitu. Gue iklas nikah sama lu." lanjut Jimin.

"Nikah sama lu yang ada anak gue sama-sama bantet kaya ibu dan bapaknya."

Jimin mensejajarkan badannya ke samping Yoojung. Niat mengukur tingginya dengan Yoojung. Jimin tidak pendek-pendek amat, dia termasuk tinggi kalau disandingi sama Yoojung.

"Liat Jung, Bahkan tinggi lu ga sampai sekuping gue lho."

Yoojung mendengus kesal. Niat meledek Jimin malah dia yang yang kena ledekan Jimin.

"Niat balikan ga sih? Kok malah ngeledekin gue?" tanya Yoojung kesal ke arah Jimin.

"Mau balikan nih ama gue? Ko ngebet si?" Jimin kembali meledek Yoojung. Dia benar-benar menyukai reaksi Yoojung ketika Yoojung terlihat kesal.

"BODO AMAT ANJER."

Jimin kembali tertawa kencang karna ulah Yoojung. Gadisnya ini benar-benar lucu.

"Kamu tuh ya masih aja gemesin kaya dulu." kata Jimin sembari tersenyum manis.

Yoojung mendadak geli, "Ih aku kamu-an bikin gue geli. Liat nih bulu ketek gue sampe merinding." kata Yoojung sambil mengangkat tangan kanannya untuk memamerkan ketek nya ke arah Jimin.

"Jorok banget si Jung!" Jimin menoyor kepala Yoojung.

"Punya pacar kok sadis?!"

Mata sipit Jimin langsung terbuka lebar kala mendengar perkataan Yoojung. Apa yang barusan Jimin dengar? Yoojung sudah mengakui dirinya sebagai kekasih Yoojung lagi?

"Jung, beneran mau balikan sama gue?" tanya Jimin kembali untuk memastikan.

"Gue juga masih sayang sama lu kok. Lagian kita putus juga karna masalah sepeleh. Tapi gue ngga mau kejadian dulu keulang lagi. Awas lu tebar pesona lagi di mana-mana. Langsung gue talak 3 lu!" ancem Yoojung.

"Mau janji tapi...."

"Apa hah apa?" Yoojung langsung memotong perkataan Jimin.

"Bercanda, pacarnya Park Jimin. Tapi kalau tebar pesonanya cuma ke Yoojung, masih boleh kan?"

"TENTU SAJA NGGA BOLEH! karna itu mengakibatkan serangan jantung mendadak."

Memang benar. Efek dari seorang Park Jimin terlalu besar bagi Yoojung. Hanya melihat senyuman Jimin saja mampu membuat Yoojung menjadi lemah.

"Lho kenapa, Jung? Malu ya?" tanya Jimin meledek.

"TAU AH TET!" kesal Yoojung lalu langsung lari meninggalkan Jimin yang masih saja tertawa karna salah tingkahnya Yoojung.

Jimin mengejar Yoojung dan mengalungkan tangan kanannya dibahu Yoojung. Yoojung melihatnya, dan tersenyum kecil.

Mereka sama-sama belajar dari kesalahan masa lalu untuk memperbaiki hubungan mereka di masa sekarang. Tentu saja, mereka bahagia, untuk saat ini.

••••END••••

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 13, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Imagine With JiminStories to obsess over. Discover now