Banyak kisah, yang dimulai dari sebuah pertemuan.
Pada mulanya indah tiada bandingannya.
Hingga akhirnya, bagai habis waktunya, keindahan itu sirna dengan sendirinya.
Sudah persis hantu saja, datang dan pergi bagai secepat cahaya.
Dan setelahnya, yang tersisa hanya sepi yang bersarang dalam hati
Lucunya lagi, sekalipun luka ini menganga demikian lebarnya,
Hati ini dengan kurang ajar justru menaruh rindu pada sosoknya
Lupa seketika pada besarnya kesalahan yang membuatnya demikian rapuh
Kukira perih ini sudah cukup menyiksa,
Ternyata belum.
Luka yang bersanding dengan rindu jauh lebih menyakitkan.
Apalagi semua sumbernya ialah sama
Siapa lagi jika itu bukan dirimu.
Anonim
Hai. Siapa aku? Tidak penting kawan. Cerita ini bukan soal diriku. Tapi tentang dua orang paling berharga dalam hidupku. Aku, hanya seorang pengantar cerita. Menilai dari sisi objektif, tanpa memihak siapapun.
Kalian tau kenapa mereka yang bersangkutan tidak mau menceritakan semuanya sendiri? Kenapa harus aku? Siapa aku? Hingga dengan tidak tau dirinya, sok tau menjabarkan perasaan orang lain.
Aku adalah orang mempertemukan mereka, menjadi saksi berbagai pahit manis dalam urusan mereka. Duduk manis lantas mendengar suara hati mereka. Karena itulah, semua yang kuceritakan akan 100% sesuai dengan kenyataannya. Pikirkanlah kawan, jika pihak pertama atau kedua yang menjabarkan cerita ini. Kalian akan cenderung benci pada pihak yang meninggalkan tanpa mau tau. Karena yang kalian lihat adalah sisi orang yang ditinggalkan, betapa ia sakit hati dan lain sebagainya. padahal tak semua yang pergi telah melakukan hal yang jahat. Semua ada alasan dibaliknya. Hal itulah yang kalian tidak tau.
Aku memang bukan siapa siapa. Hanya saksi semata. Tapi ijinkan aku menceritakan sebuah kisah. Yang membuat semesta menangis, dan membuatnya iri disaat yang bersamaan.
Pasti kalian sudah tidak sabar bukan. Hahaha, maafkanlah aku yang terlalu banyak bicara ini. Tapi sebelum masuk pada cerita, aku ingin kalian mempersiapkan diri. Aku akan membukakan pintu demi pintu, sisanya silahkan berjalan sendiri. Petiklah maksudnya dengan baik kawan, dari pada tersesat, tanyakanlah sebelum terlambat.
YOU ARE READING
(un)forget(able)
Teen FictionKetika kalian dipaksa memilih, untuk lupa selamnya, atau ingat selamanya, mana yang menjadi pilihan kalian? mungkin justru karena perbedaan itulah, mereka justru menjadi saling terikat, saling melindungi, dan akhirnya mereka terjebak dalam rasa yang...
