1. Sekolah baru

55 5 2
                                        

Nadea's POV

"Naa turun cepet sarapan dulu," teriakan bunda membuatku buru buru memakai dasi dan kaos kaki. "Iya bun tunggu," dengan secepat kilat aku menuruni anak tangga.

"Na, kamu sekarang berangkat naik ojek online aja ya? Bunda buru buru soalnya"

Setelah selsai sarapan aku langsung menyalakan handphone untuk memesan ojek online. Tak lama kemudian ojek yang aku pesan sudah ada. "Bun ojek nya udah ada, Nadea pergi dulu ya, assalamualaikum"

•••

"Makasih pak, ini uangnya"

Aku memasuki sekolah dengan tatapan kagum, betapa sejuknya suasana disini. Ini sekolah favourite se-Kota Bandung. Dan aku beruntung bisa masuk di sekolah ini.

Aku berjalan mencari kelasku, ah ya itu dia. Aku ada disini di kelas X IPA 2. Aku memasuki kelasku dengan canggung dan memilih tempat yang paling aku suka yaitu barisan kedua, tidak terlalu depan dan tidak terlalu belakang, menurutku itu tempat strategis.

"Tempat ini kosong?" tanya perempuan yang entah siapa namanya. "Kosong" jawabku singkat, aku hanya tidak suka kalau harus berbasa basi.

"Nama lo siapa?" tanya perempuan itu sambil duduk di sebelahku. "Nadea."

"Kenalin gue Adel, mulai sekarang kita temenan ya"

•••

"Na kantin yu" ajak Adel. "Ayo deh aku laper"

Selama perjalanan ke kantin mereka menceritakan semasa mereka di SMP. "Dari SMP aku emang gapunya temen yang bener bener baik, yang bener temenan sama aku, sampe sekarang tiba tiba kamu samperin aku, aku seneng banget sebenernya"

"Walaupun gaada temen tapi pacar ada kan" tanya Adel dengan nada yang menggoda

"Ah apa sih de—"

BRUKK

"Aduh sakit"

"Eh sorry sorry gue buru buru, apa yang sakit?"

"Tangan aku aduh lecet kayanya"

"Mau ke UKS? Ayo gue ante—" belum selsai cowo itu berbicara Adel sudah memotongnya. "Anter cepetan kasian nih sahabat gue udah kesakitan gitu" potong Adel dengan nada yang sedikit kesal

•••

"Aw aw aw," rintih ku "pelan pelan, perih tau"

"Iya iya sorry," jawab cowo itu sambil terus mengoleskan obat merah pada tanganku.

Keheningan mulai menyapa mereka. Tidak ada yang bicara. Yang ada hanya dentingan jam yang terus menemani kesunyian. Sampai akhirnya salah satu dari mereka memecahkan keheningan.

"Eh iya, kita belum kenalan," seru cowo ber wajah ganteng itu "nama lo siapa? Nama gue Karel, kelas X IPA 4. Salam kenal" omong cowo yang bernama Karel itu sambil mengulurkan tangan.

"Aku Nadea," jawabku sambil tersenyum dan membalas uluran tangan Karel.

•••

Haiiiiii! Ini cerita pertama aku di wattpad, semoga ceritanya menyenangkan dan kalian bisa mengikuti alurnya. Maaf banget kalo pemilihan kata nya kurang karna emang aku masih belajar, dan aku sangat mengharapkan kritik dan saran dari kalian☺️

Vote dan comment nya ditunggu kawan kawan ❤️

Terimakasih

happinessWhere stories live. Discover now