anak baru (vsoo)

10.1K 532 48
                                        

Jisoo melirik bangku sebelahnya yang kosong. Hari ini merupakan hari kedua masuk sekolah setelah dua minggu libur kenaikan kelas. Teman sebangku Jisoo, Taeyong tidak masuk karena sakit, katanya.

Yang paling Jisoo benci dari kenaikan kelas adalah pergantian kelas yang kadang menyebalkan. Seperti sekarang ini. Teman-teman yang dekat dengannya di kelas 10 tidak ada yang sekelas dengan Jisoo. Dan Seulgi -teman satu ekskulnya yang tadinya menjadi teman sebangkunya- terpaksa harus duduk dengan Jimin karena wali kelas mereka yang menginginkan laki-laki harus duduk dengan perempuan agar tidak ada yang berisik. Padahal mau gimana juga, laki-laki bakal tetep berisik dipojokan entah mabar ML atau main omegle bareng nyari cewek kurang belaian.

"Anak baru dikelas kita cewek apa cowok?" Jisoo menengok ke belakang saat Nayeon mencolek punggungnya.

"Gue malah baru tau kalo dikelas kita bakal ada anak baru." jawab Jisoo.

"Kemaren Bu Sri bilang bakal ada anak baru di kelas kita."

"Iya? Ga denger gue."

Bobby yang berada di sebelah Nayeon cuma mendengus.

"Iyalah ga denger. Lo kan kemaren asik pdkt sama Taeyong." ujarnya yang membuat Jisoo langsung melotot.

"Pdkt apaan sih anjir."

"Hahaha serasa dunia milik berdua ya Bob mereka kemaren." timpal Nayeon.

"Yakin nih gue beberapa bulan lagi juga lo jadian sama Taeyong."

"Heh! Ga usah mulai ya lo Bob."

Jisoo langsung membalikan badannya karena malas meladeni Bobby. Mereka kemaren kan cuma main Mobile Legends bareng. Masa begitu doang dibilang pdkt.

Bu Sri kemudian datang ke kelas dengan seorang laki-laki yang mengekor di belakangnya. Semua siswi langsung heboh begitu melihat anak baru di belakang Bu Sri kecuali Jisoo yang malah memandang anak baru tersebut dengan malas.

Jisoo memilih merebahkan kepalanya di meja dan menutup matanya. Ia tersentak saat Bobby menendang kursinya dari belakang.

"Apaan sih Bob!" seru Jisoo sambil memandang Bobby marah.

Bobby cuma nyengir sambil menunjuk ke depan.

"Jisoo?" panggil Bu Sri.

"Iya Bu?"

Bukannya menanggapi Jisoo, Bu Sri malah kembali menepuk pundak pelan anak baru itu. "Nah itu yang namanya Jisoo. Kamu bisa duduk di sebelahnya."

"Eh... Tapi di sebelah saya kan ada Taeyong, Bu." cegah Jisoo.

"Iya, ini untuk sementara saja. Soalnya bangku kita kurang."

"Trus Taeyong duduk dimana dong Bu? Kan kasian kalo besok dia masuk bangkunya udah gaada." tukas Jisoo.

Ia berusaha untuk membujuk gurunya agar anak baru itu tidak duduk disebelahnya, tapi sepertinya teman sekelasnya salah paham karena sedetik setelahnya ruang kelas menjadi gaduh.

"CIEEE JISOO PERHATIAN SAMA TAEYONG!"

"CIEEEE."

"KIWWW TRAKTIR SEKELAS SABI LAH."

Bu Sri tersenyum melihatnya sedangkan laki-laki di sebelahnya hanya menatap Jisoo dengan alis naik sebelah.

"Cuma hari ini aja kok, nanti Ibu bilang ke bagian sarpras. Besok bangkunya pasti udah ada. Kamu ga usah takut Taeyong ga ada bangku." ujar Bu Sri ikut menggoda Jisoo.

Jisoo meremas sweaternya karena malu. "Ih Ibu maksud saya bukan begituu."

Setelah selesai dengan kegaduhan tadi, anak baru itu menghampiri Jisoo dan duduk disebelahnya. Bobby dan anak laki-laki lain langsung (sok) akrab memperkenalkan diri tapi kegiatan itu terhenti karena Bu Sri yang menegur mereka dan memulai pelajaran favorit semua orang, Fisika.

Love Story : Kim JisooStories to obsess over. Discover now