Awal

1.1K 119 10
                                        

Darkness Under the Sun

By Ayuni Yuukinojo

Disclaimer @ Masashi Kishimoto

Warning : Pair belum di tentukan.

.,.

.,.

Anak itu bernama Naruto, bocah yang hidup dalam kegelapan tapi tawa cerahnya mengherankan banyak orang.

Anak itu bernama Uzumaki, satu-satunya yang tersisa namun tak ada yang menyadarinya.

Anak itu adalah Jinchuuriki, sumber kebencian seluruh warga yang selalu tertawa tanpa perduli akan kegelapan di sekelilingnya.

Dia adalah Uzumaki Naruto, Ninja yang berdiri dalam kegelapan di bawah siraman cahaya matahari.

.,.,.

"Kalian takkan bisa menangkapku!!!" seru anak bersurai pirang sambil berlari menjauhi para ninja yang mengejarnya. Wajahnya yang belepotan cat tertawa riang tanpa memperdulikan bisikan orang-orang di sekitarnya.

"Anak itu berulah lagi. Ini sudah ke tiga kalinya dalam minggu ini dia mengacaukan monumen Hokage. Kenapa Sandaime-sama tidak menghukum anak itu juga?"

"Ku dengar dia lagi-lagi tidak lulus tes di akademi."

"Harusnya anak seperti itu tidak usah masuk akademi."

"Kenapa Sandaime-sama mengijinkannya?"

"Anak rubah itu...."

"Anak Kyuubi itu....."

"Anak Monster itu...."

.

.

"Naruto! Berapa kali harus ku katakan untuk menghentikan kenakalanmu itu!" Chunin dengan wajah luka melintang di tulang hidung menggurui Naruto di depan ruang kelas. Lagi-lagi dia harus berdiri di luar ruangan kelas sambil mendengar ceramah dari wali kelasnya ini.

"Hehe... Maaf Sensei~" walau sedang dimarahipun dia tidak sedikitpun menunjukkan wajah sedih atau takut.

"Kau apa benar-benar ingin menjadi ninja? Jika kau terus berbuat seperti ini, kau akan selalu gagal dalam ujian. Kau tau itu?"sejak awal Iruka Umino –nama guru itu- memang tidak begitu menyukai sikap Naruto. Selain karena apa yang ada didalam tubuh anak itu lah yang membuatnya kehilangan keluarganya, tapi juga sikap dan prilaku Naruto sangat mengganggu proses belajar-mengajar. Anak itu selalu bernuat onar di sekolah hingga akhirnya harus di keluarkan dari kelas, dia mengajak teman-temannya membolos hanya untuk dapat bermain di hutan belakang akademi. "Jika kau hanya ingin berbuat onar, jangan lakukan di akademi dan mengganggu teman-temanmu yang sedang belajar. MEREKA ADA DISINI UNTUK MENJADI NINJA! BUKAN MENJADI BIANG ONAR!"

Tidak maksud Iruka untuk berkata kasar, tapi apa yang didengar dan dirasakan Naruto adalah kata-kata penuh amarah dan kebencian. Tanpa memperdulikan seruan Iruka yang memanggilnya untuk kembali dan tatapan teman-teman sekelasnya yang mengintip dari jendela ruang kelas, Naruto meninggalkan Akademi.

Diantara berpasang-pasang mata yang mengintip kejadian itu, satu pasang mata menatap dengan menyelidik, sebelum akhirnya menghela nafas dan kembali menutup matanya, melanjutakan tidurnya yang terganggu oleh teriakan Iruka Umino.

.

.

"Naruto-kun?"

"Jii-chan..."

Lelaki itu bernama Hiruzen Sarutobi, Hokage Ketika Konoha dan merupakan sosok kaki bagi Naruto yang tidak memiliki sanak saudara. Tidak biasanya Hiruzen Sarutobi merasakan keberadaan Naruto di sekitar monumen Hokage di jam-jam seperti ini. Biasanya dia akan berada di Akademi atau membolos bersama teman-temannya. "Kau kabur dari akademi lagi? Ada apa?"

Darkness Under The SunWhere stories live. Discover now