KANTIN

23 3 1
                                        

Sesederhana itukah bahagia, hanya dengan melihat tawa dan senyumnya seseorang yg slama ini dikaguminya diam-diam, bisa membuat hati Irene siswa tingkat 2 itu merasa senang hingga melupakan riuhnya keadaan kantin saat ini ,seakan hanya dia berdua yg berada disana. Jaraknya dengan seseorang itu memang tidak cukup jauh dari meja makannya kini,hanya terhalang 2meja saja didepannya.
Nama laki2 tersebut adalah roy kim siswa tingkat 3 .

Matanya tak henti mencuri-curi pandang pada kaka kelasnya itu yg sedang asik dengan obrolan bersama 3 orang temannya, diam-diam pula Irene mengambil beberapa potret dengan handponenya,
"Hari ini ia terlihat lebih segar karna potongan rambut barunya."gumamnya
stelah itu meletakan benda pipih itu di samping nampan makanannya, makanannya? Seakan kenyang atau terlalu sibuk dengan kegiatannya itu ia memilih untuk mengabaikannya

Irene berharap pemandangan indah ini akan berlangsung lama, tapi nyatanya tidak setelah hadir sosok laki2 yg tidak ia kenal tiba-tiba duduk menghalangi pandangannya,
Mengganggu?pasti! 1...2 geseran itu yg Irene lakukan agar pandangannya tidak terhalangi, sialnya orang itu mengikuti pergerakannya seakan sengaja melakukannya,
"sebenarnya apa yg ingin ia lakukan? Pikir Irene,dengan rasa kesal dan risih akhirnya dia beranjak dari kursinya dan berniat kembali ke kelasnya
        
                              ***

"Irene.."

Teriak seseorang itu mampu menghentikan langkahnya memasuki kelas

"Maaf ya, kita tidak bisa pergi kekantin bersama tadi." ujar leera, Leera adalah teman sebangku Irene dikelas ia pun termasuk teman yg baik baginya.

"Tidak masalah." Jawabnya, tanpa memperpanjang waktu mereka pun segera memasuki kelas dan bertukar cerita tentang hal yg tlah mereka lewati sejak tadi, tak lupa juga Irene menceritakan sosok yg ia kagumi dilihatnya tadi dikantin.

"Aku juga sudah mendapat potretnya diam2,kau mau lihat? Dengan bersemangat Irene ingin memberi tahu hasil jepretanya itu, seingetnya handponenya itu ia taruh di saku baju , tapi kenapa sekarang tidak ada?

"Kenapa? Tanya leera, saat melihat wajah bingung sahabatnya.

"Handpone ku tidk ada.."

"Kamu yakin? Coba diingat lagi mungkin kamu lupa menarunya. "
Irene terdiam lalu mencoba mengingat terakhir kali ia memegang handponenya. Ingatannya mengarah mungkin saja tertinggal di kantin, dengan segera Irene berlari menuju kantin dengan leera yg berusaha mengejarnya. setelah mencari di meja kantin yg tadi ia tempati,ternyata tidak ada, apa mungkin ditoilet? Pikirnya

"Gimana, ada?" Tanya leera Setelah ia membantu mencarinya di bilik toilet
Dengan gelengan kepala dan ekspresi sedih dari Irene sudah memberi jawaban pada leera dan ia paham itu, leera mencoba menegarkan Irene kemudian mengajaknya kembali.

Bersambung...

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 08, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ALL of A SUDDEN ??Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang