One

45 3 2
                                        

Pada mulanya, saat awal perkenalan, kau dan dia sama-sama diliputi penasaran. Saling melempar pertanyaan, tergila-gila dengan jawaban.

Kau dan dia berlomba-lomba untuk terlihat sempurna, tidak mengutarakan hal yang tidak kau sukai tentangnya.

Persetan! Kau sedang jatuh cinta!
Dalihmu, "Sudah seperti itu cara otak bekerja, menutupi segala kekurangan seseorang yang aku suka!"

Hubunganmu dengannya bertambah manis, panggilan "Sayang", atau "Babiku", atau "Monyetku", atau "Si Nyebelin" dengan tanda hati merah setelahnya membuat hatimu berbunga-bunga. Jauh lebih manis dari gulali yang dijual di depan sekolah.

Setelah itu, beberapa darimu akan memasang nama sang pujaan di kolom status di bawah namamu pada semua akun media sosial. Tak lupa tanda kunci di sebelahnya. Dunia serasa milikmu berdua, yang lain hanya sewa atau sedang dalam proses pengurusan surat pindah ke Meikarta.

Tak lama, setelah pengumuman tentangmu yang sedang mabuk cinta tersebar di jagat raya, ada masalah sederhana sialan yang menerpa.

Kau goyah.

Dia? Tak jauh berbeda.

Lantas muncul lah seribu satu alasan untuk berpisah, mulai dari:

"Maaf, kamu terlalu baik untukku"

hingga,
"Aku mau fokus ujian dulu"

Setelah itu, kau pasti bisa menebak bagaimana kelanjutannya.

***

Aku ingin, sekali saja. Kau berjuang mempertebal kompromi dan melapangkan hati ketika masalah sederhana menyambangi. Berusaha memperbaiki apa yang sudah dimulai. Saling membantu. Saling menguatkan. Saling menopang. Saling apa saja, sebab demi Tuhan, kau sudah berani mendeklarasikan diri sebagai pasangan.

Bahkan "Senam yang Iya-Iyalah" saja paham jika untuk melangkah dibutuhkan keduanya.
Kaki kanan ke depan, kaki kiri ke depan, bisa jalan!

Namun jika ternyata kau terjebak kondisi takut memberi sebab khawatir tak memperoleh ganti, ataupun masih menghitung-hitung pamrih. Aku tidak tahu apa yang mendasari hubunganmu. Selama ini yang kutahu ialah rasa percaya adalah pondasi paling kuat untuk segala kisah.

Mungkin sebaiknya, jika kau belum percaya jangan dulu umbar kata cinta.

—9996
Happy reading
Hanya pemula butuh dukungan dan support hehe

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 14, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

PuitisWhere stories live. Discover now