Hai, namaku Vincent. aku adalah seorang yang mengimpikan profesi Pramugara sebagai masa depanku kelak. Di bagian ini aku akan memberitau kalian semua tentang diriku dan beberapa pengalamanku. Ada yang bertanya kepadaku seperti ini
"kenapa mau jadi Pramugara, kan masih banyak profesi yang lain?", "awal mula kepikiran mau jadi Pramugara gimana?", dan sebagainya. Semua akan aku beritau kalian disini.
Oke, kenapa aku mau jadi pramugara adalah karena aku memang dari awal-awal udah bercita-cita mau bekerja di dunia penerbangan, dulu sempat bercita-cita jadi Pilot. Tapi, setelah aku berpikir sangatt panjang. Aku merasa pekerjaan sebagai seorang Pilot sangatlah berat bagiku. Mungkin akibat dulu melihat ribuan tombol di cockpit dan jadi agak puyeng.
✈ ✈ ✈
Dan saat aku naik pesawat ke Jakarta untuk ke-sekian-kalinya tahun 2016, aku menyadari bahwa ada empat orang manusia berseragam sedang memperagakan aspek keselamatan dalam pesawat.
"apabila tekanan udara dikabin berkurang secara tiba-tiba, masker oksigen akan jatuh dari panel diatas anda. tarik masker ke arah anda, pasangkan ..."
Setelah landing, aku buru-buru membuka handphoneku dan menyalakan data paket internetku. dan mulai browsing di Google "apa pekerjaan orang dipesawat selain pilot". tampaknya ini pertanyaan anak yang masih sangat polos tentang dunia penerbangan. Kemudian aku menemukan banyak sekali pengetahuan tentang Pramugara dan Pramugari. Aku kemudian menelusuri lebih dalam lagi. dan ternyata. profesi ini benar-benar mengagumkan!. Profesi sebagai Pramugari dan Pramugara merupakan profesi yang banyak diimpikan dan diminati oleh orang.
✈ ✈ ✈
Aku punya 1 pengalaman, mungkin jadi kebanggaan diri sendiri. Pada penerbangan AirAsia Malaysia dengan kode penerbangan AK1048 Kuala Lumpur ke Pontianak, aku mendapati pengalaman terbaik. Aku menjadi orang yang bisa duluan masuk ke pesawat, disusul beberapa penumpang lainnya juga yang duduk berdekatan dengan seatku. Pada saat Barding, aku melihat seorang Pramugari yang cukup tua di galley depan. Dan kelihatannya dia jabatannya sebagai Senior Cabin Crew di AirAsia. hanya dia sendiri di galley depan, dan beberapa Pramugari dan Pramugara juniornya sedang sibuk di galley belakang.
Dia tidak menyambut penumpang, entah sibuk mengurus sesuatu yang tampaknya penting sekali. dan berjalanlah aku menuju pertengahan kabin, aku menduduki seat nomor 17A, window seat. sebelum duduk, aku menaruh tasku di bagasi kabin atas. dan terlihat seorang Pramugara yang mencoba mendekati ku untuk membantu memasukkan tasku. dan ternyata aku dapat memasukkan tas hingga ujung bagasi. kemudian, Pramugara ini hendak ingin merapikan koper dan tas-tas lain yang ada disamping tasku. dan tanpa berpkir panjang, aku ber-inisiatif untuk langsung membantu merapihkan koper dan tas-tas di samping tasku. dan Pramugara itu tersenyum ramah dan menatapku. aku tiba-tiba sedikit senang dapat merasakan sekejap seperti apa profesi yang ku impikan selama ini walaupun hanya selang beberapa detik.
Saat boarding pun telah tiba, aku mendengar suara announcement dari Pramugari yang ada di galley depan tadi.
"Tuan-tuan dan puan-puan, selamat datang dalam penerbangan AirAsia AK1048. Syarikat Penerbangan Tambang Terendah Terbaik Dunia! ..."
✈ ✈ ✈
setelah beberapa menit take-off, aku merasakan perasaan yang agak tak nyaman. dan itu benar terjadi. pesawat mengalami turbulensi ringan sehingga pesawat bergetar. dan beberapa menit kemudian pesawatpun normal kembali sehingga lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan dan Pramugara dan Pramugari sudah mengeluarkan cart yang berisikan minuman dan beberapa camilan. aku memperhatikan cara senyum pramugara itu, senyumnya sangat ramah kepada penumpang, tampak sangat profesional.
waktu mendarat sudah dekat. 2 orang Pramugara dan Pramugari menanyakan para penumpang apakah ingin mengisi "Customs Declarations", dan penumpang disebelahku mengisi form tersebut saat sudah akan landing position, dan membuka meja didepan. kemudian saat salah satu Pramugari mengecek penumpang, Pramugari tersebut meminta penumpang itu untuk menggunakan sabuk pengaman dan menutup meja. ia pun segera menutup meja dan menggunakan sabuk pengaman. setelah pramugari ini berjalan kedepan, penumpang yang satu ini kembali membuka meja di depannya, ingin rasanya menegur tapi takut dibilang "ah sok tau deh kamu". Karena aku bukan siapa-siapa. Kenal aja engga.
✈ ✈ ✈
setelah mendarat, aku bergegas ke Galley depan karena ingin berfoto dengan Pramugari Senior ini yang bernama Jeanny. dan aku mengobrol dengannya sembari menunggu orangtua-ku yang terjebak kemacetan dilorong kabin. obrolan kami tak begitu panjang, hanya pertanyaan kecil saja seperti "kenapa kamu pergi ke KL?", "apakah kamu sendirian?" dsb. Papa dan mamaku sudah berada di pintu pesawat. dan aku berpamitan dengan Pramgari Senior ini. hingga kami mengucapkan berkali-kali kalimat
"see you again", "goodbyee".
aku sebenarnya ingin berfoto dengan Pramugara-Pramugara di galley belakang, tapi kondisi tidak memungkinkan untuk aku harus ke belakang galley. karena sebelum pesawat berhenti saja semua penumpang sudah melepas sabuk pengaman dan sibuk berdiri mengambil tas, koper, dan barang-barang bawaan mereka. aku sempat di-nyengirin avsec saat aku berfoto dengan Pramugari Senior ini. ah, tapi ga peduli. toh untuk kesenangan diri sendiri.
Andd, setelah cap paspor, dll. aku segera mengganti kartu telefon (Sim Card) Malaysia ke kartu telefon Indonesia. dan aku langsung membuka chat temenku di Line, dan memberitahukan aku sudah landing dikotaku. btw, aku mau cerita dikit tentang temanku yang satu ini, namanya Fira, Wattpad nya
sukapesawat <<<
✈ ✈ ✈
ceritanya lumayan baguss, baca ya!
okayy, mungkin sampai disini dulu first story aku, maaf apabila ada kalimat yang belum sempurna!
ESTÁS LEYENDO
Impian Ku
No FicciónAku hanyalah seorang anak Sekolah Menengah Atas. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang Pramugara, sepertinya impianku terlalu besar diwujudkan karena aku memiliki beberapa kekurangan dalam diriku. namun, aku tidak akan menyerah walau ribuan cobaan...
