Siang ini setelah kelas selesai aku melangkah keluar dari kelas, saat pulang sekolah adalah saat yang kutunggu karena aku tidak perlu mendengar perbincangan aneh yang terus diperbincangkan orang orang sejak pagi ini. Aku pun tidak peduli berita itu benar atau tidak karena itu tidak akan berpengaruh apa-apa pada kehidupanku.
Ketika berjalan mataku memandang keluar jendela koridor gedung ke arah gedung gedung yang sudah hancur sebagian besarnya sejak lama. Tempat ini memang berada dalam situasi yang kacau sejak 5 tahun yang lalu, perang yang berlangsung hampir 3 tahun telah meluluhlatahkan negara negara di dunia.
Karena perang juga kini aku harus tinggal di tempat yang kacau ini, di sebuah rumah sederhana yang tidak jauh dari sekolah, kalau ini memang bisa disebut sekolah, karena sebenarnya gedung ini adalah bekas pabrik yang dimanfaatkan sebagai sekolah karena tidak digunakan lagi.
"Hei key, kau sudah mendengar beritanya ?" Suara seorang yang familiar di telingaku membuatku menoleh ke belakang.
Dia disana, pemuda berambut pirang pendek dengan jaket biru laut, kaos garis-garis dan celana jeans hitam itu di depanku, 2 meter tepatnya dari posisiku sekarang, Rex. Seorang teman masa kecilku yang tinggal di rumah sebelah sebelum perang di mulai, tetapi kini ia tinggal agak jauh dari rumahku.
"Apa ? Kejadian aneh di pinggir kota itu." Ucapku agak acuh sambil melanjutkan berjalan ke arah pintu keluar yang sudah dekat.
"Hei kau tidak terlihat tertarik." Ucap orang itu padaku, dapat kulihat ia kini berjalan di sampingku.
"Aku sudah bosan mendengar berita aneh itu seharian ini, berita itu terlalu dibesar besarkan." Ucapku kembali tanpa melihat ke arah Rex.
"Ayolah." Ucapnya sambil brrjalan mendahuluiku dan mulai betjalan mundur di depanku.
"Berita itu cukup mengejutkan, seekor monster kelas B dari dungeon Terra muncul di dunia nyata, itu cukup menarik."
"Yang lebih menarik itu jika kau tidak berbalik kau akan menghadapi masalah." Ucapku sambil menunjuk ke belakang Rex.
Di belakang Rex dapat ku lihat beberapa orang yang dikenal sebagai berandal sekolahan yang suka berkelakuan 'liar' di kota. Belum sempat Rex berbalik setelah kuberitau tentang mereka ia sudah menabraknya. Anak yang ditabrak Rex bertubuh tinggi besar dan berpenampilan berandal tersebut langsung menarik kerah baju Rex karena marah ditabrak olehnya Rex.
Bisa kulihat Rex seolah memnita tolong padaku tetapi tidak bisa berbicara secara langsung, tetapi aku lebih memilih melanjutkan berjalan keluar dari pabrik tersebut karena tidak mau membuang waktu, aku ingin segera sampai di kamar dan melanjutkan pekerjaanku yang belum selesai kemarin.
Di halaman pabrik masih banyak siswa siswi lain yang belum pulang ke rumah juga, mungkin karena ini memang masih terlalu awal untuk pulang. Hari ini karena alasan yang tidak jelas sekolah selesai pukul 12.30 berbeda dari biasanya yang sampai pukul 5 sore. Tapi tentu aku menyukainya karena ini memberikan lebih banyak waktu untukku.
------------------------
Sial untukku siang ini, karena hal yang tidak aku tahu jalan yang biasa aku lewati ditutup, membuatku harus berjalan memutar lebih jauh, sebuah kesialan disaat mendapat keberuntungan. Jalan yang aku lewati sekarang lebih sepi dari biasanya karena kebanyakan orang jam ini sedang berburu atau yang lain, karena dunia yang sekarang ini memang agak susah untuk mencari makanan, karena itulah banyak orang yang berburu atau mencoba keberuntungan bercocok tanam untuk mencukupi keperluan sehari-hari.
Tidak banyak yang dapat dilihat hari ini, hanya bangunan rusak di kiri dan kanan jalan dan jalanan berlubang yang tidak pernah diperbaiki. Langit pun cukup tenang siang ini, hanya ada beberapa awan di langit, tidak terlalu gelap dan menggumpal, mungkin hari ini tidak akan hujan.
ESTÁS LEYENDO
TERRA
FantasíaDunia setelah perang, sengasara dan penuh penderitaan karena sulit untuk terus bertahan di tempat yang bahkan sudah sulit mencari makanan, hewan, atau hutan rimbun di masa ini. Harapan terbesar untuk bertahan adalah dunia virtual yang sudah dirancan...
