PROLOG

86 39 57
                                        

*******


Aku kini tengah tersenyum lebar, duduk di kursi taman untuk menunggu sesuatu yang paling aku sukai di dunia ini. Aromanya yang selalu memabukkan duniaku, hembusan nafasnya yang menerpa tubuhku dan membuat aku tidak sanggup untuk berkata-kata dengan kenyamanan ini. Langitnya yang tidak begitu menyilaukan dan terlalu gelap membuat ketenangan tersendiri.

Suara rintik-rintik dan sebuah geluduk kecil terdengar bersama, membuat aku terkekeh dengan sendirinya tanpa sebab. Rintik-rintik itu kian semakin lama menjadi deras, membuat orang-orang yang tengah berjalan santai tiba berlari tergopoh-gopoh mencari tempat perangai untuk mereka berteduh.

Aku tertawa, mungkin kini pipi chubby-ku memerah seperti tomat, layaknya seorang gadis yang baru mendapat pengakuan cinta dari laki-laki pujaannya. Kini orang-orang menatapku heran, mungkin sebagian menatap aneh karena hanya diriku yang tidak beranjak dari derasnya hujan, aku mengangkat kedua bahuku tidak peduli dengan mereka, lalu membuang payungku ke sembarang tempat, tidak peduli akan hilang atau rusaknya payung itu. Aku merentangkan kedua tanganku bebas, melepaskan segala beban yang sudah lama menyiksaku. Aku teriak, tertawa, melompat, bersenandung ria dengan tarian yang gerakan sungguh berantakan lebih tepatnya hancur dan alunan pun tidak teratur. Mungkin aku sekarang sudah terlihat seperti balita yang mendapat sebuah mainan baru yang sangat diinginkan, karena aku sangat berjingkrak-jingkrak senang.

Aku tau, kini orang-orang yang berlalu lalang melihatku pasti akan melempar tatapan aneh,mencibir dan bahkan akan menganggapku gila. Aku tidak peduli sama sekali dengan mereka, karena aku hidup bukan untuk mereka, dan aku akan sangat muak bila aku harus hidup dengan kepura-puraan, atau menjadi sesuatu yang bukan menjadi diriku sendiri demi hanya untuk disegani oleh orang banyak.

Ketika hujan datang mengguyur deras, aku akan sangat gila, aku seperti merasakan sebuah kebebasan baru, aku merasakan kesenangan tersendiri. Aku akan berhenti bermain dengan hujan, bila hujan itu berhenti dengan sendirinya atau juga bila terdapat suara petir yang sangat menggelegar aku akan gemetar berlari ketakutan.

Deg

Tiba-tiba entah kenapa aku menghentikan kegiatanku tanpa dua sebab itu, jantungku rasanya menggila seperti ingin meledak, dan sekujur tubuhku merasa kaku seperti mati rasa. Aku merasakan sebuah tangan yang hangat yang agak kasar dan besar memegang lenganku, agak sedikit sakit namun ternyata sangat hangat, sungguh aku tidak berbohong.

"Bibir Anda sudah pucat sekali, Perempuan Gila." Ketus laki-laki berperawakan tinggi itu dengan memberiku sebuah nama julukan yaitu 'Perempuan Gila'. Akan tetapi, entah kenapa nada suaranya yang memang agak ketus dan berat itu membuat jantungku makin menggila, sekali lagi aku mengakui, bahwa aku bertambah mabuk karenanya.

"Woah. Selain gila ternyata anda juga tuli ya." Ucapnya lagi samar-samar terdengar olehku akibat derasnya hujan, serta fokusku yang kini terahlikan hanya kepadanya.

"Hey apa yang  kau lakukan!" Teriakku sambil memukul bahunya karena tiba-tiba lelaki itu membopongku tanpa izin.

"Aku akan menculik dan menikahimu, jadi menurut saja. Membantah pun akan membuat kau lelah, sayang."

"Kau pikir siapa dirimu? Kau bahkan tidak mengenaliku, bukan?Kenapa kau melakukan hal ini?" teriakku sambil memukul bahunya.

"Jangan tanya alasannya, nanti kau akan tahu sendiri. Untuk masalah aku belum mengenalmu, kau sangat salah, cukup diam saja aku bilang. Sungguh aku sangat menyukai perempuan gila seperti dirimu." Ucapnya menyeringai

------------

Halooo

Bagaimana cerita pertamaku? Kaku? Masih banyak typo? Ejaan yang ga teratur? Maklumin aja ya:) karena aku newbie, jadi aku harus banyak belajar. Saran dan kritik kalian itu sangat penting juga lohh. Jangan lupa ya.

JANGAN CUMA SCROLL, LALU VOTE HABIS ITU MINTA FEEDBACK. Karya kalian gamau kan kalo cuma diberi vote karena umpan balik? Bukan karena dibaca dengan hati. Nah maka dari itu, jangan kaya gitu ya, kita disini sama-sama belajar. Hargai karya seseorang yaaa.

Silahkan dibaca lalu kalian bebas mengapresiasinya. Silahkan kalian vote dan komen sesuka hati kalian. Saran dan kritik? Aku sangat membutuhkan itu:) supaya aku bisa ngembangin dan perbaikin lagi ceritanya.

Happy Reading:) Thanks

DISSOLVEWhere stories live. Discover now