Tak ada yang tak kenal Radha, gadis cantik berambut panjang sebahu yang selalu murah senyum itu. Seolah tak pernah ada kesedihan atau kesusahan dalam hidupnya ia selalu membuat orang lain merasa damai.
Sebagai orang baru yang tinggal di sebuah desa kecil, orang-orang tak merasa asing dengan kehadiarannya. Radha tinggal di sebuah rumah kayu sederhana yang berdiri di tengah rumput-rumput pendek yang tampak seperti karpet dengan pagar putih di sekelilingnya. Rumahnya tidak kecil dan tidak terlalu besar. Sesekali terdengar dentingan tuts-tuts piano di pagi hari yang membuat suasana rumah Radha lebih "hidup". Jika suara itu sudah tak terdengar lagi yang terlihat dari kejauhan hanyalah sebuah rumah kotak kosong tanpa kehidupan.
Tak ada yang tahu alasan pasti Radha lebih memilih tinggal di desa terpencil ini. Padahal gadis-gadis seusianya lebih banyak memilih hidup di kota.
Tapi Radha tak sendiri. Bersama seorang kakek tua yang sepanjang hidupnya terus berada di atas kursi roda. Kakek yang tak mampu lagi berjalan dan tak bisa berbicara. Ingin sekali dia mengucapkan tiga kata pada Radha yang selalu setia merawatnya tanpa pernah sekalipun mengeluh. Radha, cicitnya yang begitu baik, yang hatinya bagai mutiara itu. Dia sangat berbeda, tak seperti keluarga yang lain yang dia miliki. Mereka yang membuangnya dan tak pernah peduli padanya.
Dan tertulis tentang Radha. Ini sebuah kisah pendek tentang gadis hitam manis berhati mulia yang takkan pernah terganti. Yang selalu tersenyum dan setia, menutup semua rasa sakit yang tak pernah dia ungkapkan.
@@@
Perlahan Radha mendorong kursi roda kakeknya menuju ruang makan. Radha kemudian menyuapi kakek sembari bercerita tentang adik-adik kecil di Sekolah Senyum, sekolah sederhana yang dibangun Radha untuk anak-anak yang tidak bisa sekolah di luar sana yang tentu saja selalu butuh biaya yang tak sedikit.
Kakek hanya diam meski dalam hati Ia menangis karena tak bisa ungkapkan betapa kakek sangat senang dengan kisah-kisah Radha bersama anak-anak kecil di sekolahnya.
Radha membawa kakek bersama kursi rodanya ke halaman rumah yang ditumbuhi rumput hijau segar bak permadani. Sesekali saat hari libur Radha memainkan piano untuk sang kakek.
Ketika mentari sudah sedikit naik beberapa centi lagi, Radha pun harus pergi menuju Sekolah Senyum. Sekolah kecil itu hanya semacam gubuk kecil di tengah desa. Tempat sederhana, tempat Radha membagi kebahagiaan dan pengetahuannya bersama malaikat-malaikat kecil yang polos dan lugu di desa barunya.
Di sepanjang perjalanan, setiap orang tak pernah luput dari sapaan Radha. Senyumnya yang manis selalu menyungging dibibirnya. Angin lembut melambaikan syal tipisnya.
Terkadang anak-anak desa akan datang ke rumah Radha untuk diajari bermain piano atau biola. Tentu saja itu membuat kakek lebih merasa bahagia karena keceriaan anak-anak yang begitu menyibukkan isi rumah yang biasanya sangat sunyi itu. Mata kakek memang sudah tak lagi bisa memandang dengan jelas dan pendengarannya pun mulai berkurang. Wajah keriputnya menyimpan kesan mendalam. Mewakili semua kata indah yang tak pernah bisa Ia sampaikan.
@@@
Suatu pagi Radha berdiri di tepi sungai kecil dan memandangi ombak-ombak kecil yang mengalir. Disandarkan kedua tangannya di pagar pembatas sungai. Rambut hitam panjangnya melambai karena angin. Tak ada orang lain di sana, hanya Radha. Dan beberapa butiran bening mengalir di pipinya. Entah apa yang sedang dipikirkan Radha.
Seseorang berdiri di sampingnya dan memegang tangan Radha. Radha memandang orang di sampingnya dengan tatapan sendu. Seorang gadis kecil yang belum pernah dilihatnya sebelum ini. Wajahnya bersih dan putih bak peri kecil. Gadis kecil itu mengusap air mata Radha dan tersenyum seolah mengatakan, "Jangan menangis karena kau tak pernah sendiri." Radha masih terpaku dan bertanya-tanya siapa gadis kecil itu. Dia bukan salah satu muridnya dan juga Radha yakin dia bukan anak dari orang-orang di desanya.
YOU ARE READING
RADHA
Short StorySeminggu yang lalu Radha mengatakan akan mengenalkan seorang teman perawatnya pada kakek. Dan hari ini perawat itu datang. Radha mengatakan dia adalah sahabatnya di kampus desa seberang dan dia bersedia tinggal di rumah ini merawat kakek. Saat Radha...
