one Short Story #KirunFiza💕

38 8 8
                                        

Hay.. salam kenal untuk warga wattpad😉.
Semoga karya aku bisa menghibur kalian😆.
Jangan lupa voment and follow yak😊

¤Maafkan jika Typo bertebaran😶¤

*Happy Reading*

"Ada apa Za? Tumben ngajak ketemuan," tanya Galang yang baru saja tiba di kafe itu.

Herfiza Novianti, yang biasa dipanggil Fiza hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya yang bergetar. Dia menangis.

"Za,, kok nangis? Lo kenapa?" tanya Galang mulai khawatir saat melihat gadis di depannya itu menangis.

"Gue putus, Lang," kata Fiza ditengah isakannya.

"Putus?" Fiza mengangguk. "Kenapa? Ko bisa?"

"Gue juga ga ngerti, tiba-tiba Ricky mutusin gue gitu aja tanpa ngasih tau alasan yang jelas."

"Kurang ajar!" umpat Galang.

Amarah laki-laki dengan postur tubuh yang tegap itu sudah mencapai ubun-ubun setelah mendengar ucapan sahabatnya.
Galang Pratama, Dia tak suka melihat perempuan menangis, apalagi yang sedang menangis saat ini adalah orang yang dia sayang. Ya, sayang. Dia sayang pada gadis di depannya itu. Kalau boleh memilih, mungkin Galang akan memilih menjadi kekasihnya, tapi apa boleh buat, Fiza hanya menganggapnya sebagai sahabat, dan dia lebih memilih Ricky untuk menjadi pacarnya.

"Tenang aja Zaa! Gue bakal kasih dia pelajaran." Galang berdiri berniat untuk mencari orang yang sudah membuat Fiza menangis.

"Jangan Lang!" Fiza mencekal tangan Galang.

"Jangan! Gue sayang sama dia," lirihnya.

Deg,

jantung Galang mencelos setelah mendengar itu. Sesayang itukah Fiza terhadap Ricky?

"Gue juga sayang sama lo Zaa." Kini mereka hanya saling menatap.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

"Ada apa Lang?" Suara berat terdengar di telinga Galang yang sedang duduk di taman belakang sekolahnya. Akhirnya, orang yang dia tunggu datang juga.

Bughh....

Satu pukulan berhasil mendarat di wajah tampan milik Ricky. Ricky Harun Cilnady, sahabat Galang sejak SMP sekaligus pacar Fiza.

"Lo apaan sih?" tanya Ricky tanpa membalas pukulan dari Galang.

"Maksud lo apa mutusin Fizaa gitu aja tanpa ngasih alasan yang jelas, hah?"

Ricky diam sejenak sebelum menjawab, "Gue udah ga sayang lagi sama Fiza."

Bughh....

Satu pukulan mendarat di pipinya lagi.

"Lo tau? Lo udah buat Fizaa nangis, tolol."

"Bukannya itu bagus? Lo kan bisa deketin dia, lo sayang kan sama dia? Lo pengen ngerebut dia dari gue kan?"

"Gue ga setolol lo Ky," balas Galang.

"Jangan munafik, Lang! Gue tau lo seneng pas denger gue putus sama Fiza, iya kan?" kata Ricky santai.

"Semangat yaa Lang! Semoga lo bisa gantiin posisi gue. Tenang aja, gue ga bakal muncul di kehidupan lo sama Fiza lagi ko," ejek Ricky sambil menepuk punggung Galang dua kali, lalu pergi meninggalkan Galang sambil mengusap darah di sudut bibirnya.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

"Waktu kamu tinggal seminggu lagi, kita harus segera mendapat donor ginjal yang cocok," kata pria dengan jas putih itu.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 30, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

PENGORBANAN CINTAWhere stories live. Discover now