~o0o~
Trivial things are sometimes valuable
Like the invisible air
But you will die if it doesn't exist
See it, and try it until it can
~o0o~
Jun's POV
Aku bersandar di tembok, penampilan ku tadi benar benar buruk, sekarang setiap aku tampil yang ada dipikiran ku hanya penolakan kasar waktu itu, apa aku akan gagal secepat ini?
"Hoi..Bung!!"
Aku mendongakan kepala untuk melihat sang pemilik suara "engg..?"
"Ayolah, jangan menjadi lelaki yang menyedihkan hanya karena hal sepele tadi." ia duduk disebelahku sambil meminum minuman kaleng yang ia bawa.
"Kau hanya salah lirik, bukan hal yang buruk." sambungnya.
"Jika kau ingin menghiburku, sekarang bukan saatnya. Biarkan aku mendinginkan kepalaku." ucapku menyenderkan kepala di tembok dan memejamkan mata.
Tiba tiba aku merasa dingin di keningku.
"Minumlah, kau benar-benar menyedihkan." Ia memberikan ku minuman kaleng seperti yang ia minum.
"Terima kasih." aku meminumnya, sejujurnya aku haus tapi rasa frustasi ini lebih parah dari yang kubayangkan.
"Ini untukmu, aku menemukannya di kantor pos tadi." Ia memberikan ku selembar kertas.
"Engg..??" Aku berhenti minum, mengambil selembaran itu dan membacanya.
DEG!!
Tiba tiba dadaku sesak, aku merasa takut entah karena apa.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
WORLDWIDE AUDITION
BG Entertainment
For you who want to become
A WORLD STAR
Let's join audition in your country
Show off your talents
And be the best in this world
PS: Audition held until June 30th
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Apa maksudnya?!" suaraku agak tinggi karena kesal.
"Coba kau ikut audisi itu." Ucapnya santai.
"Kau tau, kesalahan ku tadi itu karena aku gagal dalam audisi kemarin, dan itu berpengaruh besar. Apa yang akan terjadi jika aku gagal lagi? Aku pasti akan bunuh diri!!" Ucapku mulai marah.
"Jika kau gagal lagi, kau hanya perlu mencoba lagi." Ucapnya.
"Kau ini tidak tau apa apa tentang ku, jangan merasa menjadi yang paling mengerti aku bo-"
"Aku yang memperkenalkan mu pada musik, kau mencintai musik, kau bertalenta, aku tau itu, jadikan itu senjata mu dan cobalah audisi itu, menanglah dan jadi worldstar. Aku akan menunggu mu disini aku akan menjadi fans mu." Dia mengucapkan itu sambil tersenyum, dia mengucapkan itu dengan sangat yakin, dan aku mulai yakin dengan diriku sendiri.
YOU ARE READING
Dumb
FanfictionPerjuangan, kebersamaan, canda, dan tawa, itu yang membuat kita bisa sampai di titik ini. Titik yang telah kita capai bersama, banyak yang terjadi diantara kita. Kita tumbuh bersama di dalam lingkaran keluarga ini, kita tumbuh menjadi kakak adik yan...
