Seorang gadis tengah berjalan di koridor sekolah. Ia berjalan menuju ke perpustakaan sambil bersenandung kecil, saat ia melewati ruang musik, ia mendengar seseorang sedang bernyanyi dengan merdu didalam ruang musik tersebut. Dengan rasa penasarannya ia membuka ruang itu, tanpa suara. Dan dalam sekejap ia terpukau melihat seseorang tengah menyanyi kan lagu favorit nya, menggunakan gitar.
Di depan teras rumah
Fana merah jambu, ku berdua
Momen-momen tak palsu
Air Tuhan turun, aromamu
Tersalurkan aliran syaraf buntu
Martin tua media pembuka
Berdansa sore hariku
Sejiwa alam dan duniamu
Melebur sifat kakuku
Hal bodoh jadi lucu
Obrolan tak perlu kala itu
Tersalurkan aliran syaraf buntu
Martin tua media pembuka
Berdansa sore hariku
Sejiwa alam dan duniamu
Melebur sifat kakuku
Rasanya tak cukup waktu
Terlalu cepat berlalu
Soreku nyaman denganmu
Menarilah, menarilah
Menarilah denganku
Genggam tangan cokelatku
Berputar-putar denganku
Menarilah denganku
Menarilah, menarilah
Tersalurkan aliran syaraf buntu
Martin tua media pembuka
Tersalurkan aliran syaraf buntu
Martin tua media pembuka
Media pembuka
Berdansa sore hariku
Sejiwa alam dan duniamu
Melebur sifat kakuku
Rasanya tak cukup waktu
Terlalu cepat berlalu
Soreku nyaman denganmu
Menarilah, menarilah
Menarilah denganku
Genggam tangan cokelatku
Berputar-putar denganku
Menarilah denganku
Menarilah
Fana Merah Jambu - Fourtwnty
Setelah Sang Penyanyi selesai menyanyikan lagu itu. Sang gadis tersebut langsung bertepuk tangan sambil berkata "Keren, sumpah lo bener-bener keren banget"
Dengan senyum cerahnya ia berjalan mendekati Sang Penyanyi. Dan mengangkat tangan kanannya.
"Gebby Grasella, anak IPA 1, lo bisa panggil gua Gebby. Dan lo siapa?" Ucap Gebby dengan senyum manis nya.
Sang Penyanyi mendengar suara merdu itu langsung mendongakkan kepala ke atas. Ia terapung kau melihat wajah cantik sang pemilik suara.
"Cantik" Gumamnya tanpa sadar.
Gebby yang merasa dia abaikan, langsung melambai-lambai kan tangan nya di depan wajah sang penyanyi.
Ia langsung tersadar dari rasa kagumnya, saat ia melihat ada tangan yang melambai-lambai didepan wajah nya.
"Gebby Grasella. Dan Lo??" Ulang Gebby
Sang penyanyi tidak menjawab ucapan Gebby. Dan memilih bangun dan berjalan keluar, meninggal kan Gebby diruang musik tersebut.
"What, gue diabaikan. Dasar balok es, emang dia pikir gua makhluk astral apa. Orang cantik-cantik gini juga"Ucap kesal Gebby
"Bodolah lebih baik gua kembali ke kelas, gua udah gak ada mood untuk pergi ke perpustakaan"Gumam Gebby sambil berjalan menuju ke kelas nya.
Sesampainya Gebby dikelas, ia memilih duduk di bangku. Dengan wajah bete.
"Lu kenapa, kok muka lu kusut gitu" ucap Aqila sambil meminum jus yang ia beli.
"Gak apa-apa" ucap singkat Gebby
"Ah.. lu mah gak asik orang nya. Ayolah cerita please.." Aqila mantap Gebby penuh harapan.
Pada akhirnya Gebby pasrah dan menceritakan nya kepada Aqila
.
.
.
"Ahahaha, itu tandanya dia paham kalo lu emang makhluk astral. Mangkanya lu di abaikan, sama seperti doi yang cuekin gue gara-gara Main Mobile Legend" ucap Aqila
"Wah, minta di sleding nih anak" ucap Gebby kesal
"Ampun bos, lagi pula Itu tandanya kita senasib"ucap aqila dengan senyum jenakanya
"Kita Lo aja kali gue enggak. Lagi pula kata siapa kita senasib, perasaan gue eng..~" ucapan Gebby terpotong oleh bunyi bell, yang menandakan jam istirahat telah habis. Semua siswa yang di kelas tersebut mulai kembali ketempat duduknya masing-masing dan mengeluarkan buku Kimia yang akan di bahas oleh guru. Pelajaran pun dimulai.
***
Triiingg
Tak terasa bell telah berbunyi menandakan waktu nya pulang sekolah. Gebby tengah membereskan buku-buku nya dan memasukkannya kedalam tas.
"By, mau pulang bareng gak?" Tanya Aqila
"Gak usah La, gue ada piket hari ini" ucap Gebby
"Oh, kalo begitu gua pulang duluan ya. Bye" ucap Aqila
"Bye" kata Gebby
15 menit kemudian. Gebby telah selesai menyelesaikan piket nya hari ini. Dan segera menuju halte dekat sekolah nya. Sesampainya di halte, Gebby melihat si Balok es itu ada disini, dia sedang berbincang-bincang dengan seorang wanita. Gebby berusaha menjauhi mereka, karena merasa mereka sedang bertengkar.
Gebby melihat wanita itu menampar si Balok es dengan keras, bahkan Gebby terkejut melihatnya. Secara spontan Gebby membelalakkan matanya dengan lebar, mulutnya terbuka lebar, namun segera dia tutup dengan kedua tangannya. Gebby bisa melihat sorot mata wanita itu penuh kemarahan, tapi yang membuat Gebby terhenyak adalah darah di sudut bibir laki-laki itu.
Setelah wanita itu pergi Gebby langsung berjalan menuju tempat si Balok es itu, kebetulan suasana di sana sangat sepi mungkin karena semua murid SMA Tunas bangsa, udah pada pulang kerumahnya. Walaupun ada itu pun di sekolahan, itu karena ada ekskul.
"Gue rasa lo perlu ini" ucap Gebby ke pada dia. Gebby bisa lihat dia kebingungan karena Gebby mengulurkan sapu tangan nya.
"Untuk apa?" katanya dengan singkat.
.
.
TBC.
.
.
Maaf ya klo ada typo bertebaran dimana"
VOUS LISEZ
Akhir
Roman pour AdolescentsKata orang cinta itu buta, Kata orang cinta itu tak harus memiliki, Tapi salah kah jika aku berharap untuk memiliki nya untuk diriku sendiri.
