This is my first story in teen fiction genre. Please kritik dan saran okay namanya juga baru belajar.
Selamat membaca👾
====
Seorang gadis cantik bersurai hitam panjang sepunggung terbangun dari kasurnya. Ia mengucek matanya sedikit kemudian membuka matanya. Kakinya yang panjang menyentuh lantai putih yang dingin karena pengaruh pendingin ruangan. Cahaya pun masuk setelah dia membuka gorden jendela dan kemudian membuka kenop jendelanya. Tiba - tiba kesadaran menyetrumnya dan dengan segera manik emeraldnya mengambil hp yang berada di atas nakasnya kemudian segera melihat tanggal serta waktu yang tertera disana.
"ASTOGE, DEMI GIGI TONGGOS MATER DI FILM CARS, INI HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH. GW TELAT BANGUNN"
Ia pun buru - buru mengambil handuk birunya dan segera pergi ke kamar mandi.
15 menit pun berlalu dan akhirnya gadis tinggi dengan pakaian khas anak sma pun siap untuk berangkat ke sekolah.
Diagure International School yang bertepat di Paris, France. Termasuk dalam kategori sekolah terbagus yang ada disana. Sekolah ini masih menggunakan bangunan dengan relief klasik namun memiliki aksen yang khas yang hanya dapat dijumpai di Paris. Hanya berjarak 5 km dari rumah Ryn dan butuh waktu sekitar 10-20 menit jika ditempuh menggunakan mobil. Setelah siap, Ryn turun dan segera bergabung dengan orang tua serta adiknya untuk sarapan. Setelah sarapan, akhirnya Ryn pun siap dan segera diantarkan ke sekolahnya dengan supir.
Saat turun dari mobilnya, ia berterima kasih dengan Pak Dude dan segera berlari menuju pintu gerbang sekolah yang tinggi menjulang dengan warna coklat berpadu dengan cream dan dihiasi dengan bentuk bunga matahari di bagian pintunya. Ia menambah kecepatan larinya karena pintu gerbang itu segera di tutup.
Tepat saat ia hampir mencapai gerbang itu, sudah tidak ada lagi ruang untuk bisa ia masuki.
"Anjritt, hari pertama gw masuk sekolah kok telat sihh. Dasar bego, pake kesiangan sih tadi pagi. Alarm pake ga idup segala lagi. Sial banget gue hari ini". Ia berdecak dalam hati. Akhirnya, muka gadis itu pun tertekuk sampai matanya menangkap sesosok yang ia kenali dengan baik. Sang penolong pun datang.
"CACA, LO INI EMANG BESPREN GUA BENER". Dan akhirnya muka itu kembali tersenyum setelah melihat sahabatnya turun dari mobil dengan santainya.
"Santai aja kali Ryn. Sini sama gua aja. Gampang kalo telat doang mah. Lo juga udah biasa telat. Napa lebay banget sih". Si gadis jutek ini adalah Marisa Zaqluea. Biasa dipanggil Caca. Anak seorang pengusaha kaya yang merupakan donatur di sekolah ini sehingga ia memanfaatkan itu untuk dirinya sendiri yang memang sangat suka tidak patuh kepada peraturan. Dan gw hanyalah seseorang dari kalangan rakyat biasa yang kepribadiannya sangat berbeda dengan Caca namun karena perbedaan itulah yang membuat kami menjadi sahabat. Walaupun anak pengusaha kaya, ia tetap berpenampilan seadanya dan juga tak pernah memamerkan kekayaannya. Itulah yang gw suka dari dia.
Gw segera berlari dan memeluknya. Sangat erat. Sampai ia kehabisan nafas.
"Ryn udah, nanti gw bisa sesek". Dadanya sudah naik turun karena tubuhnya dikekang oleh tangan gw dengan erat.
"IHHH GW INI LAGI MELEPAS KANGEN DENGAN LO, BENTAR LAGI NAPA. SEBULAN LHO KITA GAK KETEMU". Teriak Ryn dengan seenak jidatnya yang memang lebar.
"Yaudah kalo lo mau ngurusin asma gua". Kata Caca dengan bodo amatnya.
"OH IYA, hehe lupa gua lu punya asma. Sorry ya mbanya hehe". Seru Ryn kemudian mengangkat dua jarinya.
"Penyakit lupa lo ga sembuh -sembuh tah dari dulu. Duh kok sekarang panas banget, gua balik mobil dulu lah". Ia berkata sambil berjalan menuju mobilnya.
"Ca ikuttt". Ryn mengikuti caca di sampingnya. Akhirnya Ryn menunggu gerbang sekolah dibuka bersama Caca di mobilnya. Ryn membuka pintu mobil dan duduk di samping kursi pengemudi. Kemudian, mereka hanya duduk sambil menatap layar handphone di depannya sampai Ryn membuka suara.
"Ca ini udah tahun kedua kita di sma. Menurut lo setahun kemarin seru ga? Ada ga suatu memori yang sampai sekarang berbekas di pikiran lo?"
"Gak ada. Semuanya biasa. Gue kesel dengan mereka yang memasang wajah manis dan lagak baiknya di depan gw. Tapi saat gua melihat mata mereka entah kenapa seperti 'palsu'. Menurut gua, kelas kemaren juga biasa aja gak ada menariknya sama sekali. Kalo lo Ryn gimana?". Seperti biasa ia menjawabnya to the point.
"Gw juga biasa aja. Entah kenapa gua merasa hidup gua monoton aja kayak gini. Beda banget pas kita sd ya. Entah kenapa keluguan yang kita punya dulu lebih membuat gua hidup dan juga membuat dunia gua lebih berwarna. Dimana gak ada namanya saling ejek yang berakhir pembullyan atau kawan 'palsu'. Jadi kangen pas kita main di sd bareng - bareng. Kita main kejar - kejaran sambil tertawa lepas. Gw pengen ngerasain rasa seperti itu lagi". Kata Ryn yang panjang kali lebar.
Bibir Caca tersungging setelah mendengar penuturan sahabatnya itu.
"Iya, gw pengen kayak gitu lagi".
Akhirnya kesenyapan berhasil melingkupi mereka lagi. Sampai sebuah ide yang tidak tahu darimana asalnya muncul di otak Ryn.
"Caa, gimana kalo tahun kedua ini kita buat beda. Hmm... seperti kita jadi diri kita yang baru gitu. Nanti gue akan berusaha dekat dengan teman sekelas dan lo juga gitu. Kita cari teman baru. Kalo bisa yang benar 'teman'. Habis itu, kita nyoba hal baru gitu. Mungkin nyari pacar or maybe become a dilligent student or 'the freak student'. I think that's a good idea to make this year be a memorable, if you want and absolutely different. What do you think?"
"Interesting. But, kalo ga sesuai ekspetasi lo gimana. Dan yah Ryn, lo belum pernah pacaran. Beda dengan gua yang udah pernah pacaran walaupun waktu itu gua masih bocah sd ingusan. Atau mungkin sekarang Ryn udah gede jadi pengen pacaran hm? Pfffttt wwkwk". Dan akhirnya Caca yang sebenarnya pun keluar ketika bersama Ryn.
"Etdah, kampret lu ye. Giliran mojokin gua seneng banget dah lu. Ya gue kepo aja si. Soalnya kawan gua di kelas dulu ada yang pacaran. Gue jadi kepo rasanya pacaran itu gimana".
"Bilang aja gua yang pacaran-_-"
"Hehehe".
"Yodah nti ide absurd lo gua coba".
"Owkey, itu sih terserah ndoro. Dicoba gapapa gak juga gapapa:)".
Dan akhirnya gerbang sekolah pun dibuka, melihat itu Caca menghidupkan mobilnya dan mobil Caca segera memasuki pelataran sekolah dan memarkirkannya. Kemudian Ryn turun dan segera berlari menuju kelas.
Kaki jenjang itu berhenti berlari. Wajah kaget Ryn muncul. Bahkan mulutnya menganga hingga tronton pun bisa masuk. Dan dia lupa. Dia tidak tahu kelasnya dimana. Karena ini adalah hari pertama masuk sekolah.
====
Itu baru prolog yap. Jadi wajarin aja ya kalo dikit wkwk. Tapi ini 1061 words dan itu termasuk lumayan banyak hehehe.
Owkey sampe disini dulu. Nanti lanjut lagi kalo chap selanjutnya udah selesai.
Matta-nee~
❤Ciaaa
Tap 🌟 to vote this story and comment below
YOU ARE READING
Hope
Teen FictionSebuah cerita. Cerita mengenai kisah hidup seorang pelajar di Diagure (*bacanya daiajur:v) International School dimana banyak yang berkata bahwa masa sma akan selalu menjadi kenangan yang terindah. Benar atau tidak? Lebih baik kita lihat saja di cer...
