I'll be there for you

301 43 12
                                        

Kembali kepada habitat shippernya ^^;;;


Selamat membaca

***

Seoul, 28 Mei 2018

Bulan ini merupakan musim semi di Seoul, jalanan tampak lebih berwarna karena bunga dan pohon-pohon yang tumbuh dengan beragam warna. Begitu damai dan sejuk untuk memulai hari tetapi tidak bagi pemilik rumah dengan nomor 365.

Pria manis dengan kulit pucat, penghuni rumah 365 terlihat tergesa-gesa mengumpulkan beberapa berkas dari mesin print dan memasukkannya dalam map berwarna kuning.

"Aish...kenapa aku tidak mendengar alarm pagi ini?!"gerutunya.

Ia memasukkan beberapa buku pinjaman perpustakaan, beberapa kertas folio dan map kuning tadi kedalam tasnya. Setelah memastikan semua aman, ia beralih mengambil handphone-nya dan memeriksa jam yang tertera disana.

"Astaga, benar-benar sudah siang!"

Ia pun segera pergi menuju kampusnya dengan menggunakan bus.

***

Pria manis tersebut tampak tergesa menuju koridor ruang dosen tak mengindahkan tatapan para mahasiswa yang berlalu-lalang.

"Yoongi hyung!"teriak seorang laki-laki tinggi dari arah belakang lelaki manis itu.

"Namjoon-ah,"sapa pria manis itu, Yoongi, kepada laki-laki yang meneriakkan namanya.

"Hyung, Profesor Lee tadi mencarimu saat aku bimbingan dengannya tadi,"kata Namjoon.

"Ya, aku sudah mengiranya. Aku terlambat bangun karena malamnya menyelesaikan lagu untuk pentas seni. Terima kasih sudah memberitahuku,"

"No prob, hyung. Semoga lancar bimbingannya,"

***

Yoongi berjalan dengan muka masam menuju kantin fakultasnya, moodnya benar-benar buruk. Beberapa mahasiswa yang bersitatap dengannya merasa takut akan dirinya. Ia seperti mengeluarkan aura hitam di sekelilingnya.

Tak lama, ia pun sampai di kantin. Mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat kosong sebelum memesan makanan. Pandangannya jatuh kepada pemuda dengan surai abu-abu yang sedang mengobrol dengan kawannya. Yoongi pun berjalan menuju pemuda tersebut.

BRUK

Yoongi mendudukan diri tepat disamping pemuda tersebut, meletakkan map kuningnya di meja. Kepalanya ia senderkan di lengan atas pemuda bersurai abu-abu tersebut.

"Yoongi hyung?"tanya pemuda bersurai abu-abu tersebut saat memastikan seseorang yang tiba-tiba bersandar padanya.

"Diam, Jimin. Aku sedang tidak mood untuk melakukan apapun,"kata Yoongi sambil memejamkan matanya.

"Okay, take your time, sugar,"jawab Jimin.

Jimin pun menolehkan pandangan ke depan, ke arah sahabatnya, memberi kode agar meninggalkan ia berdua dengan kekasihnya.

"Okay Jim, kita lanjutkan saja nanti. Aku akan menjemput Kookie,"pamit sahabatnya tersebut.

"Hati-hati, Taehyung-ah,"kata Jimin sedikit berteriak saat menyadari sahabatnya menjauh.

"Berisik!"kata Yoongi ketus.

Astaga, benar-benar badmood dia, kata Jimin dalam hati.

Jimin melirik map kuning yang tergeletak diatas meja. Ia sudah bisa menebak bahwa kekasihnya ini baru selesai bimbingan dengan profesornya.

"Kali ini apalagi hyung?"tanya Jimin sebelum mengecup ujung kepala kekasihnya.

"..."

"Penulisannya banyak yang salah, penelitian sebelumnya yang kurang atau kurang adanya hubungan, hyung,"

"Heumm...bukan itu,"jawab Yoongi dengan lirih.

"Coba cerita sini, hyung,"

Yoongi hanya diam saja kemudian mengangkat kepalanya dan menyeruput minuman kekasihnya sedikit. Ia pun menatap kekasihnya dan mulai menceritakan kejadan hari ini.

"Sepertinya ini hari sialku. Pertama, tadi aku sama sekali tidak mendengar alarm pagiku ditambah toko kue Han ahjumma tidak buka sehingga aku kelaparan hingga saat ini. Kedua, kau tau sendiri hari ini aku menghadap ke profesor kan? Kau tahu apa kesalahanku tadi?"

Jimin hanya menggelengkan kepalanya, setia mendengarkan kekasihnya bercerita.

"Kata profesor tulisanku lebih buruk dari revisian kemarin dan beberapa kalimat kemarin yang dibetulkan dengan beliau disalahkan. Aku capek, Jimin-ah~"jelas Yoongi diakhiri dengan menyebutkan nama Jimin dengan mendayu.

"Mungkin profesor banyak pikiran, hyung. Kau kan bisa memulainya lagi, dibaca pelan-pelan setelah kau menulisnya,"

"Aku lelah dengan revisian ini dan laguku untuk pentas seni nanti,"

"Jika kau lelah seharusnya istirahat, hyung. Yuk, kita cari makan diluar kemudian tidur siang. Besok jalan-jalan bersama untuk refreshing dan lusanya, aku temani hyung mengerjakan revisi skripsi dan lagumu. Terus berjuang untuk skripsi dan lagumu, hyung. Bagaimana?"

"Mau makan ayam crispy pedas,"kata Yoongi dengan mengerucutkan bibirnya.

"Call. Kita ke tempatnya Seokjin hyung saja,"

"Tapi aku ngantuk~~"

"Kau bisa tidur sebentar di mobilku, hyung. Pokoknya kita tidak pulang sebelum perutmu kenyang,"

"Terserah,"

Yoongi beranjak dari tempat duduknya dan menyampirkan tas ranselnya, begitu pula dengan Jimin. Kemudian Yoongi mengambil map kuning dan menyerahkannya pada Jimin.

"Bawa ini,"

Yoongi berjalan meninggalkan kantin fakultas menuju ke parkiran mobil yang berada di sebelah kanan bangunan kantin. Jimin hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

Memang ajaib kekasihku satu ini, batin Jimin.


END

Sudah ceritanya begitu aja hehe

Judul FF memang apa adanya dan sub judul seperti sebuah lagu hehe

Last, please give your review dear ><

[MINYOON] STRUGGLEStories to obsess over. Discover now