Kreek....krek... Ah, pegal sekali rasanya badanku ini. Sudah 2 hari belakangan ini memang aku sangat lelah karena menjadi panitia cup antar-sekolah di sekolah ku. Besok pun aku harus datang lebih pagi untuk menyiapkan lomba selanjutnya yaitu futsal. Antara senang tapi lelah, aku sudah membayangkan wajah-wajah ganteng pemain futsal yang akan tanding esok. Hmm... sedikit beruntung juga aku menjadi penanggung jawab SMA BRINISE, karena cowok-cowok futsal disekolah tersebut terkenal tampan. Hahaha inilah hasil rumpi cewek. Hhh mataku sudah mulai lelah, aku memutuskan untuk tidur.
Keesokan paginya....
"Raaaaa" sambutan pagi dari Ibu ku sudah mulai terdengar
"Hemmm" jawabku
"Humaira kamu bangun dong! katanya disuruh dateng pagi"
"Iya buuuu" dengan keadaan setengah sadar aku bergegas mandi dan bersiap-siap
Pukul 06.00 aku sudah sampai disekolah. Ah sial, sekolah masih sepi. Hanya ada Tora dan beberapa seniorku disana. Aku segera menuju kantin untuk sarapan, karena tadi aku terburu-buru.
"Bu, bubur ayam satu ya jangan pake kacang dan sambal" kataku kepada seorang penjual bubur di kantin sekolah bernama Bu Mira
"Iya ra, kok tumben dateng pagi?" jawabnya sembari membuatkan pesananku
"Hm iyanih disuruh dateng pagi karena jadi pj futsal, eh taunya pada ngaret" kataku yang sedang memperhatikan seisi kantin
"Hahaha kamu terlalu rajin, kayak gak tau anak-anak aja raaa. Makan dulu nih, gak sekalian beli susu?" kata Bu Mira
"Enggak bu, udah bawa dari rumah. Ini bu uangnya" kataku berlalu menuju meja kantin yang masih kosong.
Aku pun makan dengan lahapnya karena sangat lapar. Sudah pukul 06.30 pun baru ada sedikit panitia yang datang.
"Woi ra!" tiba-tiba ada yang menepuk pundak ku
"Ah elo, kirain siapa. Gila lo, gue udah daritadi nih. Mana yang lain sih?" kata ku terhadap Ibel
"Ada di ruang panitia tuh. Lo bukannya kesana aja. Udah pada ngumpul, ini gue mau beli makaan dulu, laper bro" kata Ibel
"Hhh gue kira belom pada dateng bel. Yaudah gue kesana dulu ya" kataku.
Aku pun segera menuju ruang panitia
---
Pukul 08.00
Sudah banyak peserta yang datang, tetapi, dari SMA BRINISE belum terlihat. Aku menggerutu dalam hati. Kali ini entah mengapa aku yang merasa panik, karena sekolah tersebut main paling pertama dan mulai setengah jam lagi. Aku memutuskan untuk menelpon salah satu pemain.
"Halo"
"Iya, haloooo. Em sorry nih, gue Humaira. Gue pj sekolah lo nih, kalian udah dimana ya? soalnya setengah jam lagi main" kataku
"Oh iya, gue Raka. Kita udah mau nyampe kok. Sorry" jawabnya dengan singkat
"oke, cepet ya"
"iya" tuuuut..... Hah parah gak ada basa-basinya langsung ditutup. Aku pun penasaran dengan orang ini. Aku akan mencarinya nanti.
10 menit kemudian tim dari SMA BRINISE pun datang. Mereka terlihat masih mengantuk, mungkin karena bermain pagi jadi mereka harus bangun lebih awal. Aku mengira-ngira, Raka itu yang mana ya?. Setelah memperhatikan satu persatu wajah mereka yang tampan itu, aku terpaku pada satu orang yang sedang duduk diam. Hmm, apakah itu Raka....
"Ayo guys kalian main sebentar lagi ya. Tolong dipersiapkan secepatnya" ucapku kepada tim futsal SMA BRINISE
"Iyaaa. Tunggu aja" jawab salah satu pemain
Aku menunggu di koridor kelas. Lalu satu persatu pemain pun keluar. Ah gak kuat, mereka keren banget. Tapi... aku masih penasaran dengan Raka. Yang mana ya kira-kira.
DAAAKK!!!!
Tiba-tiba terdengar suara dari belakangku. Aku pun segera menengok kebelakang. Salah satu pemain ternyata ada yang terjatuh, dia pemain yang membuatku terpaku saat tadi.
"Eh lo gapapa kan?" tanyaku sambil mengulurkan tangan
"Iya gapapa" jawab pemain tersebut sambil menepuk telapak tangan ku tanpa menggenggamnya. Ia pun segera bangkit
"Duh, tali sepatu lo tuh belum diiket. Hati-hati kali lain" ucapku
"Iya, thanks ya" kata pemain tersebut sambil menyimpul tali sepatunya
"Oke, hmm by the way nama lo siapa?" tanyaku
"Raka. Lo humaira kan?" jawabnya sambil tersenyum. Huaa manis sekali
"Ummm iya. Gue humaira, oh yang tadi di telepon itu lo ya" kataku
"WOI RAK CEPET KALI LO. TUMBEN GENIT" teriak temannya dari kejauhan
"Eh duluan ya" katanya sambil berlari.
Pertandingan pun dimulai. Di babak pertama, SMA BRINISE kalah 1-0. Tetapi dimenit-menit akhir entah mengapa dengan waktu singkat SMA BRINISE mengalahkan SMA MOONTELA
to be continued
YOU ARE READING
Love in A Circle of Ball
Teen FictionBola itu bundar. Cinta itu seperti bola, bundar. Tidak akan pernah ada habisnya. Tidak akan pernah berujung. Ini adalah kisah seorang wanita dengan pemain futsal yang cuek, dingin, pekerja keras, dan unpredictable
