Seorang anak perempuan sedang duduk di bangku taman sambil menggenggam sebuah
Pisau kecil ditangannya. Tangannya yang sudah berlumuran darah akibat dirinya sendiri dan sebuah ringisan kecil yang dia keluarkan.
"Aghhh... Mah..pah.. dimana? Cila boleh ikut mamah? Cila mau bareng sama kalian aja." Sambil menggenggam goresan ditangannya yang mengeluarkan darah.
Gadis yang malang. Gadis yang sangat merindukan kasih sayang kedua orangtuanya. Gadis yang sangat amat teramat membenci kehidupannya. Dia berharap ada seorang pangeran yang datang dan membawanya ke negeri dongeng.
Tiba-tiba saja ada sebuah langkah kaki mendekat ke arah gadis malang itu.
"Hee! Lu mau bunuh diri ya? Udh Gila Lo ?" Beribu-ribu pertanyaan keluar dari mulut seseorang, yang membuat cila semakin takut dan berpikir untuk membunuh seseorang yang sedang ada di dekatnya itu.
"Wahh emang bener gila nih anak. Heh! Lu waras apa kaga?"
1 menit...
2 menit...
3 menit...
" Udh fix nih cewe gila. Ayu ikut gua." Pergi sambil menarik lengan gadis malang itu .
"Udh naik!."
Gadis malang itu hanya memerhatikan wajah tampan seorang laki-laki yang sedang berbicara dengannya.
"Astagaaaa!"
Laki-laki tampan itu turun dan langsung menggendong gadis malang itu ke motornya.
"Udh diem!."
Tak lama kemudian laki-laki itu menaiki motornya dan membawa gadis malang itu entah kemana.
Tidak lama kemudian motor ninja berwarna merah itu sampai didepan apotek.
"Diem disini! Ngerti?"
Gadis malang itu hanya mengangguk'an kepalanya
"Cantik-cantik kok gila." Lalu pergi masuk kedalam apotek tersebut. Tidak lama kemudia laki-laki tampan itu keluar dan membeli perban, obat merah,kapas, dan perban.
"Nih obatin sendiri luka lu."
"Ma-kasih" respon gadis malang itu.
"Hhmm"
3 detik...
5 detik...
10 detik...
"Sebenarnya ku gila ga sih?"
Direspon dengan gelengan kepala.
"Berarti nggk?"
Sekali lagi dibalas dengan anggukan kepala.
"Hhmm... Terus itu knp tangan lu?"
Tiba-tiba gadis itu menangis dan langsung memeluk laki-laki tampan yang berada didekatnya.
"Lo pangeran gua kan? Lo yang dikirim sama tuhan buat jagain gua kan? Jawab "iya" gua mohon..." Ucap gadis malang itu yang tetap berada dipelukan laki-laki itu tanpa mengubah posisinya sedikit pun.
Laki-laki itu berpikir bahwa gadis itu sangat depresi dan membutuhkan kasih sayang. Tapi kmn orang tuanya? Meninggal atau menelantarkan gadis ini?
"Oke iya gua pangeran lu."ucap laki-laki itu
"Ayo ajak gue ke negeri dongeng, ayo!" Ucap gadis malang itu sambil menarik-menarik tangan laki-laki itu.
"Negeri dongeng itu ga ada! Lu tuh ngehayal tau ga?!" Ucap laki-laki itu dengan nada tegasnya.
"Gua emng pangeran, nama gua PANGERAN ngerti?."
*********
Hai! cerita ini aku rombak dulu, Karena ceritanya udh ga jelas arah tujuan. Semoga suka:*
See you:)
YOU ARE READING
Reality Of Life
Teen FictionNamanya cila. Gadis malang yang selalu menangis sendirian dibangkitkan taman. Gadis malang yang selalu berharap bertemu dengan pangeran dan membawanya ke negeri dongeng.
