Going to LA

882 50 10
                                        


Awww terima kasih sebelumnya sama temen aku depi yang udah buat aku semangat bikin ini fanfic hahaha, oh ya maaf aku baru nongol sekarang hehehe dan sekarang aku bawa fanfic baru.. eumm untuk fanfic we aku gak tau mau lanjutin atau enggak aku bingung hahaha maaf kan dakuuu >.<.. eumm kalau gitu semoga kalian suka yaa hohohoho...

Ini adalah hari sabtu, hari yang biasanya diisi dengan kebagiaan, penuh cinta dan kasih sayang dari seorang yang special. Tapi kali ini berbeda dengan donghae. Hari sabtu kali ini adalah hari yang paling menyebalkan seperti neraka. Karena hari ini dia harus ditinggalkan oleh istrinya yaitu hyukjae yang pergi ke LA berdua dengan anak keduanya yaitu jisung. Hyujae bilang dia harus pergi ke LA karena saudaranya sedang lahiran dan sedangkan dia ditinggal dirumah dengan anak pertama yang menyebalkan yaitu jeno, musuh nomer satu donghae saat merebutkan hyukjae. Sebenarnya donghae sih tidak keberatan jika ditinggalkan sendirian di rumah tapi kali ini dia harus di tinggalkan dengan jeno. Anak pertamanya itu sangat hiperaktif dan menyebalkan, bahkan saat ini dia sudah menjadi monster yang menyeramkan. Oke itu berlebihan tapi itu lah yang dipikirkan oleh donghae sekarang.

"huufftt" sudah beberapa kali helaan nafas yang di keluarkan oleh donghae, mungkin kali ini sudah ke 1000 kali. Oke kali ini dia sangat lelah. Bagaimana tidak lelah, dia sudah membereskan tempat tidur tapi di berantaki lagi oleh monster kecil itu dan lagi belum anak itu yang tidak mau makan sejak pagi. Kalau istrinya tahu ini mungkin dia tidak akan dapat jatah hingga setahun. Oke kali ini mungkin donghae berebihan lagi. Bukankah dia selalu berpikir negatif dari tadi.

"yaaak.. lee jeno sudah ayah katakan jangan berantakin tempat tidur.. yaaak.. yaaaakkk.." kali ini donghae sudah diambang batas. Laki-laki umur 32 tahun itu sudah tidak sabar dengan anak pertamanya. Bahkan lihat sekarang anak itu malah meledek donghae dengan berjingkrak-jingkrak di atas tempat tidur dengan memeleti dirinya. Ah sepertinya anaknya sedang mengajak perang donghae.

"yaak lee jeno sini kaau.."

"andwaaaee.. ayah jelek weeek"

"yaaak le jeno jangan lari kauu.."

Prang.. prang.. gubrak.. bruk..

Oke itu berlebihan tapi itu lah keadaan sekarang, dimana donghae yang berlari mengejar anaknya dan anaknya lee jeno melempar semua mainannya ke donghae agar ayahnya itu menyerah.

" yaaak.. haahh yaak.. astaga aku lelah, ck lee jeno kaau" donghae sangat lelah dia langsung duduk dilantai begitu saja sambil melihat kesekeliling rumah yang berantakan belum lagi dia belom mandi atau membuat sarapan. Rasanya dia ingin mati saja kali ini.

"HYAAA AKU TIDAK KUAAAATTT!!! HUAAAAAAAA"

-------------------------------------........................................................----------------------------------------------

"aaaa.. ayo makan jeno buka mulutmu"

"eeuuumm, gak, jeno gak mau makan.."

"ck kau harus makan.. ayo buka mulutmu, ayah akan menyuapi mu.. aaa"

"nooo, ayah. Jeno bilang tidak mau makan, jeno mau bunaa" anak itu menutupi mulutnya dengan tanggannya.

"buna tidak ada disini, kau makan dulu habis itu kita ketemu buna"

"eh benarkah? Ayah gak bohong kan"

"tentu kalau kau habiskan semua sayuran ini kau akan bertemu buna"

"semuanya ayah?"

"sure, habiskan semuanya" ucap donghae dengan menyeringai. Dia tau kalau musuh terberat jeno adalah sayuran-sayuran itu.

Going to LAStories to obsess over. Discover now