Pagi ini tepat pukul 06.30 seorang gadis bernama Aera Callista Branello masih terlelap diatas kasur kingsize nya. Padahal hari ini hari senin dan pagi ini ada upacara, dia malah masih tidur dengan nyenyaknya. Mungkin memang benar bahwa mimpi lebih indah dari kenyataan.
"Listaaaaaaaaaaaaaaaaaaa........ adik abang yang nggak ada cantik - cantiknya, bangun woeeeeyy. Udah jam setengah tujuh nih." Teriak sang abang dari lantai bawah
"aduh berisik banget sih." Umpat lista lirih
"nggak usah ngedumel, cepetan turun hari ini ada upacara. Mau lo dihukum karena telat?." Teriak sang abang
"yaudah sih biarin, dihukum ya dilaksanain aja. Kayak nggak pernah telat aja, oranng biasanya juga keluar masuk BK. Badboy kok takut dihukum." Ucap lista sambil menuruni tangga
"wesss... gue mah sekarang udah tobat nggak badboy lagi, udah kelas 12 cuy. Bentar lagi lulus, masa mau nakal terus." Jawab sang abang
"halah, ssekarang ngomong tobat. Entar juga nongkrong diroftof sama geng amburadul lo itu. Hapal kok gue hapal." Ucap lista
"yaudah sih yaudah. Mending sekarang kita berangkat, udah jam tujuh ini." Ucap kaero sang abang
Kaero kaveno Branello anak pertama dari pengusaha sukses, namun sayang Kaero dan Lista tak pernah diperhatikan oleh orang tuanya. Orang tua mereka atau lebih tepatnya papa mereka lebih mementingkan pekerjaan dan mama mereka? Hanya bisa mengikuti kemana pun papanya pergi. Jadi jangan heran jika hanya ada abangnya dirumah. Karena orang tuanya pun hanya akan pulang ketika dia ingat saja. Bahkan mungkin orang tuanya sudah lupa jika mereka memiliki anak yang mereka tinggal dirumah berdua. Semua bisa terjadi bukan?
~
Mereka sampai di sekolah tepat jam 08.00 setelah upacara selesai. Tau sendirikan kalau Jakarta macet kayak gimana, satu jam baru sampai. Untung sekolahan punya orang tua sendiri. Jadi, bisa masuk semau mereka sendiri.
Kaero dan Lista turun bersamaan dari dalam mobil. Mereka menjadi pandangan oleh semua murid SMA internasional WB, karena semua murid tidak ada yang tau mereka anak sang pemilik sekolah. Hanya kepala sekolah, satpam dan sahabat mereka berdua saja yang tahu, bahkna guru - guru tidak ada yang tahu menahu soal itu. mereka hanya tidak mau disanjung - sanjung atau dihormati layaknya raja, mereka hanya ingin hidup sewajarnya anak remaja saja tanpa embel - embel kejayaan orang tua mereka.
"itu bukannya si lista anak 11 ipa 2 ya? Kok bisa barengan sama kak Kaero si most wanted SMA ini sih." Bisik salah satu murid yang melihat mereka berjalan bersama
"pakek pellet kali dia, makanya kak Kaero mau. Orang nggak ada cantik - cantiknya juga, masih cantikan gue kayaknya." Jawab sang teman
"bang kita pisah disini aja ya. Risih gue denger ocehan mereka." Pinta lista pada sang abang
"nggak, gue anter sampek depan kelas aja. Nggak usah dengerin ucapan orang, anggep aja angin lalu." Jawab Kaero
Lista hanya bisa diam, abangnya ini jika ditolak akan ngamuk. Dan ngamuknya itu udah kayak cewek PMS lama banget terus harus dibujuk dulu biar nggak ngamuk lagi. Lista jadi heran, jangan - jangan abangnya ini sebenarnya perempuan terus dandan seperti laki - laki.
"eh, nggak - nggak , nggak mungkin." Lirih lista sambil geleng - geleng
"heh.... Ngapain geleng - geleng kek gitu? Kesambet ya lo?" Tanya kaero saat melihat adiknya bertingkah aneh
"gue nggak papa. Yaudah pergi sana, udah sampek kelas gue ini. Husss husss." Usir lista pada sang abang
"iye - iye, cerewet amat sih lo.gue mau pergi juga ini" jawab kaero sambil mengusap kepala lista
YOU ARE READING
Bulan & Bintang
Teen FictionJika aku bintang, siapa yang akan menjadi bulan. Bulan yang akan menyinariku. -Aera Callista- Jika kamu bintang, maka aku yang akan jadi bulannya. Agar aku bisa menyinarimu. -gero gerando-
