chapter 00- The Birth of Wizard Boy

107 5 2
                                        


"oeekkkk... oekkk.. ekkk"

Suara nyaring tangisan bayi menggema di seluruh ruangan indah yang bernuansa kuno tersebut, keringat dingin semula membanjiri para pelayan dan para petinggi-petinggi suku diluar ruangan kini mulai menghilang. Tentu saja saat kehadiran pewaris suku mereka yang dianggap suku terkuat lahir, anggota mana yang tak bahagia akan event ini. Seorang pria paruh baya segera berlari menuju ruangan dimana suara nyaringan bayi tersebut berasal. Dengan tergesa-gesa, ia membuka pintu dan matanyapun berseri-seri saat melihat tubuh mungil yang tertidur di gendongan salah satu pelayan yang membantu persalinan istrinya.

"ba.. bagaimana keadaan anakku?"

Dengan gugup serta tangannya yang bergetar, ia meminta tubuh mungil yang sedang terlelap tersebut. Ia menggendong tubuh mungil tersebut perlahan dan secara berhati-hati pria paruh baya tersebut membawanya keluar. Salah satu pelayan wanita yang membantu kelahiran bayi mungil tersebut maju kedepan dan menunjukkan wajah bahagianya. Tangannya mengepal, menunjukkan rasa bahagia dan memberikan ucapan selamat kepada pria paruh baya tersebut.

"tuan... selamat, anak laki-laki ini akan menjadi pewaris anda satu-satunya"

Dengan menyeka air matanya, pria paruh baya tersebut tersenyum hangat kepada pelayan tersebut. Ia berjalan menuju Kasur, dimana seorang wanita muda berusia sekitar 35 tahun terbaring lemas di atas Kasur bersimbah darah. Wanita tersebut tersenyum letih, menunjukkan betapa lemahnya ia sekarang.

"suamiku... bagaimana anak kita?"

Dengan suara lemah, ia bertanya kepada pria paruh baya yang ia panggil suami tersebut. Meskipun ia lemah, wanita tersebut tetap tersenyum menunjukkan rasa bahagianya terutama saat melihat suami tercintanya meneteskan air mata saat melihat buah hati mereka.

"Elena... terimakasih, kau memberikanku kebahagiaan terindah dalam hidupku ini. Kini aku mempunyai pewaris, meskipun nyawaku melayangpun, kini aku tidak akan pernah menyesali apa yang telah kuperbuat. Anak ini akan menjadi saksi bagaimana ayah dan ibunya berjuang demi mendapatkan dirinya, dan anak ini akan menjadi saksi, bagaimana diriku, seorang Barenza Vinnegus menetaskan air mata pertama di hidupnya"

Barenza memeluk tubuh bayi mungil tersebut dengan kehangatan, dengan perlahan-lahan ia memberikan tubuh bayi mungil yang terlelap tersebut ke pada wanita yang terbaring lemas di atas Kasur. Dengan lembut, wanita bernama Elena tersebut mengambilnya dan menidurkannya disampingnya. Ia tersenyum dan berkata,

"sayang... dengarlah kata-kata ayahmu, hiduplah dengan sehat dan bahagia... suatu saat, ibu berharap kita bisa berkumpul bersama dan tertawa bersama. Maafkan ayah dan ibumu yang tidak berguna ini. Ini adalah satu-satunya cara agar kami tetap bisa melindungimu, sekali lagi maaafkan kami anakku. Kami berdua sangat menyayangimu... sangat.... Sangat.. "

wanita bernama elena tersebut tak kuasa menahan air matanya saat melihat buah hati kesayanannya tersebut. Meskipun hanya sesaat dia dapat berbahagia dengan buah haatinya, elena sangatlah senang. Ia mengecup dahi bayi mungil tersebut dan memberikannya kembali kepada suaminya, Barenza. Barenza berusaha selembut mungkin menggendongnya agar bayi tersebut tidak terbangun.

"Elena.. maafkan aku, jika bukan karena ke-egoisanku, kita bisa hidup bersama bertiga. Karena para petinggi jahanam itu, kita terpaksa harus menyembunyikannya! Tapi jangan khawatir Elena, tunggulah sebentar lagi, saat aku mampu menghabisi para anjing-anjing itu, kita akan bisa hidup bersama! Waktu.. aku hanya butuh waktu sebentar saja!"

Barenza memandang langit yang penuh bintang dengan tatapan dingin, aura membunuh mulai muncul disekitarnya. Bayi mungil yang ia gendong pun perlahan mulai membuka matanya karena merasakan aura dingin disekitarnya. Indah, itulah kata yang terfikirkannya saat ia pertama kali melihat mata anaknya. Bayi laki-laki mungil tersebut memiliki dua warna mata berbeda, mata kirinya berwarna hijau berlian , dan mata kanannya memiliki warna biru laut. Barenza tertegun melihat mata anaknya tersebut, bibirnya bergetar, ia bergetar dan membukka mulutnya

"E.. E.. Elena! Anak kita! Elena, anak kita mewarisi mataku dan matamu! Ya tuhan, terimakasih kau telah memberikan anak luar biasa ini pada kami! Hahaha, anakku! Hahaha, anakku yang terhebat, inilah anakku, anak dari penyihir terkuat Barenza Vinnegus, dan penyihir terindah Elena Elfyrian!"

Barenza sekali lagi tak mampu membendung kesenangannya, ia mengangkat bayi itu tinggi-tinggi dan sekali lagi berusaha melihat keindahan mata anak laki-lakinya tersebut. Bayi mungil tersebut tanpa rasa takut, ia memandang Barenza dengan wajah penuh penasaran. Perlahan lahan, kedua matanya berubah warna kembali menjadi hitam kelam. Barenza hanya mampu tersenyum bahagia melihat kejadian ini, hal ini menunjukkan bagaimana masa depan buah hatinya tercinta. Barenza, ia adalah penyihir terkuat yang pernah ada di dunia, ia memiliki banyak pengetahuan dan sangat berpengalaman. Ia tahu, mata seseorang akan bangkit setelah terjadi resonansi sihir antara tubuh dengan jiwanya, dan hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Barenza yang mampu meresonansi antara tubuh dan jiwanya saat berumur 11 tahun, dia dianggap sebagai genius yang tak tertandingi. Kini, ia baru mengetahui makna genius sesungguhnya, anaknya yang baru saja lahir mampu meresonansi antara jiwa dan tubuhnya. Dihadapan anaknya, ia tidaklah lebih besar dari seuntai rambut milik anaknnya.

Terlebih lagi, anaknnya memiliki dua macam warna yang menunjukkan bahwa anaknya memiliki sihir ganda. Melihat reaksi suaminya, Elena pun juga tersenyum bahagia, ia perlahan memulihkan sebagia kemampuannya dengan cepat agar ia mampu bangkit untuk melihat anaknya.

"suamiku... anak ini, menurutmu nama apa yang cocok untuknya?"

Elena tersenyum saat melihat mata anaknya yang terfokus padanya. Ini pertama kalinya Elena bertemu bayi seperti ini, seakan-akan bayi tersebut memiliki ribuan pertanyaan dan ingin segera bertanya. Ia sangat berbeda dengan bayi pada umumnya.

"hmm... karena matanya seindah batu permata, bagaimana jika menamakannya Jade? Jade Vinnegus! Elena, bagaimana menurutmu?"

"tentu! Nama yang indah, cocok dengan parasnya yang benar benar mewarisimu, suamiku!"

Elena tertawa kecil melihat ekspresi suaminya tersebut. Tentu saja, elena tidak menyangka bahwa Birenza akan sesenang ini setelah ia memberikannya keturunan kepadanya. Wajah Birenza yang semula tersenyum hangat, kini tiba-tiba berubah penuh keseriusan.

"Elena, kita harus cepat segera membawanya keluar dari tempat ini! Aku akan menggunakan sihir pemindah dimensi, selagi anak kita disini, apa kau ingin mengatakan padanya sesuatu?"

Ekspresi hangat elena pun juga berubah drastic menjadi wajah kesengsaraan. Ia memandang tubuh kecil Jade Vinnegus yang masih membuka matanya. Perlahan ia membuka mulutnya, tetapi tidak ada stu katapun keluar dari mulut elena. Elena menarik nafasnya perlahan dan mengangkat tangannya menutup mata bayi tersebut.

"dormir"

Perlahan, mata mungil bayi itu menutup. Birenza menatap kosong pada elena dan kemudian ia tersenyum padanya.

"mungkin ini yang terbaik untuknya, Elena"

Barenza mengangkat kembali tubuh anaknya, mengadahkannya ke langit. Ia menutup matanya, tak kuasa menahan rasa sedih karena harus terpisah dari anaknya yang baru lahir. Tapi ia tahu, ini adalah yang terbaik untuk anaknya, Jade. Untuk sekarang ia masih belum memiliki cukup kekuatan untuk melindungi Elena dan Jade, ia harus melakukan hal ini untuk anaknya tercinta.

"deplacer des dimension, se deplacer jusqu'a un million de miles"

Ia merapalkan mantra pemindah dimensi tingkat tinggi, segera setelah mantra itu terucap, tubuh bayi mungil tersebut perlahan memnghilang. Birenza dan Elena memandang langit tempat dimana kedua anaknya perlahan menghilang. Didalam hati kedua pasangan tersebut mereka berkata,

'hiduplah dengan bahagia anakku, Jade Vinnegus'

Bersambung ke chapter 01

author note: maaf apabila ada kesalahan penulisan serta ketidak tetapan kalimat, ini adalah cerita pertama yang author post, salam bahagia.

Unrivaled WizardWhere stories live. Discover now