Perkenalan

15 0 0
                                        

"Perkenalkan nama saya Ardha, saya Fakultas Teknik dan Komunikasi"
Begitu elegan cara dia memperkenalkan diri. Ardha  adalah ketua kelompok masa Orientasi pengenalan kampus di sebuah Universitas swasta di Wonosobo.
Sebuah pertemuan pada perkumpulan kelompok masa Orientasi pengenalan kampus yang akan dilangsungkan 3 hari  lagi.

__

Aina masih duduk di salah satu fakultas setelah perkumpulan dengan anggota kelompoknya. Duduk sendiri sembari menunggu Fila teman masa SMAnya yang dipertemukan lagi di kota Asri. Tak lama Fila datang dengan 2 teman yang masih asing bagi Aina.
"Udah selesai kumpulnya, Ai??" tanya Fila
"Udah. Fil kamu tau anak itu gak? Kaya anak angkatan kita yo" Kata Aina sembari menunjukkan seseorang yang dia maksud.
"Lho itu emang temen angkatan kita, samperin yuk".
"Lutfi kan??" tanya Fila pada seseorang yang dikira teman angkatan kami
"Wah kalian, kuliah disini juga to? Kalian anak IPA unggulan itu to"
"Alah apaan kamu, ambil prodi apa kamu fi??" tanya Aina
"Aku ambil TI, kalian ambil apa?"
"Sama dong kita" Jawab Fila
"Aku ambil pendidikan Fisika, fi" sambung Aina
"Eh kalian mau kemana?"
Panjang perbincangan kita seolah tak membuat mereka sadar akan waktu.

"Fi, aku sama Aina duluan ya ditunggu temen-temen kasian pada nunggu" Kata Fila
"Oke,  hati-hati ya. See you next time. setelah Ospek kita wajib kumpul."
"Asal saling kasih kabar aja"

Pertemuan mereka hari itu harus usai setelah perbincangan yang panjang karna mereka harus kembali pada aktivitas masing-masing. Dan Aina harus menunggu mobil angkutan warna kuning untuk mengantarkannya ke terminal.

Tentang Aina
Putri sulung dari seorang petani yang menginginkan kuliah di kota Yogjakarta namun karena ketegasan dari ayahnya yang tidak menginginkan putrinya tinggal di kota besar dengan alasan pergaulan yang terlalu bebas sehingga ditakut putrinya akan terjerumus karena tak ada kontrolan. Aina terpaksa menerima tawaran dari sang ibu yang menyarankau putrinya untuk melanjutkan di Universitas Swasta di kota Asri.
Dalam diri Aina sangatlah kecewa karena dia tidak bisa mewujudkan apa yang selama ini menjadi impiannya, namun Aina tidak ingin mengecewakan ke dua orang tuanya. Dari awal Aina mendaftarkan dirinya ke Universitas tersebut hatinya masih kecewa mengingat kota impiannya. Di Universitas yang telah di pilihkan Aina mengambil jususan Pendidikan Kimia yang dia tentukan sendiri karna sesuai dengan jurusan waktu SMAnya menurut Aina dengan mengambil jurusan tersebut dia bisa mengikhlaskan kota impiannya.

Namun dari sinilah awal perjumpaan Aina dan Ardha.

Tentang Ardha
Anak bungsu dari keluarga sederhana yang kurang beruntung. Bapak dan ibunya berpisah dikala usia Ardha 2. tahun. Ardha  hidup bersama kakek, nenek dan kakak laki-lakinya tinggal di sebuah kota perbatasan jawa tengah.
Ardha sosok seseorang yang terlihat kuat namun sering kali rapuh. Ardha masuk Universitas Swasta di kota Asri lantaran dukungan dari kakak satu-satunya yang kini telah berumah tangga dengan gadis kampung tetangga. Dengan lapang dada dan jarak yang jauh Ardha menetapka tekadnya di kota Asri.
Di Universitas ini Ardha mengambil jurusan yang sesuai basicnya Ardha mengambil Teknik Mesin.

Aina dan Ardha dipertemukan dalam masa orientasi pengenalan kampus mereka didekatkan dengan pembagian kelompok dari pihak panitia OSPEK. Awal pertemuan singkatnya ketika mereka berkumpul membahas kelompok karena masa orientasi tinggalah besok. mereka bahkan tidak pernah saling menyapa dan mungkin sibuk masing-masing mengenal teman baru mereka. Namun Aina masih binggung karena sampai sore ini dia belum mendapatkan tempat tinggal selama dia dikota Asri akhirnya setelah kedua orang tua Aina datang mereka langsung membawa Aina menuju asrama yang berada di dekat kampus. Sedangkan Ardha memilih tinggal di kos dengen teman SMKnya.

Senja Yang Menghantar Kepergianmu Histórias para pegar e não largar. Descubra agora