Endless Love - 1

61K 276 4
                                        

"Mendekatlah, genggam tanganku maka kamu akan tahu segalanya."


Aldiriz Pratama Stanley, pria tampan bermata dark coklat, yang memiliki tubuh serta wajah yang sempurnah. Seakan-akan Tuhan menciptakannya dengan senyuman yang terus saja mengembang.

Setiap mata yang memandangnnya, akan terus menerus memuji ketampanannya. Wajahnya yang tampan dengan bibir penuh berwarna pink soft, membuat kaum hawa selalu ingin melahapnya.

*** Aldiriz POV ***

Seperti inilah keadaanku sekarang. Yang aku lakukan hanyalah menatap lurus ke luar jendela. Melihat setiap kendaraan yang sibuk meloloskan diri dari dekapan jalanan. Kemacetan yang terjadi di Jakarta bukan hal yang baru untukku. Namun entah mengapa, menatap kemacetan lebih menarik perhatianku dibanding harus menandatangani seluruh berkas yang membuatku muak.

Ah ya, namaku Aldiriz Pratama Stanley. Seorang CEO di perusahaan The Stanly Fam. Umurku 22 Tahun, terkenal dengan berbagai julukan dimata masyarakat. Playboy, Lady Killer, dan Psikopat tampan.

Aku disebut playboy karena memiliki banyak wanita. Aku disebut Lady Killer karena dengan ketampanan ku, aku bisa menggonta ganti pasangan sesuka hatiku, setelah aku puas, aku akan meninggalkan mereka. Aku tidak peduli bagaimana perasaan mereka.

Siapapun yang berani menghalangi ku, aku tidak akan segan-segan untuk melenyapkan mereka. Maka dari itu aku disebut PSIKOPAT. Dan tidak sedikit pula yang menyebut diriku Malaikat berhati Iblis.

Aku begitu syok saat mendengar bahwa aku telah dijodohkan. Tentu saja rencana perjodohan itu tanpa persetujuanku. Aku akan menikah dengan wanita yang tidak aku kenal, wanita yang tidak aku cintai. Semua drama ini benar-benar membuatku geram.

Sampai dimana aku melihat foto gadis mungil yang begitu cantik dan anggun. Gadis itu benar-benar membuatku tertarik, aku hanya ingin memandang gadis itu.

"Pa, siapa gadis itu?" Tanyaku penasaran kepada papa. Namun hanya senyum sumringah yang ku dapatkan dari wajah tampan Papa.

"Papaaa ... Aku sedang bertanya. Siapa gadis imut itu Pa?" Kini aku terlihat seperti seorang lelaki manja yang ngambek karena tidak mendapatkan jawaban yang aku inginkan.

"Dia calon istrimu Al". Ucap Papa yang langsung membuatku ternganga. Ucapan Papa masih terngiang di telingaku. Sulit sekali menyerap perkataan Papa.

Dan beberapa detik kemudian, aku tersadar dengan ucapan Papa. Gadis imut itu adalah calon istriku. Calon istriku yang membuatku kesal berhari-hari karena tidak ingin dijodohkan. Tapi sekarang, aku tidak akan menyia-nyiakan wanitaku. Aku akan menikahinya!! Yeyyyy.

Tapi, satu yang membuatku bingung. Kenapa begitu cepat aku bisa jatuh cinta kepadanya hanya dengan melihat foto centilnya? Selama ini, banyak wanita yang sudah aku kencani, bahkan aku tiduri dan sering merasakan kepuasan. Namun kenapa aku tidak jatuh cinta dengan salah satunya? Sekarang aku akui, aku memang benar-benar Lady Killer.

***

Tiga jam kemudian aku di beritahukan oleh sekertarisku Neth bahwa Papa sedang dalam perjalanan menuju ke perusahaan ini untuk menemuiku. Ya Tuhan ada apa lagi ini?

Aku berjalan gontai menuju ruangan rahasiaku yang berada di dalam ruang kerjaku. Sebenarnya ini adalah ruangan khusus untukku beristirahat atau bisa jadi tempat pertemuan dengan keluarga jika ada yang berkunjung. Aku sengaja tidak menunggu Papa diluar, ya aku tidak ingin diceramahi habis-habisan karena keadaanku yang sedang berantakan ini. "Kamu itu CEO di sini, banyak bawahan kamu, image kamu akan buruk setelah mereka melihat kamu seperti ini, dan bla bla bla" Kalimat super itulah yang akan keluar dari mulut Papaku.

5 Menit

10 Menit

30 Menit ... Dan

"Aldiriz Pratama Stanley ..."

Teriakan khas dari suara Bass yang sangat aku kenal. Ya, he is my father.

"Pa, I'm Here". Teriakku, walau aku sendiri tahu bahwa ruangan ini kedap suara. Aih bodohnya aku.

Aku berjalan menuju pintu dan membuka sedikit pintu rahasiaku ini. "I'm here dad", ucapku seraya menonjolkan sedikit kepalaku. Dan di balas tatapan jahat oleh Papa.

Papa mulai melangkah melewati pintu dan duduk di sofa dekat dengan ranjang. Entah mengapa, perasaanku tidak enak. Atau jangan-jangan aku telah berbuat kesalahan? Tidak mungkin, kalau aku buat kesalahan, sudah dari tadi Papa menonjok perutku. Dan buktinya Papa adem kalem saja. Ada apa ini?

"Al kosongkan waktumu jam 8:00 malam ini" ucap Papa memulai percakapan.

"Untuk apa Pa?" Tanyaku penasaran.

"Kita diundang makan malam oleh keluarga Bill" Ucap papa dengan senyum sumringahnya. Dan itu mencurigakan untukku. Kenapa juga Papa harus tersenyum bahagia saat mengucapkan kata-katanya tadi? Huhh.

Dan keluarga Bill? aku tidak tahu siapa mereka. Karena aku sendiri belum pernah mendengar nama mereka. Aku hanya mengangguk menyetujui perkataan papa. Walaupun aku tidak ingin menghadiri acara itupun aku tidak bisa berbuat apa-apa. Haihhhh

Aku menelfon Neth dan memberitahukan bahwa segala pertemuan, ataupun janji dengan kerucut manapun dibatalkan. Karena jika sudah di perintahkan oleh Mr. Mac Pratama Stanley maka makhluk sekecil amuba pun tidak akan membantahnya. Neth menuruti perintahku dan setelah itu aku ditarik paksa oleh Papa untuk pulang. Dan kalian tahu ini masih jam berapa? Ini masih jam 11 siang, dan aku sudah di suruh pulang oleh papa. Kata papa, kalau aku ditinggal sendirian setelah mendengar acara itu maka aku akan berpura-pura sakit dan tidak akan menghadiri acarnya. Huhh papaku benar-benar the best. Sangat mengenal putranya yang nakal ini.

***

Selamat membaca semua. Ini cerita baruku. Mohon dukungannya dan maaf karena Typo bertebaran dimana-mana wkwkwkw *mintaditampol*

Besok aku akan up lagi yah. Kalau kerjaanku gak banyak hahahaha *authorgila*

Endless LoveWhere stories live. Discover now