Perlahan rambut panjang milik Hyera dibasahi oleh hujan. Ia segera berlari kecil ke halte terdekat untuk berteduh. "Tumben sepi" gumamnya dalam hati. Maklum, sekarang jam menunjukkan angka 22.00 dan ini hari senin yang berarti kebanyakan orang akan beraktivitas lagi besok sehingga mereka beristirahat pada jam seperti ini. Tapi, karena Hyera adalah wakil ketua osis yang sibuk, di jam-jam seperti inilah dia baru pulang sekolah.
"Kau belum pulang?" Tanya seseorang membuyarkan lamunan Hyera.
"Eh Daniel? Ya aku sedang menunggu bus" kata Hyera sambil sesekali menengok kanan kiri mencari bus yang lewat.
"Kau tau ini jam berapa? Mana mungkin ada bus yang lewat di jam seperti ini" tawa Daniel.
Daniel adalah partner bekerja Hyera, dia adalah ketua osis di sekolah Hyera.
"Ah? Bukankah bus biasanya berhenti beroperasi sekitar jam 11?" Tanya Hyera heran, kalau memang begitu lalu mengapa Jungkook (kakak laki laki Hyera) menyuruhnya menaikki bus?
"Bukankah biasanya kau dijemput oleh kakakmu?" Tanya Daniel.
"Dia sedang sibuk dengan pekerjaannya, dia lembur hari ini" kata Hyera sembari tersenyum mengingat betapa hardworking kakak laki lakinya itu demi bisa membiayai kehidupan mereka berdua. Meskipun orangtua mereka kaya, dan merupakan CEO barang-barang bermerk yang cukup terkenal tapi sudah lama pula mereka tidak pulang kerumah, jangankan pulang menelepon saja tidak sempat. Mereka hanya mentransfer sejumlah uang yang nominalnya cukup besar kepada rekening Hyera dan Jungkook tapi Jungkook pernah berkata bahwa ia tidak akan pernah memakai uang yang diberikan orangtuanya itu melainkan akan menghasilkan uang sendiri dengan kerja kerasnya, ia berjanji bahwa uang yang diberikan dari orangtuanya itu hanya untuk membayar sekolah Hyera.
"Kalau begitu kau akan kuantar" kata Daniel.
"Apa? Tentu saja tidak aku akan menunggu sampai Jungkook selesai dengan pekerjaannya" kata Hyera tidak ingin merepotkan.
"Mengapa kau begitu keras kepala? Pasti kakakmu lelah sehabis lembur dan kau menambah bebannya lagi dengan memintanya menjemputmu? Adik macam apa kau tega membiarkan kakaknya kelelahan" oceh Daniel.
"Iya juga ya" pikir Hyera.
"Baiklah tapi hanya kali ini saja" kata Hyera mengalah, partnernya itu yang justru keras kepala kan Hyera hanya tidak ingin merepotkan. Daniel tersenyum kecil dan menarik tangan Hyera menuju tempat duduk di halte tersebut karena sedari tadi mereka berdiri.
"Kau lupa bawa payung?" Tanya Daniel.
"Iya, padahal tadi Jungkook sudah mengingatkanku untuk membawa payung tapi karena tasku sangat berat jadi aku meninggalkannya di sofa" kata Hyera.
"Tuhkan, keras kepala!" Kata Daniel sembari menjitak pelan kepala Hyera.
"aduh sakit!" Protes Hyera memukul lengan Daniel.
"Aku membawa 1 payung, apa kau keberatan?" Tanya Daniel. "Memangnya kenapa?" Tanya Hyera polos.
"Ya siapa tau kau keberatan" kata Daniel.
"Tentu saja tidak, ayo cepat aku lelah, ingin segera bertemu dengan kasur" kata Hyera. Danielpun membuka payung tersebut dan merekapun berjalan menuju arah mobil Daniel yang sudah terparkir di seberang halte.
"Kau masuk duluan" perintah Daniel sembari tangan yang kosong membuka pintu mobilnya dan tangan yang lain memegang payung.
"Terima kasih" kata Hyera lalu iapun masuk kedalam mobil tersebut disusul oleh Daniel.
Di mobil, yang terdengar hanya keheningan. Daniel benci keheningan, sehingga ia menyalakan radio.
"Kau suka lagu apa?" Tanya Daniel.
"Aku suka lagu Lauv" jawab Hyera. "Sudah kuduga" kata Daniel tersenyum. Iapun menyetel lagu Lauv favoritnya yang berjudul Paris in the rain.
Hyera menyanyi pelan sembari mengatupkan jarinya di dashboard mobil dan melihat pemandangan kota Seoul yang sepi. Sembari fokus menyetir, Daniel sesekali melirik ke arah Hyera dan tersenyum simpul. Tak jarang ia ikut menyanyikan bagian yang diingatnya.
♪ Feelings can come and go yeah they do
Feelings can come and go but not with you ♪
Mereka bernyanyi di waktu yang bersamaan, dan tersenyum satu sama lain.
"Kau sering mendengar lagu ini juga huh?" Tanya Hyera.
"Tidak, aku hanya sesekali mendengarnya" jawab Daniel. Tak terasa mereka telah tiba di rumah Hyera.
"Terima kasih Daniel" kata Hyera lalu Hyera keluar dari mobil.
"Sampai ketemu besok" kata Daniel lewat kaca mobil. Hyera pun melambaikan tangannya. Setibanya dirumah Hyera segera mengganti seragam sekolahnya dengan piyama dan langsung tertidur lelap.
YOU ARE READING
Defiance | kang daniel
Teen Fictiontidak ada kata menyerah bagi Kang Daniel, ia suka tantangan
