#1

364 10 0
                                        

14.30 Cuaca yang tadinya panas mendadak berubah menjadi mendung tak karuan, tidak ada matahari ataupun angin yang ku rasakan. "Semuanya terasa biasa saja!" gumamku sambil terus berjalan di koridor kelas tanpa ada rasa semangat dan lesu sekali karna otakku terlalu lelah rasanya. Pikiran ku seolah-olah hari demi hari itu sia-sia.

Tapi hari begitu cepat berganti seiring hujan yg kapan saja bisa turun. Hari ini tepatnya satu minggu aku berada di sekolah yang tidak ku sukai, "ayolah shelly kamu pasti happy disini!!" ucapku dalam hati.

"shell..." seorang wanita yang ku kenal baik dia menghampiri dan duduk dikursi sebelahku.

"Hmm" jawabku pelan tak bersemangat.

"Kekantin yo sambil liat yang seger gitu" ajak temanku Rina yang ku kenal waktu mos dan ternyata satu kelas dan satu bangku pula.

"Males ah, lo sama Mita aja Rin"

"Ah bertiga dong!!" ucap mita spontan. Rina dan Mita satu sekolah waktu SMP jadi sudah saling kenal dan akrab. Rina dan Mita lah yang akan jadi sahabat baruku.

"Yaudah kalian duluan aja, nanti ku susul" jawabku sambil memasukan buku ketas.

"Awas lo boong!!" jawab Mita spontan bergayakan marah anak kecil.

"Kami tunggu ya" tawa Rina yang lucu melihat tingkah Mita.

"Hmm" jawabku menatap keduanya yang sedari tadi mencoba menghiburku.

Memang kami biasa bertiga, biarpun kenal baru satu minggu tapi cukup akrab dan seru lah. Tapi semua itu tetap tidak membuatku bersemangat. Dan hari ini untuk kesekian jam aku di sekolah yang tidak pernah ku inginkan dengan perasaan yang sama yaitu ingin cepat-cepat pulang!.

Waktu memang tak terasa. Sekali lagi waktu memang tak punya rasa. Sudah satu bulan aku berada di sekolah ini tidak ada perubahan yang signifikan namun lebih berwarna karna ada Rina dan Mita yang mengiburku.

"Shell., Mit., pulang nanti kerumah ku yuk" ajak Rina sambil menyingkapkan tas ke punggungnya.

"Aku sih bisa-bisa aja, tanya shelly deh yang sibuknya super apa dia bisa?" sambil menyenggol tanganku.

"Bisa kok, sekarang?" ucapku agar Mita kalah besar atas tiduhannya.

"Ya iyalah. Jawab Rina senang.

"Let's go" Teriak kami kompak

Dirumah Rina cukup membuatku lepas dari kebosanan dan sekali lagi untuk tidak menyesali masuk di SMA itu. Karna kalau tidak bersekolah disitu maka aku tidak mengenal mereka berdua."Makasih Tuhan kau perbaiki takdirku" suara hati ku. Dirumah Rina bnyk hal-hal konyol yang kami lakukan. Walau kenal baru satu bulan tapi kami sudah sangat akrab dan betull kami menjadi SAHABAT!!

Yeyy, kuawali hariku dengan semangat. Semangat untuk bertemu sahabat tergila ku."Sekarang sampai nanti entahalah, aku akan tetap semangat" ucapku sambil teriak.

"Shell... Kamu sudah bangun?" tanya seorang wanita yang sangat aku cintai bunda panggilan sayangku untuknya.

"Sudah bun.."

"Yasudah cepat siap-siap, Bunda dan Ayah tunggu di meja makan ya nak" lanjut bunda.

"Iya bundadari.."

Di meja makan ada Ayah dan Bunda yang sudah menunggu ku untuk sarapan bersama.

"Shell gimana sekolahmu? Asik?" tanya Ayah simple, manum mengejutkan buatku.

"Asik.." belum sempat melanjutkan Ayah memotong ucapanku.

"Sekolah itu banyak sejarahnya buat Ayah dan itu sekolah favorit loh, gak sembarang orang bisa masuk disana!." Ucap Ayah yang beranjak dari meja makan.

"Tapi tetap aja Yah.."

"Gak ada tapi-tapian Shell, sudah ayo berangkat sana" jawab Bunda

"Yaudah Bun, aku pamit." jawabku lesu karna dari tadi kepotong terus mau ngomong.

"Bun..." sambil menatap Bunda yang masih duduk di meja makan.

"Iya nak?"

"Nanti aku betah kok sekolah disana." ucapku melas dan beranjak pergi menyusul Ayah yang sudah menunggu ku di mobil.

"Ah sial, jalanan menuju sekolah ku macet banget ga biasanya juga kenapa hari ini membuat semangatku kacau" pikirku.

"Yah.. Ini macet banget, aku jalan aja ya, lagian dekat lagi nyampe sekolah kan" ucapku tak kehabisan ide disituasi ini.

"Yakin kamu?"Ayah memandangiku

"Ya..yakin lah Yah, nanti aku telat". Nyengir ke Ayah bagai anak kecil.

"Iya deh hati-hati ya, shell ingat tujuan kamu ke sekolah jangan.."

"Ok komandan!". Jawabku cepat sebelum tambah panjang ceramah Ayah hehe.

"Berjalan menuju sekolah tidak terlalu buruk dibanding harus menunggu ditengah kemacetan". Aku berjalan hingga di depan gerbang sekolah.

"Dorr!!" Suara Mita mengejutkanku.

"Tumben lo jalan Shell?" Mita menatap heran.

"Iya, tadi macet, takut telat"

"Lo udah ngerjain gak tugas dari Mr. Irvan?"

"Astagaa!!. Gue lupa" Aku mempercepat langkahku untuk segera sampai ke kelas biar bisa bikin tugas. Ya aku tau lah tugas dari Mr. Irvan itu bukan main-main, karna sekali lo gak ngumpul habis riwayat lo!

Dengan tergesa-gesa dan suara klakson mobil sejenak menghentikan langkahku. Ku lihat laki-laki yang didalamnya juga agak kesal. Tapi karna aku terburu-buru "yasudahlah kan gak sengaja" pikirku.

"Yess, akhirnya sempat gue ngerjain ini tugas!" Kataku pada Mita

"Pasti lah kan lo nyontek gue" Jawab Mita datar

"Makasih ya Mit, lo memang Ibu gue".

"Sejak kapaan gue jadi ibu lo" Mita terengah dengan jawabanku.

"Iya yakali Ayah gue nikah sama lo". Memandang mita dengan gelak tawa.

"Rame banget, pasti ngomongin gue ya". Sahut Rina yang baru saja datang.

Kami pun hanya tertawa.
"Makasih Mit.., Rin.., kalian penyemangatku" hehe

CINTA atau PERGIDes histoires addictives. Découvrez maintenant